ANALISIS FAKTOR RISIKO PADA PENYAKIT KARSINOMA PARU (C34) PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BALADHIKA HUSADA JEMBER
DOI:
https://doi.org/10.25047/j-remi.v2i2.2197Abstrak
Karsinoma Paru atau biasa dikenal dengan kanker paru merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit di dunia hingga mencapai 7,6 juta kematian atau sekitar 13 % dari semua diagnosis kanker. Rumah Sakit Baladhika Husada Jember merupakan rumah sakit tingkat III di Kabupaten Jember yang memiliki layanan onkologi dan kemoterapi termasuk diagnosis kanker. Berdasarkan data yang ada angka morbiditas dan mortalitas kejadian karsinoma paru selalu meningkat pada tahun 2016-2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko karsinoma paru yaitu usia, jenis kelamin, riwayat merokok, riwayat genetik dan predisposisi penyakit paru lain berdasarkan data rekam medis pasien rawat inap yang mengalami gangguan penyakit paru di RS Baladhika Husada Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 98 responden. Analisa data menggunakan univariat, bivariat melalui uji chi square dan multivariat melalui uji regresi logistik. Hasil penelitian analisis bivariat seluruh variabel independen masing-masing memiliki pengaruh terhadap kejadian karsinoma paru. Hasil penelitian multivariat menunjukkan variabel yang diteliti memiliki pengaruh secara simultan dengan p value=0,000(<0,05). Sedangkan secara parsial ada pengaruh pada variabel usia p value=0,003(<0,05), riwayat merokok p value=0,003(<0,05), riwayat genetik p value=0,002(<0,05), predisposisi penyakit paru lain p value=0,000(<0,05), namun pada variabel jenis kelamin p value=0,857(>0,05) sehingga jenis kelamin tidak berpengaruh secara parsial terhadap karsinoma paru. Disimpulkan bahwa faktor risiko dapat menjelaskan pengaruh terhadap kejadian karsinoma paru sebesar 84.8%, hal ini diharapkan dapat dijadikan informasi untuk menanggulangi peningkatan angka morbiditas dan mortalitas kejadian karsinoma paru.Referensi
Alsagaff, H. 1995. Kanker Paru dan Terapi Paliatif. Cetakan ke 1. Surabaya: Airlangga University Press.
Alsagaff, H dan Mukti, A. 2015. Anatomi dan Fisiologi Paru. Edisi 4. Surabaya: Airlangga University Press.
Amos CI et.al. 1992. Occupational Risk Factors of Lung Cancer : A Hospital Based Case-Control Study. Occupational and Environmental Medicine, 322–327.
Benazir, S. 2013. Faktor Risiko Kejadian Kanker Paru pada Pasien Rawat Inap dan Rawat dan Rawat Jalan di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta Tahun 2011-2012. Jakarta : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 5–7.
Biesalski, H. K. 2008. European Consensus Statement on Lung Cancer : Risk factors and prevention. Lung Cancer Panel. American Cancer Society Journal.
Corwin, E.J. 2009. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta : EGC.
Ditjen PP & PL Kementrian Kesehatan RI. 2004. Laporan Survei Penyakit Tidak Menular. www.depkes.go.id/.
Evelyn. 2009. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta : Gramedia.
Ghozali, I. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Global Bioscience. 2013. Tahapan Kanker Paru. http://www.cancerhelps.com.
GLOBOCAN. 2012. Estimated Cancer Incidence, Mortality and Prevalence Worldwide in 2012. https://gco.iarc.fr/
Gupta, dkk. 2014. Assosiasion of Opioid Requirement and Cander Pain in Advanced Non-Small Cell Lung Cancer. British Journal of Anaesthesia.
Guyton. 2007. Buku Ajar Fisioterapi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta : EGC.
Hembing. 2005. Menghindari Kanker dengan Menerapkan Pola Hidup Sehat. http://cybermed.cbn. net.id/.
Hidayat, A. A. 2010. Metode Penelitian Kesehatan Paradigma Kuantitatif. Cetakan ke 2. Surabaya: Health Books Publishing
Husni, H. 2017. Gambaran Komplikasi Kanker Paru Pada Pasien yang Dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2013-2016. Universitas Andalas.
Juarfianti, dkk. 2015. Kapasitas Vital Paru pada Penduduk Dataran Tinggi Desa Rurukan Tomohon. https://ejournal.unsrat.ac.id/. Jurnal E-Biomedik 3(1), 430–434.
KEMENKES RI. 2008. Peraturan Menteri Kesehatan No. 269/Menkes/III. Tentang Rekam Medis. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
KEMENKES RI. 2008. Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
McArdle. 2006. Exercise Physiology: Energy, Nutrition, and Human Performance. 4th Edition. USA: Williams and Wilkins.
Mulyani H, dkk. 2014. Hubungan Karakteristik Penderita dengan Gambaran Sitopatologi pada Kasus Karsinoma Paru yang Dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Padang : Jurnal FK Universitas Andalas, 196–201.
Natasya, N. 2016. Karakteristik Kanker Paru di RSUP Sanglah Denpasar pada Tahun 2014-2015. https://sinta.unud.ac.id/
Notoatmodjo, S. 2010. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Nuraini, P. 2011. Faktor Risiko Kanker Paru di RSUP Persahabatan tahun 2009-2010. Jakarta : Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah.
Otto, S. E. 2005. Buku Saku Keperawatan Onkologi. Cetakan ke 1. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Parkim DM et al. 2000. Occupational Exposure and Lung Cancer Risk : A Population-based Case-Referent Study in Sweden. American Journal of Epidemiology, 32–40.
Prabandari, E. E. 2017. Perbedaan Nilai Peak Expiratory Flow Antara Penderita Asma dan Tidak Asma pada Mahasiswa Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang. eprints.umm.ac.id/
Presiden Republik Indonesia. 2009. Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. http://www.depkes.go.id/
Price S.A. dan Wilson. 1982. Patofisiologi : Konsep Klinik Proses-proses Penyakit. Jakarta : EGC.
Putra, dkk. 2015. Masalah Kanker Paru Pada Lanjut Usia. https://www.researchgate.net/publication/283497307_Masalah_Kanker_Paru_pada_Lanjut_Usia. Jakarta : Universitas Indonesia.
Ruano-Ravina et. al. 2002. Lung cancer and related risk factors: an update. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12825464. Public Health, 149–156.
Setiawan dan Prasetyo. 2015. Metodologi Penelitian Kesehatan untuk Mahasiswa Kesehatan. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Stefani et.al. 2003. Cigarette smoking and risk of large cell carcinoma. Lung Cancer, 267—274.



