Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap di RS Universitas Airlangga

Authors

  • Abdul Haqqi Politeknik Negeri Jember
  • Novita Nur Aini Politeknik Negeri Jember
  • Andri Permana Wicaksono Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.25047/jremi.v1i4.2158

Abstract

One of the hospital's obligations is to organize a medical record. Good or bad medical record-up is a description of the quality of the hospital. The minimum service standard for the patient's return of the patient's medical record is completed by obtaining medical services until the medical record file returns to the medical record room within 2x24 hours. The return of an inpatient medical record in Universitas Airlangga Hospital takes more than 2 X 24 hours, even up to 1 week is calculated since the patient returned home and the file has not been completed 100%. Such problems will result in delayed reporting, provision of old patient medical record files should still be sought in the last location of the borrower's medical record file if not found in the filing rack. There is still an unrecorded return time in the expedition book. There is a problem with the delay in the return of an inpatient medical record so that it is necessary to identify the problem that aims to correct or minimize potential problems. The identification methods used are observation and interview methods. Observations are performed on data sources collected either primary data or secondary data related to the cause of the return of the medical record file. The interview is conducted by the researcher to the officer related to the late return of the inpatient medical record file. The study uses the 5M method (Man, Machine, Method, Material, and Money) by Harrington Emerson.

References

Abdelhak, M., S. Grostik, M.A. Hanker, and E. Jacob. 2001. Health Information:Management of A Strategic Resource 2nd Edition. Philadelphia: W.B Sunders Company.

Anggraini, Debby Marta. 2014. Evaluasi Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap Pada Unit Rekam Medis Bagian Assembling Berdasarkan Metode Fishbone Di RSD Kalisat Jember. Skripsi. Politeknik Negeri Jember.

Budi, S. C. 2011. Manajemen Unit Kerja Rekam Medis. Yogyakarta: Quantum Sinergis Media.

Depkes RI. 2004. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Rumah Sakit. Jakarta:Indonesia.

________. 2008. Permenkes RI Nomer 269/Menkes/Per/III/2008 Tentang Rekam Medis. Jakarta:Indonesia.

________. 2008. Kepmenkes RI Nomer 129/Menkes/SK/II/2008 Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jakarta:Depkes RI.

________. 2009. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Jakarta:Indonesia.

Djusmalinar, N. Ramadani, dan G. D. Natalia. 2017. Analisis Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap Ruang Seruni Ke Bagian Assembling Di Rumah Sakit Dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2017. Jurnal Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 3, No. 1. http://jurnal.saptabakti.ac.id/index.php/jurnalrmik/article/view/3/1.

Dewi, Ni Wayan T.F. 2012. Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Pasien Pulang Dari Ruang Rawat Inap Ke Unit Rekam Medis Di Brsu Tabanan Tahun 2012. Skripsi. Universitas Udayana. http://erepo.unud.ac.id/16201/.

Farhany, N. 2016. Gambaran Kinerja Petugas Dalam Pengembalian Berkas Rawat Inap Dengan Penggunaan Tracer Diruang Penyimpanan RSUP H. Adam Malik. Medan : APIKES Imelda Medan.

Hatta, G. R. 2014. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan Di Sarana Pelayanan Kesehatan. Edisi Revisi 3. Jakarta : Universitas Indonesia.

Indraswaraswanti, Marta. 2017. Analisis Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Pengajuan Klaim BPJS Kesehatan RS. Perkebunan PTPN X Jember. Skripsi. Politeknik Negeri Jember.

Irawan, Andri. 2013. "Pentingnya Pelatihan Dalam Persoalan Kinerja SDM". Bandung.https://repository.fe.unjani.ac.id/pdf/01_Pentingnya_pelatihan_Kajian_Il miah_Andri_Irawan_Revisi_Andri.pdf.

Menkes RI. 2007. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 377/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Menteri Kesehatan RI. http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/KMK_No._377_ttg_Standar_Profes i_Perekam_Medis_dan_Informasi_Kesehatan_.pdf.

________. 2008a. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis. Jakarta: Menteri Kesehatan RI. http://dinkes.surabaya.go.id/portal/files/permenkes/dok_dinkes_87.pdf.

________. 2008b. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jakarta: Menkes RI. http://www.pelkesi.or.id/index.php?option=com_jotloader&section=files &task=download&cid=16_7c615c64254e8d50eb26646be44271fa&Itemid =123.

________. 2010. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 340/Menkes/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit. Jakarta: Menkes RI. https://dokumen.tips/documents/permenkes-no-340-tahun2010-klasifikasi-rumah-sakit.html.

Sugiono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif R&D. Bandung: Alfabeta.

Widiastuti, Q., dan R, Astuti. 2013. Faktor Keterlambatan Penyerahan Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Dari Bangsal ke Assembling di RSJD. Dr. Amino Gundhotomo Semarang 2013. Skripsi. Semarang : Universitas Nuswantoro Semarang.

Published

15-10-2020

How to Cite

Haqqi, A., Aini, N. N., & Wicaksono, A. P. (2020). Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap di RS Universitas Airlangga. J-REMI : Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan, 1(4), 492–501. https://doi.org/10.25047/jremi.v1i4.2158

Issue

Section

Artikel

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>