PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PETERNAK SAPI PERAH MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI INKUBATOR FERMENTASI SUSU PENGHASIL YOGURT DI KECAMATAN LICIN KABUPATEN BANYUWANGI

Endi Sailul Haq, Farisqi Panduardi, Asmaul Khusna

Abstrak


Mayoritas pencaharian penduduk di Desa Tamansari Kecamatan Licin, Kabupaten banyuwangi berprofesi sebagai perternak sapi perah. Dari hasil survey dan wawancara yang dilakukan pada pengelola kelompok ternak ini didapatkan data hasil perah susu per hari sebanyak 5.227 liter. Dengan jumlah perahan pada pagi hari sebanyak 3.113 liter dan sore hari sebanyak 2.054 liter. Dengan potensi rata – rata per peternak sebesar 90 liter/hari. hasil susu sapi perah yang diproduksi,  dipasarkan ke PT. Nestle dan sisanya dikonsumsi masyarakat sekitar, dan penjualan susu sapi perah hanya terbatas di koperasi desa sehingga distribusi penjualan dan pemasaran hanya tersentral di daerah tersebut dan menyebabkan distribusi penjualan belum bisa merata ke daerah lain. Di samping itu Seluruh peternak hanya menjual susu sapi dalam keadaan segar. Dan ini menjadi keluhan bagi para produsen (peternak) dimana tingginya persaingan pemasaran susu sapi segar menyebabkan sulitnya pemasaran produk tersebut ditambah lagi produk tersebut mudah rusak (tidak tahan lama). Sulitnya pemasaran susu sapi segar karena tidak semua konsumen penyuka susu menyukai susu dalam keadaan segar karena rasa yang masih plain dan juga aroma yang lebih khas. Untuk itu kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan membuat inkubator fermentasi susu untuk menghasilkan yogurt dan memberikan workshop terkait cara kerja, dan perawatan inkubator tersebut serta pengemasan dan pemasaran dari hasil produksi yogurt yang lebih luas dan lebih bernilai ekonomis tinggi. Kontribusi yang paling mendasar jika teknologi ini diterapkan adalah Inkubator fermentasi susu ini dapat menghasilkan yogurt yang berkualitas. Yogurt yang memiliki rasa, tekstur, aroma dan warna yang konsisten melalui proses pembuatan yang lebih efektif, efisien dan kapasitas produksi yang lebih tinggi karena prosesnya menggunakan inkubator yang telah dilengkapi dengan sistem kontrol dan monitoring yang terintegrasi. Serta memberikan keterampilan terhadap mitra dalam memproduksi dan memasarkan yogurt secara mandiri dan berkesinambungan dengan target pemasaran yang lebih luas.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


J-DINAMIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit pertama kali bulan Juni 2016, dan diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Redaksi J-DINAMIKA mengundang para penulis untuk mengirimkan jurnal hasil pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan. Pendapat yang dimuat pada jurnal ini sepenuhnya merupakan pendapat penulis artikel atau tidak mencerminkan pendapat redaksi.