PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT (POP) BERBASIS BAHAN KOTORAN TERNAK DENGAN MEMANFAATKAN BIOAKTIVATOR ISI RUMEN SAPI

Penulis

  • Nur Kholis
  • Suluh Nusantoro
  • Aan Awaludin

Abstrak

 Peningkatan jumlah populasi ternak di satu sisi akan berdampak negatif terhadap turunnya kualitas lingkungan, ini dikarenakan limbah yang dihasilkan berpotensi sebagai bahan yang dapat menimbulkan pencemaran. Pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya organisme atau zat ke dalam lingkungan, dimana pada kadar tertentu akan berakibat pada turun atau hilangnya fungsi dari  lingkungan. Limbah ternak dapat berupa urin dan feses, dimana kesemuanya dapat menghasilkan gas yang berbahaya, misal CH4, NH3, SO2 dan NO2. Permasalahan limbah ternak sudah menjadi permasalahan bersama, apabila tidak segera ditanggulangi akan berdampak lebih luas terhadap kerusakan lingkungan. Pengolahan limbah peternakan untuk dijadikan pupuk organik merupakan cara sederhana yang mampu mengurangi/meminimalisasi dari dampak negatif kotoran ternak. Pengolahan pupuk organik dari kotoran ternak dapat menggunakan mikroorganisme lokal (MOL) sebagai stater yang berfungsi untuk mempercepat proses penguraian/pendekomposisian bahan organik kotoran. MOL dapat dibuat dari bahan yang ada disekitar, misal isi rumen yang meruopakan limbah rumah potong hewan (RPH). Pada program pengabdian ini akan didesiminasikan tentang pengetahuan dan teknologi tepat guna dalam mengolah pupuk organik padat berbahan kotoran padat ternak dengan menggunakan bioaktivator isi rumen. Mitra pengabdian adalah kelompok ternak sapi potong “Sido Makmur†yang beralamat di desa Umbulrejo, kecamatan Umbulsari, kabupaten Jember. Dengan adanya program pengabdian diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang selama ini dihadapi, yaitu pengolahan limbah dan menjaga kesehatan ternak.              

 

Kata kunci: Limbah padat ternak, MOL, isi rumen, dan pupuk organik padat

Referensi

Affandi. 2008. Pupuk Organik Cair dari Kotor Ternak.http://affandi21.xanga.com/644038359/pemanfaatan-urine-sapiyang-difermentasi-sebagai-nutrisi tanaman/

Awaludin A., Nurkholis, and Suluh N., 2018. Identifythe Diversityof Helminth Parasites in Cattle in Jember District (East Java – Indonesia). IOP Conf.Ser.: Earth Environ. Sci. 207 012031 pp1-5.

Budiyanto, M. A. K. (2011). Tipologi Pendayagunaan Kotoran Sapi dalam Upaya Mendukung Pertanian Organik di Desa Sumbersari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.Jurnal UMM. Vol 7. No. 1.43.

Firmansyah M., A., 2011. Peraturan Tentang Pupuk, Klasifikasi Pupuk Alternatif dan Peranan Pupuk Organik Dalam Peningkatan Produksi Pertanian. Dinas Pertanian dan Peternakan Pemprov. Kalteng.

Setiawan A., I., 2008. Memanfaatkan Kotoran Ternak. Penerbit Penbar Swadaya. Depok.

Sukmana R. W., dan Anny M., 2011. Biogas dari Limbah Ternak. Penerbit Nuansa. Bandung.

##submission.downloads##

Diterbitkan

11-12-2019