Pengaruh Pengetahuan dan Metode Pendaftaran Pasien Terhadap Waktu Tunggu di RSUD Kepohbaru

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.25047/j-remi.v7i3.6186

Kata Kunci:

Pengetahuan Pasien, Metode Pendaftaran, Durasi Tunggu, Layanan Poliklinik

Abstrak

Waktu tunggu pelayanan rawat jalan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Standar maksimal waktu tunggu rawat jalan adalah 60 menit, namun data di RSUD Kepohbaru menunjukkan rata-rata waktu tunggu mencapai 113,4 menit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan pasien mengenai alur pelayanan dan metode pendaftaran (offline dan online) dengan waktu tunggu rawat jalan di RSUD Kepohbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 89 pasien rawat jalan dipilih sebagai responden menggunakan teknik consecutive sampling. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pasien mengenai alur pelayanan berhubungan signifikan dengan waktu tunggu rawat jalan (p<0,05). Metode pendaftaran juga berhubungan signifikan dengan waktu tunggu rawat jalan (p<0,05), dimana pasien yang menggunakan pendaftaran online memiliki waktu tunggu lebih singkat dibandingkan pasien yang menggunakan pendaftaran offline. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan untuk meningkatkan edukasi pasien mengenai alur pelayanan serta mengoptimalkan sistem pendaftaran online guna mempercepat proses pelayanan dan menurunkan waktu tunggu pasien.

Referensi

[1] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2022 tentang Indikator Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan Tempat Praktik Mandiri Dokter dan Dokter Gigi, Klinik, Pusat Kesehatan Masyarakat, Rumah Sakit, Laboratorium Kesehatan, dan Unit Transfusi Darah. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022.

[2] O. F. Lopulalan and Y. Haryadi, “Alur Prosedur Pendaftaran Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit X Tahun 2022,” in Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (SIKesNas) 2022, Universitas Duta Bangsa Surakarta, 2022, pp. 256–260. doi: https://doi.org/10.47701/sikenas.vi.1765.

[3] I. M. Sumayku, K. Pandelaki, G. D. Kandou, P. G. Wahongan, and J. E. Nelwan, “Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Waktu Tunggu Pelayanan di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit Sentra Medika Kabupaten Minahasa Utara,” e-CliniC, vol. 11, no. 1, pp. 1–10, Oct. 2022, doi: 10.35790/ecl.v11i1.44251.

[4] F. R. Wulandari, P. Fannya, D. R. Dewi, and D. H. Putra, “Tinjauan Lama Waktu Tunggu Pelayanan Pasien Rawat Jalan Poli Jantung di Rumah Sakit Angkatan Laut Marinir Cilandak Tahun 2022,” Student Sci. Creat. J., vol. 1, no. 4, pp. 27–40, May 2023, doi: 10.55606/sscj-amik.v1i4.1548.

[5] K. Fajrin, Haeruddin, and R. A. Ahri, “Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar,” Wind. Public Heal. J., vol. 2, no. 5, pp. 827–835, Oct. 2021, doi: 10.33096/woph.v2i5.280.

[6] K. Supriyati and I. Kusumaningsih, “Analisis Faktor Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan : Literature Review,” Media Publ. Promosi Kesehat. Indones., vol. 6, no. 12, pp. 2371–2380, Dec. 2023, doi: 10.56338/mppki.v6i12.4174.

[7] B. Ban et al., “A national survey of private-sector outpatient care of sick infants and young children in Nepal,” BMC Health Serv. Res., vol. 20, no. 1, pp. 1–16, Dec. 2020, doi: 10.1186/s12913-020-05393-1.

[8] Z. Xie and C. Or, “Associations Between Waiting Times, Service Times, and Patient Satisfaction in an Endocrinology Outpatient Department: A Time Study and Questionnaire Survey,” Inq. J. Heal. Care Organ. Provision, Financ., vol. 54, pp. 1–10, Jan. 2017, doi: 10.1177/0046958017739527.

[9] F. N. Azizah and A. S. Susanti, “The Influence of Implementing an Online Registration System Through the Application On Reducing Queues at The Bandung Muhammadiyah Hospital,” Asian J. Environ. Res., vol. 1, no. 2, pp. 66–72, Jul. 2024, doi: 10.69930/ajer.v1i2.55.

[10] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.

[11] S. Notoatmodjo, Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2018.

[12] E. Wijaya et al., Pengantar Statistika: Konsep Dasar untuk Analisis Data. Jambi: PT Sonpedia Publishing Indonesia, 2024.

[13] P. G. Subhaktiyasa, “Evaluasi Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Kuantitatif: Sebuah Studi Pustaka,” J. Educ. Res., vol. 5, no. 4, pp. 5599–5609, Nov. 2024, doi: 10.37985/jer.v5i4.1747.

[14] N. H. M. Ghazali, “A Reliability and Validity of an Instrument to Evaluate the School-Based Assessment System: A Pilot Study,” Int. J. Eval. Res. Educ., vol. 5, no. 2, pp. 148–157, Jun. 2016, doi: 10.11591/ijere.v5i2.4533.

[15] M. Sulistia and D. S. Hardini, “The Effects of Promotional Efforts Based on Gender Characteristics on Knowledge and Practice of Personal Genital Hygiene among Students of SD Negeri Ledug,” J. Promkes, vol. 13, no. 1, pp. 9–17, Mar. 2025, doi: 10.20473/jpk.V13.I1.2025.9-17.

[16] A. A. Solihah and S. C. Budi, “Keefektifan Sistem Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten,” J. Manaj. Inf. Kesehat. Indones., vol. 6, no. 1, pp. 1–6, Mar. 2018, doi: 10.33560/.v6i1.177.

[17] W. Yuliana and B. N. Hakim, “Tingkat Pengetahuan Ibu PostPartum Tentang Pesan Kunci Emodemo Asi Saja Cukup,” Media Husada J. Nurs. Sci., vol. 1, no. 1, pp. 79–84, 2020.

[18] N. A. M. Hanesya, C. Bumi, and D. Prihatini, “Application of LEAN Management on the Waiting Time Efficiency of Outpatient Services at Jember Hospital Clinic,” JPHM J. Heal. Policy Manag., vol. 9, no. 2, pp. 211–223, 2024.

[19] E. Waiman, A. Achadi, and R. Agustina, “Reducing Hospital Outpatient Waiting Time Using Lean Six Sigma : A Systematic Review,” J. Adm. Kesehat. Indones., vol. 11, no. 1, pp. 154–166, Jun. 2023, doi: 10.20473/ijha.v11i1.2023.154-166.

[20] A. K. Astiena, R. A. Hadiguna, A. H. Iswanto, and Hardisman, “Digitalization of Outpatient Services Based on Lean Management to Reduce Waiting Time in Government Hospital,” Int. J. Adv. Sci. Eng. Inf. Technol., vol. 12, no. 6, pp. 2248–2257, Nov. 2022, doi: 10.18517/ijaseit.12.6.17212.

[21] L. Hua et al., “Research on outpatient capacity planning combining lean thinking and integer linear programming,” BMC Med. Inform. Decis. Mak., vol. 23, no. 1, pp. 1–14, Feb. 2023, doi: 10.1186/s12911-023-02106-6.

[22] I. Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2018.

[23] Nuryadi, T. D. Astuti, E. S. Utami, and M. Budiantara, Dasar-dasar Statistik Penelitian. Yogyakarta: Sibuku Media, 2017.

[24] S. W. Primadhani, Y. Ilyas, and A. I. Atthahirah, “Sistem Pendaftaran Online sebagai suatu Strategi Peningkatan Layanan Rumah Sakit : Literature Review,” Media Publ. Promosi Kesehat. Indones., vol. 6, no. 1, pp. 20–26, Jan. 2023, doi: 10.56338/mppki.v6i1.2890.

Diterbitkan

2026-05-10

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Pengaruh Pengetahuan dan Metode Pendaftaran Pasien Terhadap Waktu Tunggu di RSUD Kepohbaru. (2026). J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, 7(3), 161-172. https://doi.org/10.25047/j-remi.v7i3.6186

Artikel Serupa

1-10 dari 268

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama