Analisis Diagnosis Tuberkulosis Paru Pasien Rawat Inap Bulan November 2023 di RSUD Banyumas
DOI:
https://doi.org/10.25047/j-remi.v5i3.4718Kata Kunci:
Infection, Tuberculosis, Hospitalized, Clinical Factors, Supporting FactorsAbstrak
Penyakit infeksi ialah penyakit yang disebabkan oleh berkembang biaknya mikroorganisme, suatu kelompok luas dari organisme mikroskopik yang terdiri dari satu atau banyak sel seperti bakteri, fungi, dan parasit serta virus. Penyakit infeksi terjadi ketika interaksi dengan mikroba menyebabkan kerusakan pada tubuh, kerusakan tersebut menimbulkan berbagai gejala dan tanda klinis. Myobacterium tuberculosis ialah patogen bakteri intraseluler Gram positif yang menginfeksi paru paru manusia melalui rute aerosol. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode yang observasi data yang mendalam terkait data perbulan pasien TB di RSUD Banyumas pada rawat inap bulan November 2023. Populasi pada penelitian ini adalah data rekam medis pasien Tuberkulosis rawat inap pada bulan November 2023 yang berjumlah 43 rekam medis. Penentuan informan dalam penelitian ini adalah dengan cara Purposive Sampling. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor penunjang dan faktor klinis dari tuberkulosis di RSUD Banyumas. Faktor-faktor nya meliputi faktor jenis kelamin, Faktor Obat Anti Tuberkulosis OAT RHZE, Faktor Usia, Faktor Penunjang TCM (Test Cepat Mokuler) dan Faktor Penunjang Thorax TB. Dari beberapa faktor tersebut disesuaikan dengan buku panduan tuberkulosis dan sesuai dari KEMENKES NO 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.
Referensi
S. D. Pralambang and S. Setiawan, “Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis di Indonesia,” J. Biostat. Kependudukan, dan Inform. Kesehat., vol. 2, no. 1, p. 60, Nov. 2021, doi: 10.51181/bikfokes.v2i1.4660.
K. Mar’iyah and Z. Zulkarnain, “Patofisiologi Penyakit Infeksi Tuberkulosis,” in Prosiding Biologi Achieving the Sustainable Development Goals with Biodiversity in Confronting Climate Change, 2021, pp. 88–92. doi: https://doi.org/10.24252/psb.v7i1.23169.
S. Sunarmi and K. Kurniawaty, “Hubungan Karakteristik Pasien TB Paru Dengan Kejadian Tuberkulosis,” J. ’Aisyiyah Med., vol. 7, no. 2, pp. 182–187, Aug. 2022, doi: 10.36729/jam.v7i2.865.
E. Nopita, L. Suryani, and H. E. Siringoringo, “Analisis Kejadian Tuberkulosis (TB) Paru,” J. Kesehat. Saelmakers PERDANA, vol. 6, no. 1, pp. 201–212, 2023.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016.
Pemerintah Indonesia, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Jakarta: Pemerintah Indonesia, 2013.
R. Amalia, “Analisis Penerapan Indonesia Case Based Groups (INA-CBG’s) Dalam Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Di Rumah Sakit Kabupaten Pelalawan,” Pekbis J., vol. 12, no. 2, pp. 106–116, 2020.
S. D. Untari, “Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Rawat Inap TB MDR (Tubercuosis Multi Drug Resistance) Dewasa Di RSUD Dr. Moewardi Tahun 2016,” Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2018.
N. H. Muchtar, D. Herman, and Y. Yulistini, “Gambaran Faktor Risiko Timbulnya Tuberkulosis Paru pada Pasien yang Berkunjung ke Unit DOTS RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2015,” J. Kesehat. Andalas, vol. 7, no. 1, pp. 80–87, Mar. 2018, doi: 10.25077/jka.v7i1.783.
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Tuberkulosis Resistan Obat di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020.
T. A. Fortuna, H. Rachmawati, D. Hasmono, and H. Karuniawati, “Studi Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Tahap Lanjutan pada Pasien Baru BTA Positif,” Pharmacon J. Farm. Indones., vol. 19, no. 1, pp. 62–71, Jun. 2022, doi: 10.23917/pharmacon.v19i1.17907.
K. Novitriani, U. Mardiana, R. Suhartati, and T. A. Atallah, “Penyuluhan Pentingnya Pemenuhan Nutrisi Bagi Penderita Tuberkulosis,” JMM (Jurnal Masy. Mandiri), vol. 6, no. 5, pp. 3838–3846, Oct. 2022, doi: 10.31764/jmm.v6i5.10281.
R. H. Sikumbang, P. C. Eyanoer, and N. P. Siregar, “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Paru Pada Usia Produktif Di Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Sari Kecamatsan Medan Denai,” Ibnu Sina J. Kedokt. dan Kesehat. - Fak. Kedokt. Univ. Islam Sumatera Utara, vol. 21, no. 1, pp. 32–43, Jan. 2022, doi: 10.30743/ibnusina.v21i1.196.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Petunjuk Teknik Pemeriksaan TB Menggunakan Tes Cepat Molekuler. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017.
N. Naim and N. U. Dewi, “Performa Tes Cepat Molekuler Dalam Diagnosa Tuberkulosis Di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar,” J. MediaAnalis Kesehat., vol. 9, no. 2, pp. 113–122, 2018.
A. Majdawati, “Uji Diagnostik Gambaran Lesi Foto Thorax pada Penderita dengan Klinis Tuberkulosis Paru,” Mutiara Med. J. Kedokt. dan Kesehat., vol. 10, no. 2, pp. 180–188, 2010, doi: https://doi.org/10.18196/mmjkk.v10i2.1582.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Najwa Azkia Rahma, Zahrasita Nur Indira, Harry Fauzi, Utami Budi Lestari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



