Perancangan Aplikasi Pembelajaran Kodifikasi Klinis Berbasis Web
DOI:
https://doi.org/10.25047/j-remi.v5i2.4427Kata Kunci:
Kodifikasi Klinis, Media Pembelajaran, Aplikasi, WaterfallAbstrak
Salah satu kompetensi utama seorang Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) adalah keterampilan bidang kodifikasi klinis. Permasalahan yang masih terjadi adalah ketidakakuratan hasil kodifikasi klinis. Salah satu aspek penyebabnya adalah kompetensi SDM, yaitu kurangnya pengetahuan dan keterampilan PMIK terkait aturan dan tata cara kodifikasi klinis. Oleh karena itu, pembuatan aplikasi media pembelajaran kodifikasi klinis berbasis web dibutuhkan untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PMIK. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan rancangan media pembelajaran kodifikasi klinis berbasis web. Perancangan dilakukan pada bulan Mei hingga September 2023 dengan menggunakan metode waterfall. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa dan dosen bidang manajemen informasi kesehatan serta praktisi PMIK. Objek penelitiannya adalah rancangan media pembelajaran berbasis web. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dari perancangan ini adalah rancangan Unified Modelling Language (UML) yang terdiri dari use case diagram dan activity diagram, DFD level 0, rancangan basisdata yang terdiri dari tabel-tabel basis data dan rancangan relasional antartabel, serta rancangan antarmuka pengguna (user interface) yang terdiri dari tampilan login, menu home/dashboard, materi, dan latihan. Hasil rancangan sebaiknya ditindaklanjuti sebagai cetak biru untuk proses pengembangan prototype sistem.
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/312/2020 tentang Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020.
D. I. Yuniati, “Analisis Hasil Koding yang Dihasilkan oleh Coder di Rumah Sakit Pemerintah X di Kota Semarang Tahun 2012,” J. Ekon. Kesehat. Indones., vol. 1, no. 4, pp. 167–174, 2017.
WHO, International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problem. Geneva: WHO, 2016.
C. Dimick, “Achieving coding consistency,” J. AHIMA, vol. 81, no. 7, 2010.
A. E. Pramono and Nuryati, “Keakuratan Kode Diagnosis Penyakit Berdasarkan ICD-10 Di Puskesmas Gondokusuman II Kota Yogyakarta,” J. Manaj. Inf. Kesehat. Indones., vol. 1, no. 1, pp. 42–61, 2013.
W. Maryati, B. Murti, and D. Indarto, “Factors Affecting the Quality of Diagnosis Coding and Medical Record at Dr. Moewardi Hospital, Surakarta,” J. Heal. Policy Manag., vol. 1, no. 2, pp. 61–70, 2016, doi: 10.26911/thejhpm.2016.01.02.01.
Ikhwan, Syamsuriansyah, and M. M. P. Irawan, “Tinjauan Ketepatan Kode Diagnosis Cedera dan Penyebab Luar Cedera (External Causes) Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Islam ‘Siti Hajar’ Mataram,” J. Manaj. Inf. Kesehat. Indones., vol. 4, no. 2, pp. 52–60, 2016.
A. Murtisari and S. Sugiarsi, “Analisis Akurasi Kode Diagnosis Utama Berdasarkan ICD-10 pada Dokumen Rekam Medis Pasien Rawat Inap Triwulan I di Rumah Sakit Umum Jati Husada Karanganyar Tahun 2011,” J. Kesehat., vol. 5, no. 1, pp. 30–36, 2011.
N. L. E. S. Suriawan, B. H. Kartiko, and B. Adhiwirawan, “Factors Affecting the Innaccuracy of Outpatient Disease Diagnosis Coding in General Surgery and Neurosurgery Polyclinics, Hospital X, Badung Regency,” JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manaj. Rumah Sakit), vol. 6, no. 3, pp. 194–199, 2017.
F. Agiwahyuanto, T. I. Sari, and S. Octaviasuni, “Analisis Ketepatan Koding dan Kinerja Petugas di Unit Koding/Indeksing Rumah Sakit Mitra Husada Kota Pring Sewu,” J. Manaj. Inf. Kesehat. Indones., vol. 7, no. 2, pp. 114–120, Oct. 2019, doi: 10.33560/jmiki.v7i2.243.
J. R. Zebrack, J. L. Mitchell, S. L. Davids, and D. E. Simpson, “Web-based curriculum,” J. Gen. Intern. Med., vol. 20, no. 1, pp. 68–74, Jan. 2005, doi: 10.1111/j.1525-1497.2005.40062.x.
Nuryati, “Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Klasifikasi & Kodefikasi Penyakit dan Masalah Terkait,” J. Manaj. Inf. Kesehat. Indones., vol. 1, no. 1, pp. 11–41, 2013.
Nuryati, “Evaluasi kemudahan dan kemafaatan aplikasi terminologi medis dan klasifikasi penyakit (ICD-10) pada mahasiswa D3 Rekam Medis Universitas Gadjah Mada,” Uniersitas Gadjah Mada, 2010.
E. Priyambodo, A. Wiyarsi, and L. Permanasari, “Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Web Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa,” J. Kependidikan Penelit. Inov. Pembelajaran, vol. 42, no. 2, pp. 99–109, 2012.
R. V. Rochim, A. Rahmatulloh, R. R. El-Akbar, and R. Rizal, “Performance Comparison of Response Time Native, Mobile and Progressive Web Application Technology,” Innov. Res. Informatics, vol. 5, no. 1, pp. 36–43, May 2023, doi: 10.37058/innovatics.v5i1.7045.
K. Ali, “A Study of Software Development Life Cycle Process Models,” Int. J. Adv. Res. Comput. Sci., vol. 8, no. 1, pp. 15–23, 2017.
R. Sherman, Business Intelligence Guidebook. Elsevier Science, 2014.
S. Mulyani, Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit: Analisis dan Perancangan. Bandung: Abdi Sistematika, 2016.
S. S. Mule and Y. Waykar, “Role of use case diagram in software development,” Int. J. Manag. Econ., 2015.
M. Muslihudin and Oktafianto, Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Model Terstruktur dan UML. Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2016.
M. F. Salim, M. Syairaji, K. T. Wahyuli, and N. N. A. Muslim, “Pengembangan Sistem Informasi Surveilans Demam Berdarah Dengue Berbasis Mobile sebagai Sistem Peringatan Dini Outbreak di Kota Yogyakarta,” J. Kesehat. Vokasional, vol. 6, no. 2, pp. 99–108, May 2021, doi: 10.22146/jkesvo.61245.
D. A. Fitriani and N. Nuryati, “Perancangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Pengodean Penyakit Berdasarkan ICD-10,” J. Kesehat. Vokasional, vol. 2, no. 2, pp. 198–204, May 2018, doi: 10.22146/jkesvo.30336.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Angga Eko Pramono, Nuryati Nuryati, Dian Budi Santoso

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



