PENERAPAN TEKNOLOGI HEMAT AIR PADA BUDIDAYA TANAMAN SEMUSIM LAHAN KERING DI DESA BAUMATA TIMUR KABUPATEN KUPANG

Maria Klara Salli

Abstrak


Mitra 1 dan Mitra 2 adalah petani tanaman semusim lahan kering di Desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Mitra 1 dan 2 merupakan petani pemula yang mulai usaha budidaya tanaman semusim satu tahun terakhir (2016-2017). Kenyataan di lapangan untuk musim menjelang kemarau dari 0,5 ha itu tidak semua ditanami karena kekurangan air. Mulsa plastik hitam perak sudah di gunakan kedua mitra namun masih sedikit karena kendala modal. Analisis usahatani belum dilakukan dengan baik, pencatatan usaha tani tidak lengkap.   Permasalahan mitra adalah a).usaha tani tanaman sayuran mengalami kendala kekurangan air, b).  petani terbatas dalam menentukan  tanaman semusim yang akan di budidayakan, c). belum berkembangnya teknologi hemat air di tingkat petani karena keterbatasan pengetahuan dan modal dan d).mitra masih terbatas dalam pencatatan usaha tani nya sehingga analisis usaha tidak dilakukan dengan baik dan pasti.

Target luaran yang diharapkan terjadi pada kelompok mitra adalah mitra dapat melakukan teknologi pemulsaan menggunakan plastik hitam perak dengan irigasi drip, sehingga dapat efisien terhadap penggunaan air dan lahan yang dimanfaatkan lebih luas dari sebelumnya, mitra dapat melakukan teknik budidaya tanaman semusim dengan baik, mitra memiliki catatan usahataninya secara baik dan dapat melakukan analisis usaha  sehingga mitra dengan pasti mengetahui untung rugi usahatani nya.

Metode yang dipakai dalam kegiatan PKM adalah  metode ceramah (preaching method) ,metode diskusi (discussion method), on farm method (penerapan langsung di lahan petani), pendampingan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan.

Hasil kegiatan PKM yaitu Kegiatan PKM dapat terlaksana dengan baik, ditunjukkan dengan partisipasi mitra yang tinggi dan budidaya tanaman semusim berhasil dilakukan mitra.

Kegitan PKM ini dapat menyelesaikan permasalahan mitra yaitu mitra dapat menyelesaikan permasalahan kekurangan air yaitu dengan teknologi hemat air berupa pemulsaan dan irigasi drip, sehingga lebih banyak lahan yang tertanami, mitra dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam budidaya tanaman semusim, dan mitra dapat melakukan pencatatan usahataninya dengan baik. Kegiatan  PKM ini sangat bermanfaat bagi mitra, selain meningkatkan  keterampilan mitra juga sebagai sumber pendapatan mitra.

 

Kata Kunci : Teknologi hemat air, budidaya, tanaman semusim, lahan kering

 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonymous, 2017. Tumbuhan Semusim. id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_ semusim. Diakses 10 Juni 2017.

Kurnia, U. 2004. Prospek pengairan pertanian tanaman semusim lahan kering. Jurnal Litbang Pertanian 23 (4). Diakses tanggal 2 Juni 2017

Litjang,I,K, Kedang, A. K, De Rosari, B. dan Gunarto,2003. Pengembangan teknologi menunjang sistem usaha tani lahan kering di Kabupaten Ende. Balai Teknologi Pertanian, NTT.

Mahfud,Moh. Cholid, 2012. Teknologi dan strategi pengendalian penyakit karat daun untuk meningkatkan produksi kopi nasional. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian, 5 (1) 2012 : 44-57


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


J-DINAMIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit pertama kali bulan Juni 2016, dan diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Redaksi J-DINAMIKA mengundang para penulis untuk mengirimkan jurnal hasil pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan. Pendapat yang dimuat pada jurnal ini sepenuhnya merupakan pendapat penulis artikel atau tidak mencerminkan pendapat redaksi.