UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF DALAM PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA IBU RUMAH TANGGA (IRT)

Penulis

  • Ervina Rachmawati Politeknik Negeri Jember
  • Ida Nurmawati
  • Faiqatul Hikmah

Abstrak

Kasus HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es, dengan jumlah orang yang dilaporkan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah kasus yang sebenarnya. Menurut jenis pekerjaan dari tahun 1987 sampai dengan September 2014 ibu rumah tangga menempati urutan teratas dengan 6.539 jiwa penderita (Ditjen PP & PL, Kemenkes RI 2014). Jumlah penderita HIV/AIDS di Puskesmas Kencong pada tahun 2015-2018 sebesar 201 kasus. Masih rendahnya kunjungan VCT pada ibu rumah tangga disebabkan karena stigma negative terhadap penyakit HIV/AIDS, takut mengetahui hasil tes jika positif HIV, takut dikucilkan jika status HIV diketahui oleh masyarakat, serta mereka beranggapan tidak pernah melakukan perilaku beresiko (Hariyanti, 2015). Berdasarkan hasil studi pendahuluan wawancara dengan Kepala Puskesmas kencong Jember diperoleh data bahwa kunjungan VCT paling banyak karena inisiatif dari petugas, sedangkan VCT atas kesediaan atau inisiatif sendiri masih sangat rendah di Kecamatan Kencong. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Ibu Rumah Tangga tentang HIV/AIDS, pencegahan HIV/AIDS melalui penggunaan kondom, dan meningkatkan kesediaan dalam pelaksanaan VCT. Tahapan implementasi terdiri dari studi pustaka, survei lapangan, membuat modul HIV/AIDS dan kondom, pelaksanaan pendidikan kesehatan, pemberian kondom, pelaksanaan VCT, monitoring dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini terdapat peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan peningkatan kesediaan dalam kegiatan VCT pada Ibu Rumah Tangga.

 

Kata kunci: HIV/AIS, Kondom, VCT

Referensi

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Modul Pelatihan Pencegahan penularan HIV/AIDS dari Ibu ke Bayi (Prevention of Mother to Child Transmission). Jakarta: Depkes RI.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. 2015. Laporan Program Penangulangan HIV/AIDS Kabupaten Jember Tahun 2015. Jember: DKK Jember.

Ditjen PP & PL, Kemenkes RI. (2013). Laporan Situasi Perkembangan HIV/AIDS di Indonesia. Jakarta: Depkes RI

. (2014). Statistik Kasus HIV/AIDS di Indonesia Sampai dengan Juni 2014. Jakarta: Kemenkes RI.

Hariyanti, R. 2015. Hubungan Stigma HIV/AIDS paga Ibu Rumah Tangga dengan MInat Melakukan Voluntary, Counselling, and Testing HIV/AIDS di Kelurahan Kricak Tegalrejo. Yogyakarta: D4 Bidan Pendidik STIKES Aisyiyah Yogyakarta.

Irianto K. 2014. Epidemologi Penyakit Menular dan Tidak Menular Panduan Klinis. Bandung: Alvabeta.

Kemenkes. 2011. Laporan Situasi Perkembangan HIV & AIDS di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Nursalam dan Kurniawari. 2007. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Terinveksi. Jakarta: Salemba Medika.

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Jawa Timur. 2014. Laporan Program Penanggulangan HIV dan AIDS Provinsi Jawa Timur. Surabaya: PKBI Jawa Timur.

Pusdatin Kemenkes RI. 2014. Situasi dan Analisis HIV AIDS. Jakarta: Kemenkes RI. Setiyawati, N; Shaluhiyah, Z; Cahyo, K. 2014. Sikap Ibu Rumah Tangga Terhadap Tes

HIV/AIDS di Sleman Yogyakarta. Yogyakarta: Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 9 / No. 1 / Januari 2014.

Sophian A. 2013. Determinan penggunaan pelayanan voluntary counseling and testing (VCT) oleh ibu rumah tangga berisiko tinggi HIV positif di Kabupaten Biak Numfor Papua. Karya Tulis Ilmiah: Jayapura.

Susilowati, T. 2011. Modul Pengobatan dan Perawatan Pasien HIV dan AIDS Panduan Pelatihan Klinis Bagi Tenaga Kesehatan di Puskesmas dalam Pengobatan dan Perawatan Orang yang Terinfeksi HIV Bagian A (Bab I-V). Yogyakarta: Center for Health Policy and Social Change (CHPSC).

##submission.downloads##

Diterbitkan

11-12-2019