Hubungan Gaya Hidup dengan Keputusan Wanita Menjadi Pekerja Seksual di Kecamatan Banjarsari, Surakarta

Penulis

  • Syefira Ayudia Johar Universitas Veteran Bangun Nusantara

Abstrak

Di Indonesia, jumlah kasus baru penderita HIV tahun 2017 sebanyak 48.300, dan kasus baru AIDS 9280 kasus. Selain itu, infeksi HIV yang terjadi pada perempuan sebesar 17.579.Di Jawa Tengah, jumlah kasus baru HIV pada tahun 2017 sebanyak 5425, jumlah kasus AIDS1719. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan keputusan wanita menjadi pekerja seksual. Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional, dengan pendekatan desain case control dan analisis chi square.Subjek adalah wanita pekerja seksual dengan kelompok kasus dan kelompok kontrol (bukan pekerja seksual) di Kecamatan Banjarsari, Surakarta dengan jumlah subjek masing-masing kelompok 100 orang. Variabel dependen adalah keputusan wanita menjadi pekerja seksual dan variabel independen adalah gayahidup. Keputusan wanita menjadi pekerja seksual berhubungan dan secara statistik signifikan oleh gaya hidup (OR=2,67; CI 95%=1.51 hingga 4.74; p=0.001). Kesimpulannya yaitu keputusan wanita menjadi pekerja seksual berhubungan dengan gaya hidup.

Referensi

Alrianto, (2015). Kajian Kriminologi Terhadap Praktek Prostitusi.

Anggelika, Yeny Chintya Rani. 2016. Pengaruh Gaya Hidup Hedonisme terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa PKn di Universitas Pasundan Bandung). Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Universitas Pasundan Bandung.

Dasgupta, S. (2013) ‘Poverty as a contextual factor affecting sexual health behavior among female sex workers in India’, Qualitative Health Research, 23(6), pp. 825–833.

Eileen. 2013. Hiv/STI Risk Among Venue- Based Female Sex Workers Across The Globe: A Look Back And The Way Forward, 10, Pp. 20-24.

Irwansyah, L. (2016) ‘Kemiskinan, Keluarga dan Prostitusi pada Remaja’, Psychology and Humanity, 2, pp. 19–20.

Kementerian Kesehatan RI (2017) ‘Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2016’, Kementerian Kesehatan RI, p. 100.

Lestari, D. (2010) ‘Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Sikap dan Perilaku PSK Dalam Rangka Pencegahan IMS di Lokalisasi Gajah Kumpul Kabupaten’, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Fakultas

Malakar. (2015) ‘Hazardous Health Beha- vior of Female Sex Workers : A Case Study of’, 4(8), pp. 55–59.

Mamarodia.(2017) ‘Menular SeksualPada Siswa Di Sma Dharma Wanita Pineleng’, pp.103–113.

Melati, Metta Rahma. 2016. Analisis Konsep Dramaturgi Erving Goffman Dalam Pola Penggunaan Ruang Publik Kafe Oleh Mahasiswa di Kota Surakarta. Skripsi.FKIP.Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Okigbo, C. (2014) ‘Risk Factors for Transactional Sex among Young Females in Post- Conflict Liberia’, African Journal of Reproductive HealthAfr J Reprod Health, 18(183).

Praja, Damayantie. (2013) Potret Gaya Hidup Hedonisme Di Kalangan Mahasiswa', Jurnal Sociologie.Vol. 1(3).pp.184-193.

Seib, C. (2009) ‘Sexually transmissible infections among sex workers and their clients: Variation in prevalence between sectors of the industry’, Sexual Health, 6(1), pp. 45–50.

Solomon, M. M., Smith, M. J. and Del Rio, C. (2008) ‘Low educational level: a risk factor for sexually transmitted infections among commercial sex workers in Quito, Ecuador’, International Journal of STD & AIDS, 19(4), pp.264–267.

Tambingon, Joulanda, Femmy C.M Tasik dan Antonius Purwanto. (2016). Gaya Hidup Hedonisme Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi di Kota Manado. Jurnal Administrasi Publik. Vol 1.No. 043.

Thein, S. T., Aung, T. and McFarland, W. (2015) ‘Estimation of the Number of Female Sex Workers in Yangon and Mandalay, Myanmar’, AIDS and Behavior, pp. 1941–1947.

Trimartati, Novita. 2014. Studi Kasus Tentang Gaya Hidup Hedonisme Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan. PSIKOPEDAGOGIA Vol. 3. No.1 Tahun 2014.Hal.20-28.

UNAIDS (1997) ‘Kelompok Berisiko Tinggi’, p. 1997.

Vandepitte, J. (2006) ‘Estimates of the number of female sex workers in different regions of the world’, Sexually Transmitted Infections, p. iii18-iii25.

World Health Organization (no date) ‘WHO | Sexually transmitted infections (STIs)’, World Health Organization Website.

Wulandari, M. J. (2017) ‘Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Rumah Tangga Terhadap Sikap Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana,pp.1–35.

##submission.downloads##

Diterbitkan

18-12-2019