Pemberdayaan Petani Kopi melalui Penguatan Kelembagaan dan Pengelolaan Green Bean Berkelanjutan

Authors

  • Choirul Huda Politeknik Negeri Jember
  • Rizky Adhitya Nugroho Politeknik Negeri Jember
  • Husin Politeknik Negeri Jember
  • Lukman Hakim Politeknik Negeri Jember
  • Muhammad Bahanan Politeknik Negeri Jember
  • Denny Wijanarko Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.25047/sejagat.v2i2.6720

Keywords:

Community empowerment, Value-added processing, Green bean production, Rural competitiveness, Post-harvest technology

Abstract

Petani kopi di wilayah pedesaan sering menghadapi kendala struktural seperti ketiadaan kelembagaan tani, terbatasnya akses terhadap bantuan pemerintah dan CSR, serta lemahnya posisi tawar dalam pemasaran hasil panen. Kondisi tersebut juga dialami oleh petani kopi di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, yang umumnya menjual kopi gelondong ke pengepul dengan harga rendah, antara Rp12.000–Rp18.000 per kilogram. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani melalui pembentukan paguyuban petani kopi serta penerapan praktik value-added berupa pengolahan pascapanen hingga tahap green bean. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pendampingan kelembagaan, pelatihan peluang pasar kopi, serta penyediaan mesin pengupas kopi skala kecil sebagai prototipe. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani terhadap pentingnya organisasi kolektif sebagai sarana memperluas akses sumber daya eksternal, sekaligus tumbuhnya kesadaran akan potensi peningkatan pendapatan melalui pengolahan pascapanen sederhana. Pengenalan mesin pengupas turut memperkuat kemampuan teknis petani dan mendorong diferensiasi produk. Secara keseluruhan, penguatan kelembagaan yang dipadukan dengan pengolahan green bean terbukti menjadi strategi efektif dalam meningkatkan daya saing dan posisi tawar petani kopi pedesaan.

References

[1] Badan Pusat Statistik, “Ekspor Kopi Menurut Negara Tujuan Utama 2000-2024,” Jakarta, Jul. 2025. Accessed: Dec. 02, 2025. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MTAxNCMx/ekspor-kopi-menurut-negara-tujuan-utama--2000-2022.html

[2] E. B, “Nasib Kopi Indonesia: Primadona Dunia yang Tengah Terancam ,” CNBC Indonesia, Jakarta, pp. 1–1, Aug. 25, 2024.

[3] USDA, “Indonesia: Coffee Annual,” Jakarta, May 2025. Accessed: Dec. 02, 2025. [Online]. Available: https://www.fas.usda.gov/data/indonesia-coffee-annual-9

[4] D. M. Rahmah, D. Purnomo, F. Filianty, I. Ardiansah, R. Pramulya, and R. Noguchi, “Social Life Cycle Assessment of a Coffee Production Management System in a Rural Area: A Regional Evaluation of the Coffee Industry in West Java, Indonesia,” Sustainability, vol. 15, no. 18, 2023, doi: 10.3390/su151813834.

[5] IDH, “New insights into leveraging coffee ‘middlemen’ for smallholder living incomes,” Utrecht, May 2020. Accessed: Dec. 02, 2025. [Online]. Available: https://idh.org/news/blog-new-insights-into-leveraging-coffee-middlemen-for-smallholder-living-incomes

[6] C. N. Maghfiroh, D. Rizky, and M. E. Y. Putra, “The Impact of Agricultural Machinery Utilization on Production Efficiency and Productivity: A Case Study in Curahwelut Village, Ajung, Jember Regency,” Jurnal Manajemen Agribisnis dan Agroindustri, vol. 5, no. 1, pp. 50–57, Jun. 2025, doi: 10.25047/jmaa.v5i1.133.

[7] A. Haryono, I. Juniarti, K. Matajat, A. I. Suroso, and M. Soesilo, “Partnership Development of Smallholder Coffee Cultivation: A Model for Social Capital in the Global Value Chain,” Economies, vol. 12, no. 12, 2024, doi: 10.3390/economies12120349.

[8] A. Nuraisyah, E. Wulandari, D. Indrawan, and Z. Othman, “The roles of stakeholders in supply chain sustainability challenges: the case of coffee chain in West Java Province, Indonesia,” Discover Sustainability, vol. 6, no. 1, Dec. 2025, doi: 10.1007/s43621-025-01004-3.

[9] H. Mulyati and D. Indrawan, “Inclusive Business Models in Coffee Value Chain: Comparing Practical Evidence Between East Java and North Sumatera,” Jurnal Manajemen dan Agribisnis, Jul. 2021, doi: 10.17358/jma.18.2.122.

[10] T. Umaran, T. Perdana, D. Kurniadie, and P. Parikesit, “Co-Creation Approach in Designing a Sustainable Coffee Supply Chain (a Case in Bandung Regency, West Java, Indonesia),” Sustainability, vol. 14, no. 1, 2022, doi: 10.3390/su14010476.

[11] J. Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat, S. Nurhayati, and N. Rukanda, “Masyarakat Madani INNOVATION, EMPOWERMENT, AND COMMUNITY DEVELOPMENT: COMPREHENSIVE ANALYSIS OF RURAL YOUTH-DRIVEN COFFEE PRODUCTION,” Jurnal Masyarakat Madani, vol. 9, no. 2, 2024.

[12] I. Ayesha, G. Harahap, and D. L. Cahya, “Effect of Farmer Group Empowerment and Agribusiness Training Program on Productivity and Income of Coffee Farmers in West Java,” 2024.

[13] R. Wahdiniwaty1, M. Y. Syafei2, Y. Haryadi3, and D. Nurdiansyah4, “EMPOWERING COFFEE FARMERS IN SUKASARI, MOUNT MANGLAYANG, THROUGH NATIONAL STANDARDS OF INDONESIA (SNI) FOR POST-HARVEST QUALITY IMPROVEMENT TO ACCESS INTERNATIONAL MARKETS,” 2025. [Online]. Available: www.ijhsed.com

[14] R. A. Nugroho, R. I. Qastalano, and M. Bahanan, “Asistensi Desain Kemasan dan Logo Sebagai Upaya Meningkatkan Identitas Visual UMKM di Kabupaten Bondowoso,” Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 4, no. 3, pp. 878–886, May 2025, doi: 10.56799/joongki.v4i3.8898.

[15] Rizky Adhitya Nugroho and Rezha Isyraqi Qastalano, “EXPLORING POST-PURCHASE CONSUMER BEHAVIORAL INTENTION: A STUDY ON SME CONSUMERS IN AGAM REGENCY,” International Journal of Global Accounting, Management, Education, and Entrepreneurship (IJGAME2), vol. 5, no. 2, pp. 191–205, Apr. 2025, doi: 10.48024/ijgame2.v5i2.185.

Downloads

Published

2025-10-31

How to Cite

Huda, C., Nugroho , R. A., Husin, Hakim, L., Bahanan, M., & Wijanarko, D. (2025). Pemberdayaan Petani Kopi melalui Penguatan Kelembagaan dan Pengelolaan Green Bean Berkelanjutan. SEJAGAT : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 57–65. https://doi.org/10.25047/sejagat.v2i2.6720

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.