IBM KELOMPOK TANI PADI RAKYAT (PENERAPAN VARIETAS UNGGUL HIBRIDA BARU DAN TEKNIK JAJAR LEGOWO)

M. Zayin Sukri, Titien Suhermiatien

Abstrak


Peningkatan produktivitas padi masih cukup terbuka, karena adanya inovasi teknologi pertanian seperti: a) padi varietas unggul (tipe baru = VUTB; non Hibrida = VUB; Hibrida = VUH) yang mempunyai produktivitas tinggi, dan b) sistem tanam jajar legowo. Sistem jajar legowo adalah teknik tanam yang mengatur jarak tanam antar rumpun dan antar barisan, sehingga terjadi pemadatan rumpun padi dalam barisan serta jarak antar barisan juga lebih lebar. Jumlah rumpun tanaman padi yang ditanam dengan sistem budidaya legowo 2:1 jarak tanam 40 cm x 20 cm x 10 cm mencapai 333.333 rumpun/ha, sedangkan pada sistem tegel jarak tanam 20 cm x 20 cm adalah 250.000 rumpun/ha. Jumlah rumpun tiap hektar sistem budidaya legowo 33,3% lebih banyak dibanding sistem tegel. Keuntungan teknik tanam jajar legowo dua barisan adalah: a) semua barisan pada bagian pinggir memberikan hasil lebih tinggi 1,5 – 2 kali lipat dari produksi yang berada di barisan dalam, b) pengendalian hama, penyakit dan gulma lebih mudah, c) terdapat ruang kosong untuk saluran pengaturan air, pengumpul keong mas serta mina padi, d) aplikasi pupuk lebih efektif. Berdasarkan kondisi di atas maka program IbM kombinasi penerapan varietas unggul hibrida baru dengan produktivitas tinggi dan teknik jajar legowo diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi di tingkat petani.
Dari kegiatan IbM Kelompok tani padi rakyat, dengan penerapan varietas unggul hibrida baru dan teknik jajar legowo yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan sebagi berikut: 1) Budidaya tanaman dengan varietas unggul hibrida baru dan teknik jajar legowo dapat berjalan dengan sebagaimana yang direncanakan; 2) Pertumbuhan tanaman padi hibrida dengan hibrida tampak lebih subur dan lebih produktif dibanding padi non hibrida; 3)Pertumbuhan tanaman pada baris bagian tepi sistem jajar legowo lebih baik dari tanaman pada sistem tanam biasa; 4) Peningkatan hasil gabah varietas hibrida dibanding non hibrida adalah 20,42%, peningkatan hasil sistem legowo 2:1 dibanding sistem tegel 20x20 adalah 9,29%, peningkatan hasil sistem legowo 5:1 dibanding sistem tegel 20x20 adalah 6,24%.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdullah, B., Suwarno, B. Kustianto, dan H. Siregar. 2004. Pembentukan galurpadi sawah tipe baru. http://www.indobiogen.or.id. [3 Maret 2014].

Departemen Pertanian, 2008. Sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SL-PTT) padi. Panduan Pelaksanaan. Departemen Pertanian.

Badan Litbang Pertanian, 2007. Dukungan Litbangtan untuk peningkatan produksi beras nasional (P2BN).Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta Jakarta

Permana S, 1995. Teknologi usahatani mina padi azolla dengan cara tanam jajar legowo. Mimbar saresehan Sistem Usahatani Berbasis Padi di Jawa Tengah.BPTP Ungaran.

Prajitno KS, R. Mudijisihono, dan B. Abdullah. 2006. Keragaan beberapa genotipe padi menuju perbaikan mutu beras. http://ntb.litbang.deptan.go.id. [3 Maret 2014].

Purwanto S., 2008. Implementasi kebijakan untuk pencapaian P2BN.Prosiding seminar apresiasi hasil penelitian padi menunjang P2BN. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Sukamandi.

Sembiring H, 2008. Kebijakan penelitian dan rangkuman hasil penelitian BB Padi dalam mendukung peningkatan produksi beras nasional.Prosiding seminar apresiasi hasil penelitian padi menunjang P2BN. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi.

Suhargiantono, 2006.Program percepatan peningkatan produktivitas padi di Jawa Tengah. Makalah pada Pertemuan teknis peningkatan kinerja jaringan penyuluhan pertanian.BPTP Jawa Tengah.

Suhendrata T, T. J. Paryono, S. Yunus, Widarto, M D. Pawarti, I. Herianti dan I. Hadisubroto. 2004. Laporan Pengkajian. BPTP Jawa Tengah.

Suhendrata T, E. Kushartanti dan S. Joni Munarso, 2008. Keragaan beberapa padi varietas unggul baru di lahan sawah irigasi Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.Prosiding seminar apresiasi hasil penelitian padi menunjang P2BN. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Sukamandi.

Sumiyati. 2007. Uji Daya Hasil Lanjut (UDHL) Galur Harapan Padi Sawah(Oryza sativa L.) Tipe Baru di Kabupaten Bandung. Skripsi. Program Studi Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih. Fakultas Pertanian,Institut Pertanian Bogor. Bogor. 52 hal.

Widarto dan Yulianto, 2001.Teknologi tanam padi sistem jajar legowo dua baris.Rekomendasi paket teknologi pertanian Propinsi Jawa Tengah. BPTP Jawa Tengah.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


J-DINAMIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit pertama kali bulan Juni 2016, dan diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Redaksi J-DINAMIKA mengundang para penulis untuk mengirimkan jurnal hasil pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan. Pendapat yang dimuat pada jurnal ini sepenuhnya merupakan pendapat penulis artikel atau tidak mencerminkan pendapat redaksi.