Adopsi Inovasi Susu Edamame untuk Mengatasi Anemia Gizi pada Santriwati Pondok Pesantren

Penulis

  • Ihwan Huda Al Mujib Politeknik Negeri Jember

Abstrak

Anemia gizi merupakan masalah yang banyak dijumpai di Negara berkembang. Permasalahan ini juga terjadi di Indonesia. Remaja putri merupakan kelompok umur yang sangat besar terkena masalah anemia gizi. Salah satu kelompok social yang besar terkena anemia gizi adalah santriwati pondok pesantren. Beberapa data penelitian menunjukkan bahwa besarnya prevalensi anemia gizi pada santri putri pondok pesantren. Hal ini yang membuat para praktisi gizi dari Politeknik Negeri Jember menciptakan inovasi untuk mengatasi masalah anemia gizi. Inovasi tersebut dikomunikasikan kepada santri putri di Pondok Pesantren Annuriyyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengetahui bagaimana inovasi tersebut dikomunikasikan dan diadopsi oleh santriwati. Inovasi yang diciptakan oleh praktisi gizi akhirnya diadopsi oleh santriwati denga beberapa tahapan sesuai dengan teori difusi inovasi Everret M. Rogers.

Referensi

. Febriana, K. A., & Setiawan, Y. B. (2016). Komunikasi dalam Difusi Inovasi Kerajinan Enceng Gondok di Desa Tuntang, Kabupaten Semarang. Jurnal The Messenger, 8(1), 17-26.

. Hendariningrum, R. (2018). Budaya Dan Komunikasi Kesehatan (Studi Pandangan Kesehatan Pada Masyarakat Sunda Dalam Tradisi Makan Lalapan). LUGAS Jurnal Komunikasi, 2(1), 13-19.

. Kurrohman, T., Ningtyias, F. W., & Setiawati, T. C. (2018). Gerakan Sapu Bersih Anemia melalui Food Literacy: Studi pada Pondok Pesantren. J-Dinamika, 3(2).

. Kriyantono, Rachmat. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Kencana. Jakarta.

. Nurbaiti, N. (2019). Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Di Pondok Pesantren Darussalam Al-Hafidz Kota Jambi. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 1(2), 108-111.

. Pala, A. (2018). Komunikasi Kesehatan Di Era Digital Dalam Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak Di Kabupaten Timor Tengah Utara-Kawasan Perbatasan Republik Indonesia-Republica Democratica de Timor Leste. Prosiding Senaspolhi, 1(1).

. Rahmadiana, M. (2012). Komunikasi kesehatan: sebuah tinjauan. Jurnal Psikogenesis, 1(1), 88-94.

. Purwandari, E. S. (2018). Perbandingan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Yang Tinggal Di Pondok Pesantren Dan Di Rumah Di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darussalam Kepung Kediri. Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery), 4(2), 114-119.

. Restuti, A. N., & Susindra, Y. (2016). Hubungan antara Asupan Zat Gizi dan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMK Mahfilud Durror II Jelbuk. Prosiding.

. Riyanto, R., & Lestari, G. I. (2019). Faktor Risiko Kejadian Anemia Pada Remaja Putri. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai, 10(1), 56-64.

. Rokhmah, F., Muniroh, L., & Nindya, T. S. (2017). Hubungan tingkat kecukupan energi dan zat gizi makro dengan status gizi siswi SMA di Pondok Pesantren AL-Izzah Kota Batu. Media Gizi Indonesia, 11(1), 94-100.

. SyaBani, I. R. N., & Sumarmi, S. (2017). Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada santriwati di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 1(2)

##submission.downloads##

Diterbitkan

18-12-2019