OPTIMALISASI USAHA PETANI KOPI RAKYAT ETHNIS SELUPU REJANG DIDESA RINDUHATI

Eko Sumartono, Ridha Rizki Novanda, Anandyawati Anandyawati, Merlian Zikri, Amir Husaini, Ari Anngoro

Abstrak


Abstrak. Program kemajuan IPTEKS ditujukan untuk menjaring kebutuhan pengembangan usaha (need  ssessment) dengan mereka, belum optimalnya kegiatan atau upaya yang sengaja diarahkan pada peningkatan peranan dan usaha. Implementasi pengabdian IPTEKS diharapkan akan meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Rindu Hati dalam proses pengelolaan kopi. Tujuan yang akan di capai dalam pengabdian ini meliputi Masyarakat Desa Rindu Hati mampu meningkatkan kapasitas manajemen usaha kopi, Masyarakat Desa Rindu Hati mampu meningkatkan kapasitas produksi usaha kopi, dan mampu meningkatkan segmentasi penjualan usaha kopi. Jika dilihat dari permasalahan yang diungkap dalam analisa situasi dan permasalahan, pengrajin atau produsen kopi di Desa menghadapi permasalahan yang tidak ringan dan cukup kompleks untuk dapat tumbuh dan berkembang. Secara umum, permasalahan yang dihadapi oleh produsen kopi dapat dikategorikan dalam 3 (tiga) aspek, yaitu aspek manajemen usaha, produksi, dan pasar. Pelatihan diberikan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu pelatihan perencanaan usaha, pelatihan manajemen risiko, pelatihan penentuan harga dan persediaan, serta pengadaan rumah pegering kopi petik merah utuk memperbaiki pasca panen kopi. Hasil yang telah dicapai yaitu : pemahaman mengenai perencanaan usaha dimulai dari Proses pemilihan bahan baku kopi, Produksi, Perencanaan Kemasan, Perencanaan Pemasaran, Perencanaan Keuangan; Pemahaman mengenai risiko produksi kopi baik risiko murni dan risiko spekulasi, Risiko strategi, serta Risiko Operasional; pemahaman mengenai Penentuan harga pokok kopi yang dihasilkan berdasarkan metode penentuan harga pokok berdasarkan full cost, dan penentuan harga pokok berdasarkan competitor; pemahaman mengenai mengenai manajemen persediaan memilki materi mengenai bagaimana mengatur perssediaan kopi yang musiman dengan kondisi produksi kopi olahan; Pengadaan rumah pengeringan kopi merupakan program utama untuk menyelamatkan kopi petik merah di Desa Rindu Hati. Rumah pengering yang telah dibangun di Desa tersebut haruslah dapat digunakan dengan baik untuk menyimpan maupun mengeringkan kopi petik merah; Penggunaan rumah pengeringan kopi dan praktek secara langsung Kepada masyarakat desa rindu hati.

Kata kunci : IPTEKS: Kopi: Rumah Pengeringan; Petik Merah


Referensi


Azimi, A., Tayakoli, T., Beheshti, H.K., Rahimia, A. 2012. Experimental study on eggplant drying by anindirect solar dryer and open sun drying.Iranica Journal of Energy & Environment 3 (4): 348-354.

Baron, David. 2010. Business and its Environment. Pearson. New York.

Sumartono, Eko; Puguh; Kertanah, Lalu. 2010. Rumah Pengeringan Sederhana Tembakau dan Cengkeh. Surabaya: PT. Sadhana Arif Nusa- Sampoerna.

[MDRH] Monografi Desa Rindu Hati. 2015. Profil Desa Rindu Hati. Bengkulu Tengah: Bengkulu.

Munizu, Musran. 2010. Pengaruh Faktor – Faktor Eksternal dan Internal Terhadap Kinerja Usaha Mikor dan Kecil (UMK) di Sulawesi Selatan. Jurmal Manajemen dan Kewirausahaan. 12 (1): 33 – 41.

Nandwani, S.S. 2011. Design construction and study of direct and indirect natural circulation solar dryer in Costa Rica. ISESCO Science and Technology Vision 7(11):43-47.

Oghenekaro, O.J., Samuel, O.F. 2009. Adaptation and improvement of a simple solar tent dryer to enhance fish drying. Nature and Science 7(10):18-24.

Panchal, S., Solanki, S.K., Yadav, S., Tilkar, A.K., Nagaich, R. 2013. Design, Construction and Testing of solar dryer with roughened surface solar air heater. International Journal of Innovative Research in Engineering & Science 7(2):7-17.

Prakash, T.B., Satyanarayana, G. 2014. Performance Analysis of Solar Drying System for Guntur Chili. International Journal of Latest Trends in Engineering and Technology (IJLTET) 4(2):283-298.

[PUSDATIN KEMENTAN]. Pusat data dan Informasi Kementerian Pertanian. 2018. Ekspor Komoditas Perkebunan Indonesia Berdasarkan Komoditai dan Negara Tujuan. http://database.pertanian.go.id/eksim2012asp/hasileksporNegara.asp. [diakses pada 31 Maret 2018].

Rosalina, Y., Alnopri., Prasetyo. 2010. Disain Kemasan Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Madu Bunga Kopi Sebagai Produk Unggulan Daerah. J agroind. 2 (1): 8-13

Silvia, E. dan Yuwana, 2012. Kinerja prototipe pengering energy surya Model YSD-UNIB12 dalam mengeringkan . Prosiding Seminar Nasional dengan tema : Menuju Pertanian Berdaulat, Bengkulu 12 september 2012, ISBN: 9786029071078. Halaman 263-270.

Suryana, A. 2007. Peranan Inovasi Teknologi Dalam Percepatan Pembangunan Pertanian. Prosiding Seminar Nasional, Medan 2007.

Sulaiman, F., Abdullah, N., Aliasak, Z. 2013. Solar drying system for drying empty fruit bunches. Journal of Physical Science 24(1):75–93.

Yuwana & Silvia, 2012. Penggunaan pengering energy surya model YSD-UNIB12 untuk pengeringan cabai merah, sawi dan daun . Prosiding Seminar Nasional dengan tema : Menuju Pertanian Berdaulat, Bengkulu 12 september 2012, ISBN: 9786029071078. Halaman 145-152.

Yuwana, 2013. Green house effect solar dryers : an appropriate technology for food security. Proceedings of The 3rd International Symposium for Sustainable Humanosphere (ISSH)- a Forum of the Humanosphere Science School (HSS), September 17-18, 2013 University of Bengkulu, Bengkulu, Indonesia, pages 88 – 94.

Yuwana, B. Sidebang & E. Silvia, 2011. Temperature and Relative Humidity Gains of “Teko Bersayap” Model Solar Dryer (A Research Note). Proceedings of the International Seminar of CRISU and CUPT “Exploring Research Potential” Session Enery, Education and Others, Palembang, Indonesia. ISBN 978-979-98938-5-7 p 221-227.

Yuwana, B. Sidebang & E. Silvia, 2013. Kinerja pengering energi surya model YSD-UNIB12 termodifikasi untuk mengeringkan bahan pakaian. Jurnal Agroindustri 3(2) : 98-104.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


J-DINAMIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit pertama kali bulan Juni 2016, dan diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Redaksi J-DINAMIKA mengundang para penulis untuk mengirimkan jurnal hasil pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan. Pendapat yang dimuat pada jurnal ini sepenuhnya merupakan pendapat penulis artikel atau tidak mencerminkan pendapat redaksi.