Program Pelatihan Perlindungan Risiko Kebakaran Daerah Pemukiman Padat Penduduk di Kota Samarinda

Deddy Alif Utama, Sinta Ratna Dewi

Abstrak


Intensitas kebakaran yang terjadi di Kota Samarinda menurut data dari dinas pemadam kebakaran cukup tinggi, yaitu sebanyak 28 kasus kebakaran (Juni-Juli 2018) dengan penyebab utama adalah kelalaian warga, baik terhadap penggunaan listrik maupun kesalahan penggunaan tabung gas. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penanggulangan risiko kebakaran di daerah pemukiman padat penduduk. Pengabdian ini dilaksanakan di Jl. Lambung Mangkurat Gang Masjid, Kelurahan Pelita, Kota Samarinda. Sasaran pengabdian ini adalah warga yang berada di pemukiman padat penduduk. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam waktu satu hari melalui 3 tahap, yaitu penyuluhan, pelatihan pembuatan APAR sederhana dan praktik pemadaman api. Metode kegiatan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik individu. Capaian peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat diukur menggunakan kuesioner dan lembar checklist pretest dan posttest, dengan p.value secara berturut-turut yaitu 0,000 (tingkat pengetahuan penanggulangan risiko kebakaran), 0,014 (keterampilan penggunaan kain basah dalam pemadaman api), 0,001 (keterampilan penggunaan APAR), 0,004 (keterampilan pembuatan alat pemadam api sederhana), yaitu ada perbedaan yang signifikan antara tingkat pengtahuan dan keterampilan sebelum dan setelah pelatihan. Adapun peningkatan rata-rata pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang penanggulangan risiko kebakaran berkisar antara 48,3 - 164%. Diharapkan dengan adanya program pelatihan ini, dikemudian hari akan ada tim di setiap RT yang dapat membantu menanggulangi kebakaran dan memberikan sosialisasi terhadap warga di pemukimannya terkait risiko kebakaran serta tata cara penanggulangannya.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Asen, C. N. 2014. Pemetaan Sebaran Pos Pemadam Kebakaran Kota Samarinda. POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA.

Dodman, D., Brown, D., Francis, K., Hardoy, J., Johnson, C. & Satterthwaite, D. 2013. Understanding the nature and scale of urban risk in low-and middle-income countries and its implications for humanitarian preparedness, planning and response, International Institute for Environment and Development London.

Ghifary, A. 2014. Efektivitas Penggunaan Media Iklan Baliho Dalam Mensosialisasikan Bahaya Kebakaran Dikota Samarinda.

Harte, E. W., Childs, I. R. & Hastings, P. A. J. G. R. 2009. Imizamo Yethu: A case study of community resilience to fire hazard in an informal settlement Cape Town, South Africa. 47, 142-154.

Heide, E. A. 2004. Common misconceptions about disasters: Panic, the “disaster syndrome,” and looting. The first 72 hours: A community approach to disaster preparedness, 337.

Jennings, C. R. 2013. Social and economic characteristics as determinants of residential fire risk in urban neighborhoods: A review of the literature. Fire Safety Journal, 62, 13-19.

Karimah, M., Kurniawan, B. & Suroto, S. J. J. K. M. 2016. Analisis Upaya Penanggulangan Kebakaran di Gedung Bougenville Rumah Sakit Telogorejo Semarang. 4, 698-706.

Kelman, I., Mercer, J. & Gaillard, J. J. G. 2012. Indigenous knowledge and disaster risk reduction. 97.

Lindell, M. K. & Whitney, D. J. J. R. A. 2000. Correlates of household seismic hazard adjustment adoption. 20, 13-26.

Macgregor, H., Bucher, N., Durham, C., Falcao, M., Morrissey, J., Silverman, I., Smith, H. & Taylor, A. J. D., UNIVERSITY OF CAPE TOWN, CAPE TOWN 2005. Hazard profile and vulnerability assessment for informal settlements: An Imizamo Yethu case study with special reference to the experience of children.

Murray, M. J. 2009. Fire and Ice: Unnatural Disasters and the Disposable Urban Poor in Post‐Apartheid Johannesburg. International Journal of Urban and Regional Research, 33, 165-192.

Peck, M. D., Kruger, G. E., Van Der Merwe, A. E., Godakumbura, W. & Ahuja, R. B. 2008. Burns and fires from non-electric domestic appliances in low and middle income countries: Part I. The scope of the problem. Burns, 34, 303-311.

Sagala, S., Wimbardana, R. & Pratama, F. P. 2014. Perilaku Dan Kesiapsiagaan Terkait Kebakaran Pada Penghuni Permukiman Padat Kota Bandung.

Sari, L. M. 2010. Upaya pencegahan dan penanggulangan potensi bahaya kebakaran di area outer tube casting pt. Kayaba Indonesia, Bekasi Jawa Barat. Universitas Sebelas Maret.

Satterthwaite, D. J. D. I. E. P. E. I. D. E. G. S. L. R. D. R. D. D. 2011. What role for low-income communities in urban areas in disaster risk reduction.

Twigg, J., Christie, N., Haworth, J., Osuteye, E. & Skarlatidou, A. 2017. Improved methods for fire risk assessment in low-income and informal settlements. International journal of environmental research and public health, 14, 139.

WHO 2011. Burn prevention: success stories and lessons learned.

WHO 2014. Injuries and violence: the facts 2014, World Health Organization.




DOI: https://doi.org/10.25047/j-dinamika.v5i1.1171

DOI (PDF): https://doi.org/10.25047/j-dinamika.v5i1.1171.g1409

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Copyright (c) 2020 J-Dinamika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

J-DINAMIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit pertama kali bulan Juni 2016, dan diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Redaksi J-DINAMIKA mengundang para penulis untuk mengirimkan jurnal hasil pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan. Pendapat yang dimuat pada jurnal ini sepenuhnya merupakan pendapat penulis artikel atau tidak mencerminkan pendapat redaksi.