Analisis Kelengkapan Rekam Medis Berdasarkan SNARS di RSU Purwogondo Kebumen
DOI:
https://doi.org/10.25047/j-remi.v4i1.3612Kata Kunci:
Completeness, Accreditation, SNARS, ManagementAbstrak
Mutu rumah sakit salah satunya ditentukan oleh dokumen rekam medis yang lengkap. Kelengkapan rekam medis di RSU Purwogondo Kebumen hanya mencapai angka 86% dari 100% standar yang ditentukan dalam pelayanan minimal. Kelengkapan rekam medis diperlukan agar tercipta kesinambungan pengobatan pada pasien dan kekuatan hukum yang kuat apabila terjadi hal yang tidak inginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan rekam medis berdasarkan elemen penilaian akreditasi SNARS. Subjek penelitian ini adalah 6 orang pegawai yang terdiri dari dokter, perawat, perwakilan dari tim mutu, perekam medis, pengawas internal, petugas pokja MIRM. Metode pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah observasi, wawancara dan juga brainstroming. Hasil penelitian unsur man yang berkaitan dengan optimalisasi kelengkapan rekam medis adalah kedisiplinan petugas dan komunikasi. Unsur money adalah tidak adanya anggaran untuk tim monitoring dan evaluasi. Unsur method adalah tidak adanya SOP review kelengkapan rekam medis. Unsur material adalah desain formulir yang belum dipahami PPA. Unsur machine adalah tidak adanya buku kendali rekam medis yang tidak lengkap dan tidak ada tim monitoring dan evaluasi kelengkapan rekam medis. Upaya optimalisasi kelengkapan rekam medis adalah melakukan monitoring rekam medis secara berkala dan optimalisasi tim monitoring dan evaluasi.
Referensi
Permenkes RI, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis. 2008, p. 7.
Kepmenkes RI, Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 129 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jakarta, 2008.
F. D. Ayuningtyas, “Kelengkapan Ringkasan Pasien Pulang Rawat Inap Berdasarkan Elemen Penilaian MIRM 15 SNARS1 di RS Mata ‘dr. YAP’ Yogyakarta,” 2018.
F. S. Mardeni, F. Hakam, and Y. Asriat, “Analisis Review Kelengkapan Formulir Ringkasan Pulang dalam Pemenuhan Elemen Penilaian MIRM 15 SNARS Edisi 1 di Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri,” J. Manaj. Inf. dan Adm. Kesehat. ISSN, vol. 03, no. November, pp. 12–20, 2020.
S. Notoatmodjo, Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2018.
A. Febria, “Analisis Kelengkapan Pengisian Berkeas Rekam Medis Rawat Inap Berdasarkan Elemen Penilaian MIRM 13.3 Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit di RSUD Kabupaten Temanggung,” UNiversitas Gadjah Mada, 2018.
G. R. Hatta, Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan. Jakarta: UI Press, 2018.
M. A. Rahmawati, N. Nuraini, and D. A. Hasan, “Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Penyediaan Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan di RSU Haji Surabaya,” J-REMI J. Rekam Med. Dan Inf. Kesehat., vol. 1, no. 4, pp. 511–518, 2020.
A. A. Paulus, Y. Dharmawan, and F. Agushybana, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit tahun 2018,” J. Kesehat. Masy., vol. 7, pp. 395–403, 2019.
I. Indar, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Rekam Medis di RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle Takalar,” Universitas Hasanudin, 2013.
T. G. Wati and N. Nuraini, “J-REMI : Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan Analisis Kejadian Missfile Berkas Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Bangsalsari J-REMI : Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan,” vol. 1, no. 1, pp. 23–30, 2019.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Afrizal Noor Abidin, Novita Nuraini, Atma Deharja, Selvia Juwita Swari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



