PENGEMBANGAN SENTRA AGRIBISNIS CABAI GUNA MENDUKUNG PROGRAM SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDG'S) DI KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER

Penulis

  • Suratno Suratno
  • Refa Firgiyanto
  • Leli Kurniasari

Abstrak

Pertanian merupakan sektor yang berperan besar dalam menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga sektor ini berperan penting dalam pencapaian MDGs maupun SDGs. Salah satu komoditas yang berperan besar dalam sektor pertanian adalah cabai karena tingginya permintaan dan berpengaruh terhadap dinamika perokonomian nasional. Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah pemasokan cabai di wilayah Jawa Timur. Salah satu daerah yang menjadi sentral agribisnis cabai adalah Kecamatan Wuluhan dengan sumbangsih 50% produksi dari total produksi se-Kabupaten Jember. Namun demikian, jumlah produksi cabai mengalami penurunanan dibandingkan tahun 2016 berjumlah 56.422 kwintal. Penggunaan faktor produksi dalam usahatani cabai merah di Wuluhan masih belum efisien baik secara teknis, alokatif, dan ekonomi. Kondisi ini berdampak pada produktivitasnya yang rendah dibandingkan dengan daerah lain. Selain itu, tidak optimalnya proses transfer teknologi dan rendahnya sistem kemitraan dibeberapa kelompok tani juga menjadi penyebab ketidakefisienan proses produksi. Oleh karena itu, diperlukan adanya inovasi teknologi budidaya melalui teknologi terowongan plastik atau sungkup dan perbaikan sistem manajemen usaha tani cabai. Kegiatan pengabdian dilaksanakan mulai bulan Mei – Oktober 2019 di Kelompok Tani Rukun Warga Desa Demangan Keselir, Kecamatan Wuluhan-Kabupaten Jember. Tahapan penerapan teknologi dimulai dari analisis kebutuhan masyarakat, penyuluhan dan pelatihan teknologi terowongan plastik atau sungkup dengan budidaya sesuai GAP, serta perbaikan manajemen usaha tani. Hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan secara umum dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengenai budidaya cabai. Petani mendapat SOP budidaya cabai yang mengacu pada rekomendasi FAO mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi.

 

Kata Kunci :  Agribussines, chili, GAP, production, SDGs

Referensi

Ngoyo M.F. 2015. Mengawal Sustainable Development Goals (SDGs); Meluruskan Orientasi Pembangunan yang Berkeadilan. Sosioreligius 1(1): 78-88

Oktarina Y. 2019. Determinan Konsumsi Cabai Merah Keriting pada Rumah Tangga di Baturaja Kabupaten Oku. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 19 (1): 110-113.

[Pusdatin] Pusat Data dan Informasi Pertanian. 2016. Outlook komoditas sub sektor hortikultura: cabai. Jakarta (ID): Pusat Data dan Informasi Pertanian.

Saptana, C. Muslim, SH Susilowati. 2018. Manajemen rantai pasok komoditas cabai pada Agroekosistem lahan kering di Jawa Timur. Analisis Kebijakan Pertanian 16 (10): 19-41.

Dahlia N. 2016. Fluktuasi dan disparitas harga Cabai di Indonesia. Jurnal Agrosains dan Teknologi 1 (1).

Supriadi H., W.K Sejati. 2018. Perdagangan antarpulau komoditas cabai di Indonesia: Dinamika produksi dan stabilitas harga. Analisis Kebijakan Pertanian 16(2): 111-129.

Irsyad F., E.G. Ekaputra, Assyaukani. Kajian perubahan iklim pada penentuan jadwal tanam cabai di Kabupaten Agam. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas 23(1).

BPS (Badan Pusat Statistika). 2018. Kabupaten Jember dalam Angka. Badan Pusat Statitika. Jember.

Food and Agriculture Organization, Kementerian Pertanian. 2016. Budidaya cabai yang baik dan benar [Internet]. Diakses pada 20 Mei 2019. Tersedia pada http://.deptan.go.id.

##submission.downloads##

Diterbitkan

11-12-2019