Perancangan Desain Interface Sistem Informasi Bed Management Rawat Inap di RS Universitas Airlangga Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.25047/j-remi.v3i4.3381Kata Kunci:
Bed management, Hospital, Inpatient, PrototypeAbstrak
Management tempat tidur adalah suatu kegiatan pengolahan tempat tidur rawat inap dengan memperhatikan 4 indikator BOR, LOS, TOI dan BTO. Berdasarkan observasi diketahui jumlah pasien rawat inap dari bulan Oktober – Desember 2021 terus meningkat sedangkan petugas pendaftaran rawat inap hanya terdapat 1 orang. Sistem manajemen tempat tidur juga masih dilakukan secara manual. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan perancangan desain interface sistem informasi Bed management. Jenis penelitian yang digunakan berupa perancangan desain interface sistem informasi bed management. Metode yang digunakan adalah metode prototype dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah desain interface sistem informasi bed management yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Desain interface yang dirancang oleh peneliti dapat menampilkan detail kamar kepada pasien dengan menunjukkan fasilitas serta gambaran kamar yang diperoleh pasien saat dirawat sesuai dengan kelas yang diinginkan, pengguna juga dapat melihat serta mencetak laporan kunjungan pasien rawat inap, laporan pasien per jenis pembayaran dan laporan indikator barber johnson serta sistem ini dapat memperlihatkan grafik total kunjungan pasien per ruangan, grafik total kunjungan pasien per jenis pembayaran, dan grafik banyaknya pasien per ruangan.
Referensi
F. N. . Eko Handoyo, Agung B.P, “APLIKASI SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT BERBASIS WEB PADA SUB-SISTEM FARMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK PRADO,” Int. J. Ther. Rehabil. Res., vol. 6, no. 1, p. 148, 2008, doi: 10.5455/ijtrr.000000235.
Depkes RI, UU RI No 44 tahun 2009 Tentang Rumah Sakit, no. 75. Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 2009.
H. H. K. Elmiati, “Perancangan Sistem Informasi Ketersediaan Kamar Rawat Inap Di Rsud Kajen Kabupaten Pekalongan Dengan Menggunakan Borland Delphi 7.0 Dan Mysql,” vol. 3, no. 1, 2016.
Kemenkes, “Juknis SIRS 2011: Sistem Informasi Rumah Sakit,” Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehat., pp. 1–48, 2011.
C. Riyana, Teknologi Informasi dan Komunikasi, vol. 1, no. April. 2010.
M. F. Sahputra, Potensi Ekstrak Kulit dan Daging Buah Salak sebagai Antidiabetes Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor, 2008.
K. Wijaya, “Rancang Bangun Sistem Informasi Perpustakaan Menggunakan Java (Netbeans 7.3),” J. SISFOKOM, vol. 08, no. 50, pp. 423–436, 2019, doi: 10.1002/9781118384466.ch35.
D. Purnomo, “Model Prototyping Pada Pengembangan Sistem Informasi,” J I M P - J. Inform. Merdeka Pasuruan, vol. 2, no. 2, pp. 54–61, 2017, doi: 10.37438/jimp.v2i2.67.
Jogiyanto, Analisa dan Disain Sistem Informasi: Pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis.Yogyakarta: Penerbit Andi. 2005.
S. Sudjana, “Aspek Hukum Rekam Medis atau Rekam Medis Elektronik sebagai Alat Bukti Dalam Transaksi Teurapetik,” Verit. Justitia, vol. 3, no. 2, pp. 359–383, 2017, doi: 10.25123/vej.2685.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Ahmad Shofi Nur Kholili, Novita Nuraini, Rosita Prananingtias

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



