Bisbel Guava (Biskuit Belut Jambu Biji Merah) Sebagai Alternatif Tablet Fe Dalam Upaya Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri

Penulis

  • Ida Tri Kurnia Politeknik Negeri Jember
  • Umi Nur Uswatun Politeknik Negeri Jember

Abstrak

Anemia merupakan masalah serius pada remaja putri yang dapat menyebabkan lemah, letih, lesu, pusing, pucat, konsentrasi belajar menurun sehingga prestasi belajar rendah dan dapat menurunkan produktivitas kerja. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi anemia menunjukan bahwa 22,7% remaja putri mengalami anemia gizi besi. Hal ini menunjukkan bahwa anemia masih merupakan masalah tertinggi pada remaja putri di Indonesia. Padahal pemerintah sudah berusaha menanggulangi anemia dengan pendistribusian tablet Fe sebanyak 76,2%. Berdasarkan angka distribusi tersebut seharusnya masalah anemia mampu teratasi. Hal ini terjadi karena tablet Fe yang didistribusikan oleh pemerintah tidak dikonsumsi secara rutin oleh remaja putri dikarenakan sebagian besar remaja putri malas mengkonsumsi penambah darah dalam bentuk tablet. Bisbel guava ini diharapkan mampu menjadi alternative dalam mencegah dan mengatasi anemia dalam bentuk makanan yang disukai oleh remaja. Belut merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung zat gizi tinggi terutama zat besi (Fe) yaitu sebesar 20 mg dalam 100 gram daging belut. Tahapan pembuatan biskuit Bisbel Guava terdiri dari: 1) Pembuatan tepung belut, 2) Pencampuran mentega, gula halus, backing powder, telur, dan jambu biji, 3) Pengadukan, 4) Pengovenan, dan 5) Pengemasan. Biskuit Bisbel Guava ini memiliki bentuk bulat, warna merah muda dan rasa gurih. Dalam 1 butir biskuit mengandung sekitar 8 mg zat besi, sehingga remaja dianjurkan mengkonsumsi Bisbel Guava sebanyak 3 kali sehari untuk memenuhi kebutuhan zat besi remaja putri yaitu sekitar 20-26 mg/ hari.

Referensi

. Agus H.A.R. 2017. Pengaruh Asupan Protein dan Zat Besi (Fe) terhadap Kadar Hemoglobin pada Wanita Bekerja. 324 Jurnal Kesehatan, Volume VIII, Nomor 3, hlm 321-325.

. Kesehatan, B. P. 2013.Depkes .Kementerian Kesehatan RI

. Kesehatan, B. P. 2018. Depkes .Kementerian Kesehatan RI

. Suryani, D. dkk. 2015. Analisis Pola makan dan Anemia Gizi Besi Pada Remaja Putri Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas

. Suprayatmi, M.,dkk. 2016. Pemanfatan Belut (Monopterus Albus) Pada Pembuatan Crackers Ber-Omega 3. Program Studi Tekonologi Pangan dan Gizi Fakultas Ilmu Pangan Halal Universitas Djuanda Bogor

. Yulistiana. Fadlia. (2016). Pengaruh Vitamin C Terhadap Kadar Interleukin-6 Plasma, MDA Plasma, dan Lama Rawat Inap Penderita PPOK Eksaserbasi. Jurnal Respir Indo 36(3)

##submission.downloads##

Diterbitkan

18-12-2019