OPTIMASI DESA SENTRAL KOPI MELALUI PENDAMPINGAN PENGGUNAAN BAHAN TANAM KLON UNGGUL DI DESA CURAPOH, KECAMATAN CURAH DAMI, BONDOWOSO

Penulis

  • Muhammad Ghufron Rosyady Universitas Jember
  • Dwi Erwin Kusbianto
  • Distiana Wulanjari
  • Susan Barbara Patricia SM

Abstrak

Bondowoso mendeklarisikan sebagai reublik kopi. Kopi Bondowoso yang dikenal sampai kancah internasional adalah kopi Java Ijen-Raung. Pengembangan Desa sentral kopi di Bondowoso masih perlu banyak dikembangkan. Desa Curahpoh, Kecamatan Curah Dami, Kabupaten Bondowoso memiliki potensi dalam menghasilkan kopi yang berkualitas serta dapat diarahkan menjadi Desa sentral kopi. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah harga kopi yang tidak menentu dan cenderung dibeli dengan harga murah. Tengkulak cenderung membeli harga murah karena kualitas kopi yang rendah. Kualitas kopi yang rendah dikarenakan jenis varietas kopi yang ditanam beragam (tidak jelas). Jenis kopi yang beragam akan berpengaruh pada masa pemasakan, masa pemasakan akan berpengaruh pada waktu panen dan karena pemasakan yang tidak seragam maka kualitas kopi tidak baik. Kegiatan pengabdian difokuskan pada pendampingan penggunaan bahan tanam klon unggul kopi untuk mendukung Desa Curahpoh menjadi Desa Sentra Kopi. Hasil survei menunjukkan klon kopi robusta tidak jelas. Asal usul tanaman kopi adalah bibit cabutan dari kebun kopi milik perkebunan dan petani tidak mengetahui klon kopi yang mereka tanam.  Pada waktu survey, sedikit sekali tanaman kopi yang berbuah baik, hal ini dikarenakan klon kopi tidak jelas. Selain itu petani tidak mengerti jika penanaman kopi robusta harus ditanam multiklonal Lahan kopi di Curahpoh masuk dalam kategori lahan kering, sehingga klon anjuran merupakan klon yang sesuai untuk lahan kering. Klon kopi robusta anjuran untuk wilayah kering yaitu Klon BP 939, BP 936 dan BP 409. Bantuan klon unggul diperlukan sebagai bahan tanah awal bagi petani. Pelatihan pembibitan kopi diperlukan supaya petani kopi mampu membuat bibit kopi secara mandiri, tidak hanya mengharapkan bantuan ataupun bibit asalan. Kemandirian petani yang menjadi penentu untuk setiap keberhasilan program pengabdian.

 

 Kata Kunci— klon unggul, kopi, survei

Referensi

Baron, Y.G. dan E.T. Fukunaga. Harvesting and Processing of Top Quality Coffe. Extention circular 359. Hawaii Institute of Tropical Agriculture and Human Resources University of Hawaii. 1986.

C.R. Putra. Fakta Menarik Seputar Bondowoso Republik Kopi yang Mendunia. https://ublik.id/fakta-menarik-seputar-bondowoso-republik-kopi-yang-mendunia/ . Diakses tanggal 11 Maret 2019. 2018.

Hulupi R, Martini E. Pedoman Budi Daya dan Pemeliharaan Tanaman Kopi di Kebun Campur. Bogor, Indonesia: World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Program. 2013.

Kandari, A.M., L.O. Safuan dan L.M. Amsil. Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora) Berdasarkan Analisis Data Iklim Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografi. JURNAL AGROTEKNOS. 2013. Vol. 3 No. 1. Hal 8-13.

Puslitbangbun. Persiapan dan Kesesuaian Lahan pada Tanaman Kopi, dalam http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/?p=18530, Diakses Tanggal 4 Desember 2017. 2017.

Diterbitkan

11-12-2019