INTENSIVIKASI USAHA TERNAK SAPI POTONG DESA PURNAMA MELALUI PEMANFAATAN PAKAN SILASE DAN PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK

Penulis

  • Nur Widodo Universitas Jember
  • Melinda Erdya Krismaputri
  • Listya Purnamasari
  • Himmatul Khasanan

Abstrak

program pengembangan desa binaan ini dilakukan di Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso yang merupakan salah satu desa binaan Universitas Jember dan menjadi tujuan KKN mahasiswa universitas jember tahun 2018. Tujuan yang ditetapkan pada program ini adalah terjadinya peningkatan atau intensivikasi budidaya sapi potong dengan menerapkan teknologi pengolahan pakan silase, pembuatan pakan konsentart komplit (complete feed), dan  pengolahan limbah budidaya ternak sapi. Metode pelaksanaan pengembangan desa binaan diawali dengan: kegiatan sosialisai program pengabdian pada masyarakat, workshop manajeman budidaya ternak, workshop tentang teknologi pengolahan pakan silase dan pembuatan pakan konsentart komplit (complete feed) dengan memanfaatkan potensi pakan dan limbah yang ada didesa Purnama dan sekitarnya, kemudian diikuti dengan kegiatan praktek pembuatan complete feed untuk ternak, dan Workshop pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik. Target dari kegiatan ini yaitu bersama dengan pemerintah Desa Purnama melakukan pemberdayaan petani peternak untuk mampu menerapkan manajemen budidaya yang tepat, teknologi pengolahan pakan konsentrat, manajeman kesehatan ternak, dan pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik untuk mendukung program pertanian organik di desa Purnama.

 

Kata Kunci— Intensifikasi budidaya sapi potong, Pakan silase, pakan konsentrat, Pupuk organik

 

Referensi

Febrina, D. Dan M. Liana. 2008. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ruminansia pada petern akrakyat di kecamatan rengat barat kabupaten Indragiri hulu. Jurnal peternakan, 5(1).

Latief, R., E. Sutrisno, dan M.H. Widodo. 2014. Pengaruh jumlah kotoran sapi terhadap konsentrasi gas amonia (NH3) di dalam rumah (Studi kasus: Desa dalangan Kelurahan Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang). Jurnal Teknik Lingkungan, 3(1): 1-9.

Roidah, I.S., 2013. Manfaat penggunaan pupuk organic untuk kesuburan tanah. Jurnal Bonorowo, (1) : 30-43.

Xiaohou, S., T. Min, J. Ping, dan C. Weiling. 2008. Effect of EM bokashi application on control of secondary soil salinization. Water Science and Engineering, 1(4): 99-106.

Dahono. 2012. Pembuatan kompos dan pupuk cairorganik dari kotoran dan urin sapi. Loka pengkajian teknologi pertanian (LPTP) Kepulauan Riau

Isgianto,S. Karsono,A. Munip, dan Riwanodjo. 1992 Penggunaan pupuk organic dan pengelolaannya pada padi sawah. p.14-21.

Nurhayati, A. Jamil, dan R. S. Anggraini. 2011. Potensi limbah pertanian sebagai pupuk organik lokal di lahan kering dataran rendah iklim basah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau. Iptek Tanaman Pangan Vol. 6 No. 2 :193 -202.

Rothrock Jr. M.J., K.L. Cook, J.G. Warren, and K. Sistani. 2008. The effect of alum addition on microbial communities in poultry litter. Poult. Sci., 87:1493-1503.

Diterbitkan

11-12-2019