SLONDOK NUTRIHERBA : INOVASI SLONDOK MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAHAN DAUN KELOR, WORTEL DAN IKAN TUNA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK

Septian Emma Dwi Jatmika

Abstrak


Terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan terkait dengan produksi slondok yang dihasilkan di Desa Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Permasalah tersebut antara lain belum penggunaan alat produksi yang masih sederhan, belum ada inovasi dan deversifikasi produk, nilai gizi yang masih relatif rendah, belum ada ijin P-IRT, pengemasan yang masih sederhana, pemasaran yang masih konvensional dan pengelolaan keuangan yang masih belum tertata dengan baik. Dengan demikian, tim pengusung menawarkan solusi alternatif untuk mengatasi permasalah tersebut dengan  melakukan pemberdayaan kepada masyarakat melalui kegiatan pelatihan dan pembinaan pembuatan inovasi slondok nutriherba di Desa Harjobinangun. Program pemberdayaan ini bertujuan  untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan mengoptimalkan usaha rumah tangga yang berakar pada kearifan lokal  dan budaya turun temurun. Kelompok sasaran adalah di Ibu-Ibu PKK Dusun Blembeng Lor dan  Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Klarangan, Desa Harjobinangun. Metode yang diterapkan adalah pelatihan dan pendampingan, gelar dan launching produk serta evaluasi pelaksanaan dan keberlanjutan program. Hasil program pemberdayaan cukup bagus dilihat dari hasil evaluasi proses pelaksanaan berdasarakan tingkat pemahaman warga tentang proses pembuatan slondok. Terdapat peningkatan pengetahuan warga setelah diberikan pelatihan slondok sebesar 96,55% setelah mengikuti kegiatan pelatihan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa warga dapat memahami dengan baik materi yang disampaikan dalam pelatihan. Selain itu, slondok hasil produksi warga binaanpun diterima dengan baik oleh pasar, yang dibuktikan dengan keuntungan yang diperoleh warga dari hasil penjualan saat dilakukan gelar dan launching produk. Warga sangat antusias mengikuti setiap rangkaiaan kegiatan pemberdayaan ini. 

Kata kunci: inovasi produk, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, pendampingan, slondok nutriherba


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alsuhendra dan Ridawati, 2017. Pelatihan Pembuatan Kemasan Dan Label Makanan Bagi Pelaku Usaha Makanan Di Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Jurnal Sarwahita Vol. 14 No. 02 Hal : 85-93.

Anindyaputri, Irene. 2017. 7 Manfaat Daun Kelor: Dari Melwawan Infeksi Hingga Menurunkan Kolesterol. https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/7-manfaat-daun-kelor/

Peraturan Pemerintah RI No. 66 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan

Puji, Aprinda. 2018. Tak Cuma Menyehatkan Mata, 7 Khasit Ini Bikin Kita Ingin Makan Wortel. http:// https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/manfaat-wortel-bagi-tubuh/

Setiaji, Bamandhita Rahma. 2018. 4 Manfaat Ikan Tuna yang Tak Boleh ANda eatkan Begitu Saja. https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/manfaat-ikan-tuna/




DOI: https://doi.org/10.25047/j-dinamika.v4i1.1051

DOI (PDF): https://doi.org/10.25047/j-dinamika.v4i1.1051.g1006

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Copyright (c) 2019 J-Dinamika



J-DINAMIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit pertama kali bulan Juni 2016, dan diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Redaksi J-DINAMIKA mengundang para penulis untuk mengirimkan jurnal hasil pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan. Pendapat yang dimuat pada jurnal ini sepenuhnya merupakan pendapat penulis artikel atau tidak mencerminkan pendapat redaksi.