ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN HOSPITAL- ACQUIRED PNEUMONIA (HAP) PADA PASIEN INSTALASI RAWAT INAP KELAS III RS PARU JEMBER TAHUN 2015
Abstract
Hospital-Aquired Pneumonia (HAP) merupakan keadaan dimana pneumonia muncul setelah lebih dari 48 jam dirawat dirumah sakit tanpa pemberian intubasi endotrakeal, terjadinya pneumonia nosokomial dikarenakan adanya bakteri yang berperan, kenyataan yang terjadi di rawat inap kelas III Rumah Sakit Paru Jember, dari 59 pasien pneumonia diantaranya terdapat 28 pasien yang mengalami ciri-ciri tanda gelaja pneumonia nosokomial. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor penyebab kejadian yang berhubungan dengan kejadian Hospital-Aquired Pneumonia (HAP) di Rumah Sakit Paru Jember Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 74 berkas rekam medis pasien pneumonia yang dirawat di kelas III pada bulan april-juni dengan sampel 61 berkas rekam medis yang diambil secara acak. Analisis statistik menggunakan uji Kendall-Tau. Dari hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan penyebab Hospital-Aquired Pneumonia (HAP) adalah usia (p = 0,079), lama dirawat (p = 0,000), riwayat penyakit kronik (p = 0,007), pembedahan (p = 0,280), penggunaan alat-alat invasif (p = 0,000), lingkungan rumah sakit (p = 0,000). Dari analisis uji regresi logistik diperoleh bahwa lama dirawat merupakan faktor yang paling dominan terhadap Hospital-Aquired Pneumonia (HAP)( Exp (B) = 69.274). Untuk Hospital-Aquired Pneumonia (HAP) merupakan keadaan dimana pneumonia muncul setelah lebih dari 48 jam dirawat dirumah sakit tanpa pemberian intubasi endotrakeal, terjadinya pneumonia nosokomial dikarenakan adanya bakteri yang berperan, kenyataan yang terjadi di rawat inap kelas III Rumah Sakit Paru Jember, dari 59 pasien pneumonia diantaranya terdapat 28 pasien yang mengalami ciri-ciri tanda gelaja pneumonia nosokomial. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor penyebab kejadian yang berhubungan dengan kejadian Hospital-Aquired Pneumonia (HAP) di Rumah Sakit Paru Jember Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 74 berkas rekam medis pasien pneumonia yang dirawat di kelas III pada bulan april-juni dengan sampel 61 berkas rekam medis yang diambil secara acak. Analisis statistik menggunakan uji Kendall-Tau. Dari hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan penyebab Hospital-Aquired Pneumonia (HAP) adalah usia (p = 0,079), lama dirawat (p = 0,000), riwayat penyakit kronik (p = 0,007), pembedahan (p = 0,280), penggunaan alat-alat invasif (p = 0,000), lingkungan rumah sakit (p = 0,000). Dari analisis uji regresi logistik diperoleh bahwa lama dirawat merupakan faktor yang paling dominan terhadap Hospital-Aquired Pneumonia (HAP)( Exp (B) = 69.274). Untuk mengurangi kejadian Hospital-Aquired Pneumonia (HAP) diharapkan rumah sakit meningkatkan pelayanan yang berkualitas sehingga tidak memperpanjang lama perawatan pasien.
Kata kunci: kausatif Factor, Rumah Sakit, Rumah Sakit Acquired Pneumonia (HAP)
References
Dewi, Hartika.2014.Hubungan Usia Penderita Ventilato Associated Pneumonia Dengan Lama Dirawat Inap di ICU RSUP Kariadi Semarang. Universitas Diponegoro Semarang.
Depkes R.I. 2006.Pedoman Penyakit Pneumonia. Direktorat jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI.Jakarta
. (2011). Keputusan Menteri Kesehatan.
. (2005) ALOS (Average Length of Stay).
Kardi, 2015. Analisis Faktor Risiko Terjadinya Pneumonia Nosokomial. RS Sardjidto Jogyakarta.
Notoatmodjo, S. 2012. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Oswari, Hanifah dan Sofyan,Rudianto. 2009. 123 Penyakit dan Gangguan pada Anak.Jakarta: PT ilmu komputer.
Perhimpunan Dokter Paru. 2011. Pneumonia Nosokomial Pedoman Diagonis & Penatalaksanaa di Indonesia.
Padila. 2013. Asuhan Keperawatan Penyakit Dalam. Jogyakarta: Nuha Medika.
Rahmawati,fida. 2014. Angka Kejadian Pneumonia Pada Pasien Sepsis di ICU RSUP dr.kariadi Semarang. Universitas Diponegoro Semarang.
Rubini,Balakrishan. 2014. Gambaran Pneumonia Pada Anak RSUP Haji Adam Malik.Medan Periode Bulan Januari 2011-Desember 2013. Universitas Sumatra Utara Medan.
Riyanto, A. 2012. Penerapan Analisis Multivariat dalam Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Ristiawan, D, Rustono & Hartinah, D. (2013). Hubungan Antara Lama Perawatan Dan Penyakit Yang Menyertai Dengan Terjadinya Infeksi Nosokomial Di Rsi Sultan Hadlirin Jepara. JIKK Vol. 4, No. 1 Januari : 10-15
Rosaliya Y, Suryani M, & Shobirun. (2012). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Nosokomial pada Pasien Luka Post Operasi di RSUD Tugurejo Semarang. Skripsi Tidak Dipublikasikan. Program Studi Ilmu Keperawatan Stikes Telogorejo Semarang.
Susanti, E. 2015. Identifikasi Faktor Risiko Kejadian Infeksi Nosokomial Pneumonia Pada Pasien Yang Terpasang Ventilator Di Ruang Intensive Care (ICU). Universitas Riau.
Sujarweni, Wiratna. 2015. Statistik Untuk Kesehatan.Jogyakarta: Gava Media
Setiawan dan Prasetyo. 2015. Metode Penelitian Kesehatan.Yogyakarta: Graha Ilmu
Setiyawati. (2009). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Infeksi Nosokomial. Jakarta: FKUI.
Tim Dosen Analisis Data Medis Inferensial. 2013. Buku Kerja Praktek Mahasiswa Analisis Data Medis Inferensial (Semester V). Jember: POLIJE.