IbM Pemanfatan Teknologi Tepat Guna Pembuatan Briket Limbah Kotoran Ternak Ruminansia

Asmaul Khusna, Ninik Sri Rahayu, Sari Wiji Utami, Nuraini Lusi

Abstrak


Desa Kumendung terletak di kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, mempunyai luas
sebesar 5,37 km2, dengan jumlah penduduk sebanyak 6.135 jiwa. Mata pencaharian utama
penduduknya adalah sebagai nelayan, petani, dan peternak. Sub sektor peternakan mempunyai
peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat desa Kumendung.
Jumlah ternak yang cukup banyak di desa Kumendung memberikan dampak terhadap
pencemaran lingkungan. Kotoran ternak ruminansia yang ada belum diolah menjadi pupuk
organik maupun sumber energi yang dapat dimanfaatkan oleh warga. Kotoran ternak
ruminansia yang tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan kualitas lingkungan. Gas
methana (CH4) yang dihasilkan oleh kotoran sapi merupakan penyumbang terbesar pada efek
rumah kaca.
Masyarakat desa Kumendung saat ini masih banyak yang menggunakan kayu sebagai bahan
bakar. Penggunaan kayu sebagai bahan bakar dapat digantikan dengan briket yang berbahan
baku dari kotoran ternak ruminansia. Briket kotoran ternak ruminansia sebagai bahan bakar
pengganti kayu bakar dapat menurunkan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh limbah
kotoran ternak dan dapat mengurangi penebangan pohon. Selain itu, briket mempunyai
keuntungan ekonomis karena dapat diproduksi secara sederhana, memiliki nilai kalor yang
tinggi, dan ketersediaan bahan bakunya melimpah di Indonesia sehingga dapat bersaing dengan
bahan bakar lain.
Pemanfaatan teknologi tepat guna yang akan dilakukan melalui kegiatan pengabdian
masyarakat ini diharapkan dapat membantu mitra sasaran dalam memanfaatkan, mengolah,
serta menambah added value limbah ternak ruminansia, sehingga perekonomian masyarakat
juga dapat ikut terangkat. Selain bekerja dengan mata pencaharian utamanya, masyarakat desa
Kumendung juga dapat mendapatkan penghasilan tambahan, atau setidaknya menekan
pengeluaran untuk membeli bahan bakar berupa kayu maupun gas elpiji.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Putri et al. 2014. Pengaruh jenis kotoran ternak terhadap kuantitas biogas. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 4(1): 45-49.

Santoso et al. 2010. Studi Variasi Komposisi Bahan Penyusun Briket dari Kotoran Sapi dan Limbah Pertanian. Universitas Andalas. Padang.

Kasworo et al. 2013. Daur ulang kotoran ternak sebagai upaya mendukung peternakan sapi potong yang berkelanjutan di desa Jogonayan kecamatan Ngablak kabupaten Magelang. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. ISBN 978-602-17001-1-2.

Sarjono dan Ridlo M. 2013. Studi Eksperimental Penggunaan Kotoran Sapi Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Majalah Ilmiah STTR Cepu Nomor 16, Tahun 11, Januari-Juni 2013.

Pancapalaga dan Wihandako. 2008. Evaluasi Kotoran Sapi dan Limbah Pertanian (Kosap Plus) Sebagai Bahan Bakar Alternatif.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


J-DINAMIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit pertama kali bulan Juni 2016, dan diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Redaksi J-DINAMIKA mengundang para penulis untuk mengirimkan jurnal hasil pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan. Pendapat yang dimuat pada jurnal ini sepenuhnya merupakan pendapat penulis artikel atau tidak mencerminkan pendapat redaksi.