Pelatihan Usaha Budidaya Ikan Nila (Oreochromis Nilotus) dengan Teknologi RAS (Recirculating Aquaculture System) di Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Kembaran, Banyumas

Authors

  • Ade Rusman Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Teguh Pribadi Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Regawa Bayu Pamungkas Fakultas Teknik dan Sains
  • Hamami Alfasani Dewanto Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Perikanan
  • Fitriyani Fitriyani Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Diniatik Diniatik Universitas Muhammadiyah Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.25047/j-dinamika.v10i3.6411

Keywords:

Ikan nila, jatam, pelatihan, pemberdayaan., RAS

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) dikenal sebagai ikan konsumsi dengan harga terjangkau, pertumbuhan cepat, serta mudah dibudidayakan. Namun, permasalahan yang sering dihadapi para pembudidaya tradisional adalah keterbatasan lahan, kualitas air yang fluktuatif, serta rendahnya produktivitas. Recirculating Aquaculture System (RAS) merupakan salah satu teknologi modern dalam budidaya ikan yang dapat menjawab tantangan tersebut. Melalui RAS, kualitas air dapat dikontrol karena air terus disirkulasikan melalui filter mekanis maupun biologis. Dengan demikian, tingkat kelangsungan hidup ikan meningkat, padat tebar dapat diperbesar, penggunaan air lebih efisien serta ramah lingkungan. Lembaga Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi umat memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi usaha perikanan berkelanjutan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan budidaya ikan nila dengan RAS adalah anggota JATAM memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengelola usaha perikanan modern, meningkatkan kemandirian ekonomi, mendorong tumbuhnya sentra-sentra perikanan berbasis komunitas yang berdaya saing, dan mendukung ketahanan pangan nasional. Penerapan budidaya ikan nila dengan RAS di lingkungan JATAM Muhammadiyah berorientasi pada peningkatan produktivitas, efisiensi, keberlanjutan, dan pemberdayaan. Berdasarkan pengamatan dan nilai rata-rata pre test (56±11,05), post test (71,33±14,45) dan nilai P-value 5,99×10-5 (< 0,05) maka kegiatan telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan dan tingkat kepuasan peserta sangat puas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] A. Widodo et al., “Potensi adopsi teknologi resirkulasi akuakultur (RAS) skala rumah tangga dalam penggemukan kepiting,tantangan dan peluang bagi petani tambak tradisional desa Pulokerto Pasuruan,” vol. 3, no. 2, pp. 79–90, 2025.

[2] C. R. Koraag et al., “Metode Penyuluhan Baru: Inovasi untuk Meningkatkan Efektivitas dan Partisipasi,” Merenda J. Penyuluh Agama, vol. 1, no. 1, pp. 19–22, 2024, [Online]. Available: https://jurnal.peneliti.net/index.php/MJPA/article/view/9414

[3] B. D. H. Setyono, M. Junaidi, A. R. Scabra, and H. Kaswadi, “Penerapan Teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) Untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan Pada Budidaya Ikan Nila Di Desa Sokong Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara,” Indones. J. Fish. Community Empower., vol. 1, no. 1, pp. 69–76, 2021, doi: 10.29303/jppi.v1i1.128.

[4] F. Murray, J. Bostock, and D. Fletcher, “Review of Recirculation Aquaculture System Technologies and their Commercial Application Prepared for Highlands and Islands Enterprise,” vol. 44, no. March, pp. 1–82, 2014, [Online]. Available: http://hdl.handle.net/1893/21109

[5] N. Aich, S. Nama, A. Biswal, and T. Paul, “a Review on Recirculating Aquaculture Systems: Challenges and Opportunities for Sustainable Aquaculture,” Inno. Farm, vol. 5, no. 1, pp. 17–24, 2020, [Online]. Available: www.innovativefarming.in

[6] R. Malone, “Recirculating Aquaculture Tank Production Systems A Review of Current Design Practice,” South. Reg. Aquac. Cent., no. 453, pp. 1–12, 2013, [Online]. Available: http://fisheries.tamu.edu/files/2013/09/SRAC-Publication-No.-453-Recirculating-Aquaculture-Tank-Production-Systems-A-Review-of-Current-Design-Practice.pdf

[7] R. Aziz and E. Barades, “Adaptasi benih ikan nila (Oreochromis niloticus) pada kenaikan salinitas yang berbeda,” J. Perikan., vol. 11, no. 3(110), pp. 251–258, 2021, doi: 10.51452/kazatu.2021.3(110).520.

[8] P. Van Eeuwijk and Z. Angehrn, “How to.... conduct a focus group discussion (FGD): Methodological Manual,” Zurich Open Repos. Arch., no. April, pp. 1–16, 2017.

[9] A. Nurjanah, “Pengukuran keberhasilan diklat melalui model evaluasi Kirkpatrick,” Tatar Pas. J. Diklat Keagamaan, vol. XII, no. April, pp. 71–82, 2018, [Online]. Available: file:///C:/Users/ASUS/Downloads/55-457-2-PB (1).pdf

[10] S. Dube and N. Mabika, “Factors affecting the adoption of modern fish farming technologies in Gokwe South District, Zimbabwe,” Int. J. Sci. Reports, vol. 9, no. 1, pp. 11–16, 2022, doi: 10.18203/issn.2454-2156.intjscirep20223371.

Published

2025-12-16

How to Cite

[1]
A. Rusman, T. Pribadi, R. B. Pamungkas, H. A. Dewanto, F. Fitriyani, and D. Diniatik, “Pelatihan Usaha Budidaya Ikan Nila (Oreochromis Nilotus) dengan Teknologi RAS (Recirculating Aquaculture System) di Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Kembaran, Banyumas”, j-dinamika, vol. 10, no. 3, pp. 337–341, Dec. 2025.

Issue

Section

Article

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.