Pemetaan Kejadian Stunting Dengan Perilaku Stop Buang Air Besar Sembarangan Per Kabupaten/Kota Di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2021

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.25047/j-remi.v4i4.4085

Kata Kunci:

SIG, Stop BABS, Stunting

Abstrak

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita yang dikarenakan kurangnya asupan gizi dalam waktu lama sehingga terjadi infeksi berulang serta kekurangan gizi kronis. Dampak dari stunting adalah penurunan kekebalan hingga penurunan prestasi akademik di masa dewasa. Selain kurangnya konsumsi makanan bergizi, faktor lain seperti kondisi sanitasi yang buruk seperti perilaku buang air besar sembarangan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting. Pembuangan kotoran manusia yang tidak higienis menyebabkan lingkungan hidup tercemar tinja dan berdampak kepada terpaparnya bakteri penyebab diare pada anak-anak. NTT merupakan salah satu provinsi yang memiliki angka prevalensi stunting yang tinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui sebaran kondisi stunting di NTT dan dikaitkan dengan status Desa/Kelurahan di NTT yang masih melakukan buang air besar sembarangan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan menggunakan teknik klasifikasi, scoring, dan overlay. Hasilnya bahwa terdapat tujuh Kabupaten yang menjadi prioritas penanggulangan stunting dengan intervensi terhadap perilaku masyarakat untuk stop BABS. Kabupaten tersebut diantaranya Rote Ndao, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Kupang, Timor Tengah Utara, dan Malaka.

Referensi

H. jung Lee, M. W. Murimi, and J. A. Dawson, “Factors Associated with Child Malnutrition in the Somali Region of Ethiopia: a Cross-Sectional Survey,” Global Social Welfare, vol. 9, no. 2, 2022, doi: 10.1007/s40609-021-00212-9.

Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Di Kabupaten/Kota. Jakarta: Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional, 2018.

R. Chambers and G. von Medeazza, “Undernutrition’s blind spot: a review of fecally transmitted infections in India,” Journal of Water, Sanitation and Hygiene for Development, vol. 4, no. 4, pp. 576–589, Dec. 2014, doi: 10.2166/washdev.2014.027.

A. Chattopadhyay et al., “WASH practices and its association with nutritional status of adolescent girls in poverty pockets of eastern India,” BMC Womens Health, vol. 19, no. 1, p. 89, Dec. 2019, doi: 10.1186/s12905-019-0787-1.

H. Rakotomanana, J. J. Komakech, C. N. Walters, and B. J. Stoecker, “The who and unicef joint monitoring programme (Jmp) indicators for water supply, sanitation and hygiene and their association with linear growth in children 6 to 23 months in east Africa,” Int J Environ Res Public Health, vol. 17, no. 17, 2020, doi: 10.3390/ijerph17176262.

Z. Gizaw, A. W. Yalew, B. D. Bitew, J. Lee, and M. Bisesi, “Stunting among children aged 24–59 months and associations with sanitation, enteric infections, and environmental enteric dysfunction in rural northwest Ethiopia,” Sci Rep, vol. 12, no. 1, p. 19293, Nov. 2022, doi: 10.1038/s41598-022-23981-5.

A. Olo, H. S. Mediani, and W. Rakhmawati, “Hubungan Faktor Air dan Sanitasi dengan Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia,” Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, vol. 5, no. 2, 2020, doi: 10.31004/obsesi.v5i2.788.

L. Badriyah and A. Syafiq, “The Association Between Sanitation, Hygiene, and Stunting in Children Under Two-Years (An Analysis of Indonesia’s Basic Health Research, 2013),” Makara Journal of Health Research, vol. 21, no. 2, Aug. 2017, doi: 10.7454/msk.v21i2.6002.

S. Opu and H. Hidayat, “Hubungan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Dengan Upaya Penurunan Angka Stunting Pada Balita,” Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, vol. 21, no. 1, 2021, doi: 10.32382/sulolipu.v21i1.1967.

J. E. T. Grimes et al., “Sanitation, hookworm, anemia, stunting, and wasting in primary school children in southern Ethiopia: Baseline results from a study in 30 schools,” PLoS Negl Trop Dis, vol. 11, no. 10, p. e0005948, Oct. 2017, doi: 10.1371/journal.pntd.0005948.

J. H. Rah, A. A. Cronin, B. Badgaiyan, V. Aguayo, S. Coates, and S. Ahmed, “Household sanitation and personal hygiene practices are associated with child stunting in rural India: A cross-sectional analysis of surveys,” BMJ Open, vol. 5, no. 2. 2015. doi: 10.1136/bmjopen-2014-005180.

B. A. Woodruff, J. P. Wirth, A. Bailes, J. Matji, A. Timmer, and F. Rohner, “Determinants of stunting reduction in Ethiopia 2000 – 2011,” Matern Child Nutr, vol. 13, no. 2, 2017, doi: 10.1111/mcn.12307.

H. J. Niedfeldt et al., “Use of technology to access health information/services and subsequent association with wash (water access, sanitation, and hygiene) knowledge and behaviors among women with children under 2 years of age in Indonesia: Cross-sectional study,” JMIR Public Health Surveill, vol. 7, no. 1, 2021, doi: 10.2196/19349.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022,” Kemenkes RI, 2022.

V. B. Kusnandar, “Prevalensi balita stunting di 6 provinsi ini masih tinggi,” Katadata Media Network. 2021.

M. J. De Smith, M. F. Goodchild, and P. Longley, Geospatial analysis: a comprehensive guide to principles, techniques and software tools . Troubador Publishing Ltd., vol. 1, no. July. 2007.

Badan Pusat Statistik, Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam Angka 2021. BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2021.

A. F. Arief Lopa, D. Darmawansyih, and F. A. Helvian, “Hubungan Pelaksanaan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Dengan Kejadian Stunting,” UMI Medical Journal, vol. 7, no. 1, pp. 26–36, Jun. 2022, doi: 10.33096/umj.v7i1.143.

F. Cahyono, S. P. Manongga, and I. Picauly, “Faktor Penentu Stunting Anak balita pada Berbagai Zona Ekosistem Di Kabupaten Kupang,” Jurnal Gizi dan Pangan, vol. 11, no. 1, 2016, doi: https://doi.org/10.25182/jgp.2016.11.1.%25p.

S. F. Nashriyah, M. R. Makhful, and Y. P. Devi, “Gambaran Spasial Hubungan Antara Faktor Lingkungan Dan Ekonomi Dengan Stunting Balita Di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” Jurnal Spatial Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi, vol. 23, no. 2, 2023, doi: 10.21009/spatial.232.01.

I. S. Nasution and Susilawati, “Faktor Water, Sanitation, dan Hygiene (WASH) dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kawasan Pesisir,” Health Information : Jurnal Penelitian, vol. 15, no. Supp., Jun. 2023, Accessed: Aug. 30, 2023. [Online]. Available: https://myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id/index.php/hijp/article/view/934

A. Lai, I. Velez, R. Ambikapathi, K. Seng, O. Cumming, and J. Brown, “Risk factors for early childhood growth faltering in rural Cambodia: a cross-sectional study,” BMJ Open, vol. 12, no. 4, 2022, doi: 10.1136/bmjopen-2021-058092.

S. M. Sanam, I. Manurung, and S. Purnawan, “Pemetaan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Bati Berdasarkan Ketersediaan Air Bersih,” Media Kesehatan Masyarakat, vol. 3, no. 2, 2021, doi: 10.35508/mkm.v3i2.3082.

B. Sahiledengle et al., “Association between water, sanitation and hygiene (WASH) and child undernutrition in Ethiopia: a hierarchical approach,” BMC Public Health, vol. 22, no. 1, 2022, doi: 10.1186/s12889-022-14309-z.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Permenkes No. 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat . Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Accessed: May 29, 2023. [Online]. Available: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/116706/permenkes-no-3-tahun-2014

E. Fitriami and T. Huriah, “Determinan kejadian Stunting pada Anak di Indonesia : A Literature Review,” Jurnal Smart Keperawatan, vol. 6, no. 2, p. 113, Dec. 2019, doi: 10.34310/jskp.v6i2.190.

M. Ali, “Multisectoral approach to nutrition in Pakistan,” Journal of Water Sanitation and Hygiene for Development, vol. 9, no. 1, 2019, doi: 10.2166/washdev.2018.122.

Barliansyah, I. Efendy, and D. Syamsul, “Faktor Yang Mempengaruhi Stop Buang Air Besar Sembarangan di Wilayah Kerja Puskesmas Simeulue Barat,” Jurnal Kesehatan Cehadum, vol. 1, no. 4, pp. 21–30, 2019, Accessed: May 29, 2023. [Online]. Available: https://jkc.puskadokesa.com/jkc/article/view/32

A. Kris Wijayanti, L. Widagdo, Z. Shaluhiyah, B. Pendidikan Kesehatan Ilmu Perilaku, and F. Kesehatan Masyarakat, “Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Buang Air Besar di Jamban di Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 4, no. 1, pp. 450–460, Mar. 2016, doi: 10.14710/JKM.V4I1.11855.

A. Aulia, N. Nurjazuli, and Y. H. Darundiati, “Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Desa Kamal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes,” Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), vol. 9, no. 2, pp. 166–174, Mar. 2021, doi: 10.14710/jkm.v9i2.29411.

R. Paladiang, J. Haryanto, and E. M. Marah Has, “Determinan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Desa Kiritana Kecamatan Kambera,” Indonesian Journal of Community Health Nursing, vol. 5, no. 1, 2020, doi: 10.20473/ijchn.v5i1.17545.

J. Solekha, “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Margadana Kota Tegal),” 2019.

K. Conway et al., “Drivers of stunting reduction in Nepal: a country case study,” Am J Clin Nutr, vol. 112, pp. 844S-859S, Sep. 2020, doi: 10.1093/ajcn/nqaa218.

Diterbitkan

2023-09-14

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Pemetaan Kejadian Stunting Dengan Perilaku Stop Buang Air Besar Sembarangan Per Kabupaten/Kota Di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2021. (2023). J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, 4(4), 228-238. https://doi.org/10.25047/j-remi.v4i4.4085

Artikel Serupa

11-20 dari 27

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama