Pengembangan Aplikasi Pencatatan dan Pengingat Tablet Tambah Darah Berbasis WhatsApp untuk Remaja Putri
DOI:
https://doi.org/10.25047/j-remi.v7i3.6805Kata Kunci:
Anemia, Adolescent Girls, Iron and Folic Acid Supplementation (IFAS), WhatsApp, System Usability Scale (SUS)Abstrak
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Selain itu, belum tersedianya sistem pengingat dan pencatatan konsumsi TTD secara individual menyebabkan pemantauan program suplementasi sulit dilakukan secara real-time. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model Waterfall yang bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas aplikasi berbasis WhatsApp sebagai media pengingat dan pencatatan konsumsi TTD. Pengembangan aplikasi dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan observasi di Puskesmas Sumber, Kabupaten Cirebon. Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan fitur pengingat otomatis melalui WhatsApp, pencatatan konsumsi TTD harian, input data hemoglobin (Hb), serta visualisasi data dalam bentuk grafik laporan interaktif. Pengujian usability menggunakan System Usability Scale (SUS) terhadap 30 remaja putri menghasilkan skor rata-rata 66,3 yang termasuk kategori Marginal dengan Grade C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi telah layak digunakan secara fungsional sebagai alat bantu pelaksanaan program kesehatan, meskipun masih diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan pengalaman dan interaksi pengguna.
Referensi
[1] S.-R. Pasricha, L. Rogers, F. Branca, and M.-N. Garcia-Casal, “Measuring haemoglobin concentration to define anaemia: WHO guidelines,” Lancet, vol. 403, no. 10440, pp. 1963–1966, May 2024, doi: 10.1016/S0140-6736(24)00502-6.
[2] D. R. Sunuwar, D. R. Singh, N. K. Chaudhary, P. M. S. Pradhan, P. Rai, and K. Tiwari, “Prevalence and factors associated with anemia among women of reproductive age in seven South and Southeast Asian countries: Evidence from nationally representative surveys,” PLoS One, vol. 15, no. 8, pp. 1–17, Aug. 2020, doi: 10.1371/journal.pone.0236449.
[3] W. Zheng, B. Peng, Y. Wu, L. Gauan, S. Wang, and H. Ning, “Global, regional, and national anemia burden among women of reproductive age (15–49 years) from 1990 to 2021: an analysis of the Global Burden of Disease Study 2021,” Front. Nutr., vol. 12, pp. 1–12, Jul. 2025, doi: 10.3389/fnut.2025.1588496.
[4] G. A. Stevens et al., “National, regional, and global estimates of anaemia by severity in women and children for 2000–19: a pooled analysis of population-representative data,” Lancet Glob. Heal., vol. 10, no. 5, pp. e627–e639, May 2022, doi: 10.1016/S2214-109X(22)00084-5.
[5] M. H. Siregar and R. D. Koerniawati, “Pencegahan Dini Anemia Pada Remaja Putri Melalui Edukasi ‘Katakan Tidak Pada Anemia,” JMM (Jurnal Masy. Mandiri), vol. 6, no. 2, pp. 1319–1327, Apr. 2022, doi: 10.31764/jmm.v6i2.7197.
[6] R. Lutfiani, H. Harna, V. Melani, N. Nadiyah, and E. Y. Mulyani, “Pengaruh Pemberian Media Tar (Tentang Anemia Remaja)Terhadap Perubahan Pengetahuan Dan Sikap Terkait Anemia Serta Konsumsi Tablet Besi Pada Remaja Putri,” Ghidza Media J., vol. 5, no. 1, pp. 121–132, Oct. 2023, doi: 10.30587/ghidzamediajurnal.v5i1.6579.
[7] D. K. Larasati, T. Mahmudiono, and D. R. Atmaka, “Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia Defisiensi Besi: Literature Review,” Media Gizi Kesmas, vol. 10, no. 2, pp. 298–306, Nov. 2021, doi: 10.20473/mgk.v10i2.2021.298-306.
[8] Elfi, L. Khasanah, and F. D. Rahmawati, “Application of The Spread of Pneumonia in Cirebon Regency,” Front. Heal. Informatics, vol. 13, no. 3, pp. 517–524, 2024.
[9] M. C. Laurence et al., “The effect of WhatsApp-based reminders on enhancing knowledge and adherence to weekly iron-folic acid supplementation among adolescent girls in Maluku, Indonesia,” Front. Digit. Heal., vol. 7, pp. 1–10, Mar. 2025, doi: 10.3389/fdgth.2025.1542006.
[10] N. Ariati, J. R. Coyanda, and F. Antony, “Sistem Informasi Reminder Pasien Penyakit Kronis dan Imunisasi Menggunakan WhatsApp Gateway,” MALCOM Indones. J. Mach. Learn. Comput. Sci., vol. 4, no. 1, pp. 198–204, Jan. 2024, doi: 10.57152/malcom.v4i1.1051.
[11] K. Lusdiantoro, “Perancangan Prototype Sistem Informasi Posyandu Berbasis Web di Posyandu Mekar Wangi 11 Desa Cempaka Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon,” Politeknik Kesehatan Tasikmalaya, 2024.
[12] S. Afrizal, R. Prihatni, and S. P. Hastono, “Evaluation of the quality of health applications using the System Usability Scale,” J. Manaj. Inf. Kesehat. (Health Inf. Manag., vol. 9, no. 1, pp. 1–9, Jun. 2024, doi: 10.51851/jmis.v9i1.492.
[13] P. W. Nugraha, M. I. Muhammad, B. Karmanto, and L. Khasanah, “Perancangan Telegram Chatbot untuk Mendukung Proses Pendaftaran Rawat Jalan Pasien Umum pada Puskesmas Sedong Kabupaten Cirebon,” Indones. Heal. Inf. Manag. J., vol. 12, no. 2, pp. 66–76, Jan. 2025, doi: 10.47007/inohim.v12i2.566.
[14] H. Wati, E. R. Rusida, and S. Mulyani, “Pengaruh Penggunaan WhatsApp Reminder dan Leaflet Terhadap Kepatuhan dan Keberhasilan Terapi Hipertensi di Puskesmas Sungai Ulin Banjarbaru,” J. Surya Med., vol. 10, no. 1, pp. 5–13, Apr. 2024, doi: 10.33084/jsm.v10i1.7132.
[15] H. Fatah et al., “WhatsApp-Based Drug Reminder Information System,” SISTEMASI, vol. 14, no. 6, pp. 2968–2976, Nov. 2025, doi: 10.32520/stmsi.v14i6.5610.
[16] M. Amin, E. Vasra, I. Kumalasari, Maksuk, F. Yuniati, and S. Aisa, “Effect of Whatsapp Reminder on Antenatal Care Revisit Compliance and Knowledge of Pregnancy Danger Signs During the Covid-19 Pandemic,” Str. J. Ilm. Kesehat., vol. 11, no. 2, pp. 84–94, Nov. 2022, doi: 10.30994/sjik.v11i2.918.
[17] M. A. Kosim, S. R. Aji, and M. Darwis, “Pengujian Usability Aplikasi Pedulilindungi Dengan Metode System Usability Scale (SUS),” J. Sist. Inf. dan Sains Teknol., vol. 4, no. 2, pp. 1–7, Aug. 2022, doi: 10.31326/sistek.v4i2.1326.
[18] L. E. P. Jayanti and I. N. T. A. Putra, “Evaluasi Usability pada Aplikasi Mobile JKN Menggunakan Metode System Usability Scale (SUS),” J. Nas. Komputasi dan Teknol. Inf., vol. 8, no. 2, pp. 839–846, May 2025, doi: 10.32672/jnkti.v8i2.8942.
[19] R. Yulius, M. F. A. Nasrullah, and A. H. Thohari, “Analisis Usability Pada Aplikasi Amboo Mothercare Menggunakan System Usability Scale,” J. Cakrawala Ilm., vol. 1, no. 10, pp. 2349–2358, Jun. 2022, doi: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i10.2564.
[20] M. Hyzy et al., “System Usability Scale Benchmarking for Digital Health Apps: Meta-analysis,” JMIR mHealth uHealth, vol. 10, no. 8, pp. 1–11, Aug. 2022, doi: 10.2196/37290.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Arifin Ilham, Maula Ismail Mohammad, Lina Khasanah, Bambang Karmanto, Suratmi Suratmi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



