PRODUCTIVITY DEVELOPMENT OF TOBACCO PLANTS (Nicotiana tobaccum L.) BY IMPLEMENTS CROP WASTE TOBACCO AS A PROXY FOR GREEN PRODUCTIVITY

Cherry Triwidiarto, Supriyadi Supriyadi, Rahma Rina Wijayanti, Berlina Yudha Pratiwi

Abstrak


Penelitian “Pengembangan Produktivitas Tanaman Tembakau (Nicotiana tobaccum L.) Dengan Pemanfaatan Limbah Batang Tanaman Tembakau Sebagai Pendekatan Green Productivity” menggunakan rancangan acak lengkap dengan sepuluh perlakuan bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman tembakau dengan pemanfaatan limbah organik batang tanaman tembakau yang diolah menggunakan teknologi dekomposer sebagai bentuk pendekatan green productivity. Penerapan pendekatan green productivity diawali dengan membandingkan hasil pengomposan limbah sekam padi dan pengomposan limbah serbuk gergaji kayu. Tingkat produktivitas tanaman tembakau diukur dengan penerapan pupuk anorganik anjuran Dinas Perkebunan Jember dan penerapan NPK sebagai alternatif pemupukan dengan menggunakan parameter pertumbuhan tanaman, produksi daun serta mutu daun kering tembakau kasturi lokal Jember. Perhitungan biaya produksi untuk mengolah bahan mentah menjadi produk jadi juga dilakukan. Hasil analisa keharaan kompos organik limbah pertanian di PTPN XI diperoleh kandungan hara sebagai berikut: 1)Kompos BTT, BO = 22,41 %;Corg = 13,03 %;C/N = 8,10;N = 1.61 %;P 2 O 5 = 0,11 %;K O = 2,14 %; 2)Kompos SP, BO = 15,27 %;Corg = 8,88 %;C/N = 23,50;N = 0.38 %;P 2 O 5 = 0,04 %;K 2 2 O = 0,41 %;3)Kompos SGK, BO = 20,01 %;Corg = 11,64 %;C/N = 55,00;N = 0.21 %;P 2 O 5 = 0,06 %;K O = 0,31 %; 4)Tanah lapisan atas lahan, BO = 3,18 %;Corg = 1,85 %;C/N = 14,29;N = 0.13 %;P 2 O 5 2 = 56,18 ppm;K O = 250,50 ppm. Kesimpulannya adalah bahwa kompos limbah batang tanaman tembakau layak untuk digunakan sebagai alternatif pupuk organik dan dilanjutkan untuk mengetahui tingkat produktivitas tanamaan tembakau menggunakan penerapan pemupukan berimbang.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember, 2015. Luas Panen, Rata-rata Produksi, dan Total

Produksi Tembakau Voor Oogst Kasturi Menurut Kecamatan, 2013. Jember Dalam

Angka 2014. Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Jember.

Banerjee M.R; L. Yesmin and J.K. Vessey, 2006. Plant-Growth-Promoting Rhizobacteria as

Biofertilizars and Biopesticides. Handbook of microbial biofertilizers. The Haworth

Press, Inc. p-146.

Djajadi, 2008. Pengaruh Pupuk Majemuk Terhadap Hasil Dan Mutu Tembakau Virginia Di Bondowoso, Jawa Timur. Jurnal Littri 14(3) : 95 – 100.

Hidayah N. dan Djajadi, 2009.Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi perkembangan

pathogen tular tanah pada tanaman tembakau. Balai Penelitian TanamanTembakau Dan Serat, 8 (2), 74-83 ISSN: 1412-8004.

PT Perkebunan Nusantara XI, 2018. Hasil Analisa contoh tanah, Kompos Batang Tanaman

Tembakau, Sekam Padi dan Serbuk Gergaji Kayu. Pusat Penelitian Sukosari. Jatiroto –Lumajang.

Redaksi AgroMedia, 2007,PetunjukPemupukan. AgroMedia Pustaka. Jakarta. Hal 33.

Samekto R., 2006,PupukKompos, PT. CitraAji Parama. Yogyakarta.

Suginingsih, 2003. Analisis Biaya, Pendapatan, dan Efisiensi Usaha Tani Tembakau Voor

Oogst (Studi Kasus di Desa Karang Budi, Kecamatan Gapur, Kabupaten Sumenep).Skripsi. Program Pendidikan S1 Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.

Syekhfani, 2000. Arti Penting Bahan Organik Bagi Kesuburan Tanah. Naskah Semiloka Nasional Maporina. Malang. 8 p.

Wikipedia (?).Lactobacillus, https://id.wikipedia.org/wiki/Lactobacillus [diakses 19-9-2018]

Yulianto A.B.,dkk.(2009:7). Buku PedomanPengolahanSampahTerpadu:Konversi

Sampah Pasar MenjadiKompos Berkualitas Tinggi, Jakarta. Hal 7-12-13.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.