Pengembangan Rintisan Desa Wisata Berbasis Sejarah di Desa Seputih Kecamatan Mayang Kabupaten Jember

Authors

  • Muhammad Dzulkifli
  • Uystka Hikmatul Kamiliyah NH Politeknik Negeri Jember
  • Milawaty Politeknik Negeri Jember
  • Lely Dian Utami Politeknik Negeri Jember
  • Cholimatus Zuhro Politeknik Negeri Jember
  • Rheza Novran Alexander Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.25047/sejagat.v2i3.6757

Keywords:

Gerakan sadar wisata, sapta pesona, desa wisata sejarah, desa seputih

Abstract

Desa Seputih merupakan salah satu desa di Kabupaten Jember yang tercatat memiliki potensi dalam bidang sejarah dan memiliki bentang alam pedesaan yang khas, namun potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebagai daya tarik wisata. Saat ini, Desa Seputih memiliki potensi peninggalan sejarah berupa Sarkofagus, kekayaan alam berupa dua air terjun dan DAM untuk pengairan sawah ditambah dengan potensi penunjang wisata berupa keberagaman industri UMKM berupa industri kerajinan rotan, kerajinan akar pohon jati dan industri tembakau, kopi, kacang tanah serta keripik singkong. Seluruh potensi yang telah terpetakan tersebut sejatinya dapat dijadikan berbagai paket wisata yang dapat menarik wisatawan. Pengabdian kepada Masyarakat ini mencoba mendampingi warga Desa Seputih untuk dapat mengelola potensi desanya menjadi desa wisata yang memiliki nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian ini diawali dengan observasi awal, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pendampingan berupa sosialisasi Gerakan Sadar Wisata yang fokus pada penerapan Sapta Pesona, selanjutnya yaitu evaluasi kegiatan pengabdian. Sasaran dari kegiatan Gerakan sadar wisata ini adalah kelompok Sadar Wisata, Karang Taruna, Perangkat Desa, Seniman, Budayawan, dan sesepuh atau orang yang memiliki pengaruh di Desa Seputih. Luaran pengabdian ini berupa Paket wisata, program pengembangan desa wisata dan perubahan tingkat sadar wisata yang dibuktikan dengan pre-test dan post-test.

References

[1] S. Ruwanti and Nurhasanah, “Pemetaan potensi desa dalam upaya mengembangkan desa wisata di desa pengujan kabupaten bintan,” in National Conference for Community Service Project (NaCosPro), 2020, vol. 2, pp. 32–37.

[2] A. R. J. Nabal and K. Djaja, “Dampak kepariwisataan terhadap perubahan pola urbanisasi di Indonesia,” Reg. J. Pembang. Wil. dan Perenc. Partisipatif, vol. 17, no. 1, p. 70, Jan. 2022, doi: 10.20961/region.v17i1.41465.

[3] S. S. Hadiwijoyo, Perencanaan pariwisata perdesaan berbasis masyarakat: sebuah pendekatan konsep. Graha Ilmu, 2012.

[4] I. P. A. Citra, I. M. Sarmita, and A. S. A. Nugraha, “Pengembangan desa wisata melalui pemetaan potensi wisata desa sambangan,” Proceeding Senadimas Undiksha 2020, pp. 235–241, 2020.

[5] A. Hamzah and Z. Khalifah, Handbook on Community Based Tourism “How to Develop and Sustain CBT.” 2009.

[6] M. Syafi and D. Suwandono, “Tourism Village Planning Concept Approach Community Based Tourism (Case Study Bedono Village, Sayung, Demak),” vol. 11, no. 2, pp. 51–60, 2015, doi: 10.14710/RUANG.1.4.51-60.

[7] M. Baiquni and M. Dzulkifli, “Implementing Community-based Tourism; Post Mount Merapi Eruption in Indonesia,” in Delivering Tourism Intelligence: From Analysis to Action, vol. 11, 2019, pp. 61–75. doi: 10.1108/s2042-144320190000011006.

[8] J. M. Masjhoer and M. Dzulkifli, “Analisis Kepuasan Wisatawan Di Desa Ekowisata Pancoh, Kabupaten Sleman,” J. Pariwisata Pesona, vol. 4, no. 2, pp. 105–115, 2019, doi: 10.26905/jpp.v4i2.3084.

[9] J. Gunawijaya, “Jember Fashion Carnaval: Tourism Catalyst of East Java,” in Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 3rd International Conference on Vocational Higher Education (ICVHE 2018), 2018, vol. 426, no. Icvhe, pp. 458–465. doi: 10.2991/assehr.k.200331.180.

[10] H. D. S. Irianto and Marjono, “Pemanfaatan Situs Seputih Di Desa Seputih Kecamatan Mayang Kabupaten Jember Sebagai Media Pembelajaran Sejarah,” Artik. Ilm. Mahasiswa, Repos. Univ. Jember, vol. I, no. 1, pp. 1–10, 2015.

[11] Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember, “Kecamatan Mayang dalam Angka 2024,” Jember, 2024.

[12] M. Dzulkifli, A. Prasetyo, and Sucipto, “Peningkatan Kapasitas Kemampuan Bahasa Inggris Bagi Pemandu Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran,” Literasi J. Pengabdi. Masy. dan Inov., vol. 2, no. 2, pp. 996–1003, Aug. 2022.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Dzulkifli, M., Hikmatul Kamiliyah NH, U., Milawaty, Dian Utami, L., Zuhro, C., & Novran Alexander , R. (2025). Pengembangan Rintisan Desa Wisata Berbasis Sejarah di Desa Seputih Kecamatan Mayang Kabupaten Jember. SEJAGAT : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(3), 141–147. https://doi.org/10.25047/sejagat.v2i3.6757

Issue

Section

Articles