PENINGKATAN KETERAMPILAN KADER DALAM PENGUKURAN PANJANG BADAN BAYI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERSARI

Dahlia Indah Amareta, Puspito Arum, Faiqatul Hikmah

Abstrak


Stunting atau pendek merupakan keadaan yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan. Keadaan ini berlangsung kronis karena disebabkan oleh malnutrisi jangka panjang. Stunting berkaitan dengan peningkatan risiko kesakitan dan kematian, serta gangguan perkembangan kemampuan motorik dan mental, oleh karena itu stunting pada bayi dan balita perlu menjadi perhatian khusus. Pemantauan pertumbuhan khususnya panjang badan dan atau tinggi badan seharusnya dilakukan sejak dini untuk menilai normal tidaknya pertumbuhan anak. Kecamatan Sumbersari memiliki prevalensi bayi dan balita stunting sebesar 18%, yang terdiri dari kategori sangat pendek dan pendek. Kegiatan pengukuran panjang badan hampir tidak pernah dilakukan pada saat jadwal posyandu, dikarenakan keterbatasan alat. Alat ukur panjang badan yang tersedia terbuat dari kayu, dengan karakteristik berat dan sulit dibawa. Keadaan ini menyebabkan kegiatan pengukuran panjang badan bayi dan balita tidak dapat dilakukan pada saat jadwal posyandu. Persoalan mitra yang muncul dari analisis situasi adalah kurangnya keterampilan kader dalam hal pengukuran dan penggunaan alat ukur panjang badan bayi dan balita, upaya deteksi dini terhadap stunting tidak dapat terlaksana dengan baik karena kegiatan pengukuran panjang badan bayi dan balita tidak dapat terlaksana dan ketidaktersediaan alat ukur panjang badan pada setiap kegiatan posyandu.

Luaran dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah alat ukur panjang badan bayi dan balita portable dan Buku petunjuk operasional. Kegiatan koordinasi dengan mitra meliputi pengumpulan data dan informasi dengan wawancara dan observasi. Kegiatan survey dan desain alat di bengkel menghasilkan output alat ukur panjang badan yang bayi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mitra. Kegiatan pengabdian ini telah menghasilkan alat ukur panjang badan bayi dan balita portable dan buku petunjuk operasional yang diberikan kepada 8 Posyandu di Desa Antirogo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Alat ukur tersebut telah dipergunakan dalam pengukuran panjang badan bayi dan balita saat kegiatan Posyandu.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI

Nutrition Lanscape Information System (NLIS) Country Profile Indicator 2010. Interpretation Guide. Geneva. World Health Organization

World Health Organization.World Health Statistics 2012. Available from www.who.int/gho/publication/woeld_health_statistics/EN_WHS2012

Yunitasari L. 2.12. Perbedaan Intellegence Quotient (IQ) Antara Anak Stunting dan Tidak Stunting Umurr 7-12 tahun di Sekolah Dasar (Studi pada Siswa SD Negeri Buara 04 Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes). Jurnal Kesehatan Masyarakat.; Volume 1 Nomer 2




DOI: https://doi.org/10.25047/j-dinamika.v1i1.128

DOI (PDF): https://doi.org/10.25047/j-dinamika.v1i1.128.g134

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Copyright (c) 2016 J-Dinamika



J-DINAMIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit pertama kali bulan Juni 2016, dan diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Redaksi J-DINAMIKA mengundang para penulis untuk mengirimkan jurnal hasil pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan. Pendapat yang dimuat pada jurnal ini sepenuhnya merupakan pendapat penulis artikel atau tidak mencerminkan pendapat redaksi.