ANALISIS PROFITABILITAS PENGEMBANGAN USAHA TERNAK ITIK PETELUR DI KECAMATAN BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH

Aditya Dwi Mulyono, Wulan Sumekar, Dwi Sunarti

Abstrak

INTISARI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profitabilitas usaha ternak itik di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan 59 responden peternak itik petelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak di Kecamatan Banyubiru rata-rata memelihara sebanyak 116 ekor itik. Pendapatan rata-rata perbulan yang diperoleh sebesar Rp 1.917.808,00. Hasil analisis profitabilitas menunjukkan Net Profit Margin sebesar 42,74%, ROI sebesar 26,54%, dan Rasio Laba-Biaya sebesar 74,63%.

 

Kata kunci : Itik, Laba, Profitabilitas

 

 

ABSTRACT

The purpose of this study is to know the profitability of laying ducks farm in Banyubiru Subdistrict, Semarang Regency, Central Java Province. This research were collected using 59 respondents was conducted survey method. The results showed that the average ducks farmers in District Banyubiru maintained 116 ducks. Average monthly income of farmers IDR 1.917.808,00. Profitability laying ducks farming business is shown by Net Profit Margin value of 42.74%, ROI of 26.54%, and Cost-Profit Ratio of 74.63%.

 

Key word : Duck, Profit, Profitability

Teks Lengkap:

PDF Remote

Referensi

Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang. 2015. https://semarangkab.bps.go.id/link TabelStatis/view/id/95. Diakses 25 Januari 2015.

Bastian, Idra., Suhardjono. 2006. Akuntansi Perbankan, Edisi Pertama. Salemba Empat. Jakarta.

Boediono. 2002. Ekonomi Mikro. Badan Penerbit Fakultas Ekonomi. Yogyakarta.

Dinas Peternakan Propinsi Jawa Tengah. 2014. Buku Statistik Peternakan Tahun 2014. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Ungaran.

Kasmir. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Ketaren, P. P. 2004. Keong mas (Pomacea caniculata) sebagai pengganti tepung ikan pakan itik jantan. Prosiding Seminar Nasional 2006. Universitas Diponegoro. Semarang.

Murtidjo. A.M. 2003. Mengelola Itik. Kanisius. Yogyakarta.

Rasuli, N., M.A. Saade., dan K. Ekasari. 2007. Analisis margin pemasaran telur itik di Kelurahan Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Jurnal Agrisistem. 5(3):36-43.

Rasyaf, M. 2002. Beternak Itik Komersial. Edisi ke- 6. Kanisius. Yogyakarta.

Satrio, Y. W., S.I. Santoso, dan A. Setiadi. 2015. Analisis pengembangan usaha ternak itik di Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Animal Agriculture Journal. 4(2): 256-259.

Soekartawi. 2003. Agribisnis Teori dan Aplikasi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Suharno, B. dan K, Amri. 2004. Beternak Itik Secara Intensif. Panebar Swadaya. Jakarta.

Sukirno, S. 2003. Pengantar Teori Mikroekonomi. Edisi Ketiga. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.