The Hubungan Kelengkapan Rekam Medis Terhadap Akurasi Pengkodean ICD-10 dan ICD-9
DOI:
https://doi.org/10.25047/j-remi.v5i3.4947Kata Kunci:
kelengkapan rekam medis, akurasi pengkodean, ICD-10, ICD-9, kualitas data kesehatan.Abstrak
Kelengkapan rekam medis merupakan faktor penting yang mempengaruhi kualitas data kesehatan dan akurasi pengkodean diagnosis serta prosedur medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kelengkapan dokumen rekam medis dengan akurasi pengkodean ICD-10 dan ICD-9 di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan inferensial dengan populasi dokumen rekam medis tahun 2023, jumlah sampel 84 berkas menggunakan teknik acak sederhana. Didapatkan frekuensi pengisian dokumen rekam medis tidak lengkap 89.3%, ketidakakuratan kode ICD-10 yaitu 26.2% dan ICD-9 CM yaitu 32.2%. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kelengkapan dokumen rekam medis dengan akurasi pengkodean ICD-10 dan ICD-9 (Pvalue > 0.05). Rekam medis yang lengkap cenderung memiliki pengkodean yang lebih akurat, sementara rekam medis yang tidak lengkap sering kali menyebabkan kesalahan dalam pengkodean. Temuan ini menekankan pentingnya menjaga kelengkapan rekam medis untuk meningkatkan akurasi pengkodean, yang pada gilirannya berdampak positif pada pengelolaan data kesehatan, pengambilan keputusan klinis, dan klaim asuransi kesehatan. Upaya peningkatan kelengkapan rekam medis, seperti pelatihan staf medis dan implementasi sistem elektronik yang efektif, direkomendasikan untuk memastikan kualitas pengkodean yang lebih baik.
Referensi
Pemerintah Indonesia, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan. Jakarta: Pemerintah Indonesia, 2021.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022.
P. Permatasari, “Tinjauan Ketepatan Kode Icd-10 Pada Kasus Persalinan Secara Sectio Caesaria Di Rumah Sakit An-Nisa Pada Triwulan 1 Tahun 2019,” Universitas Esa Unggul, 2020.
R. Daniyah, S. E. Utami, and M. A. Khuluq, “Hubungan Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Dengan Akurasi Coding ICD-10 Di Rumah Sakit Islam Masyitoh Bangil,” JRMIK, vol. 5, no. 1, pp. 33–44, Jan. 2024, doi: 10.58535/jrmik.v5i1.65.
W. Abdelrahman and A. Abdelmageed, “Medical record keeping: clarity, accuracy, and timeliness are essential,” BMJ, p. f7716, Jan. 2014, doi: 10.1136/bmj.f7716.
A. Wahyuni, D. Oktavia, and Z. A. Lukmanita, “The Completeness of Filling Out Medical Record Documents and the Accuracy of Codes at Reksodiwiryo Hospital,” J. Heal. Sci. Epidemiol., vol. 2, no. 1, pp. 45–50, 2024.
S. J. Weiner, S. Wang, B. Kelly, G. Sharma, and A. Schwartz, “How accurate is the medical record? A comparison of the physician’s note with a concealed audio recording in unannounced standardized patient encounters,” J. Am. Med. Informatics Assoc., vol. 27, no. 5, pp. 770–775, May 2020, doi: 10.1093/jamia/ocaa027.
N. K. A. Ekayanti, A. D. Susanto, and N. Suarjana, “Analisis Hubungan Kelengkapan Pengisisan Resume Medis Pasien Rawat Inap dengan Penentuan Kode Penyebab Kematian di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Denpasar,” in Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA), 2019, pp. 623–636.
A. E. Pramono, N. Nuryati, D. B. Santoso, and M. F. Salim, “Ketepatan Kodifikasi Klinis Berdasarkan ICD-10 di Puskesmas dan Rumah Sakit di Indonesia: Sebuah Studi Literatur,” J. Rekam Medis dan Inf. Kesehat., vol. 4, no. 2, pp. 98–106, Oct. 2021, doi: 10.31983/jrmik.v4i2.7688.
M. W. Santi, R. U. Azizah, F. Erawantini, and G. Alfiansyah, “Ketepatan dan Kelengkapan Informasi Medis dalam Kaitannya dengan Keakuratan Kode Diagnosis,” J. Penelit. Kesehat. “SUARA FORIKES,” vol. 13, no. 3, pp. 630–635, 2022, doi: http://dx.doi.org/10.33846/sf13311.
I. W. G. Arimbawa, N. P. L. Yunawati, and I. A. P. F. Paramita, “Hubungan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Terhadap Keakuratan Kode ICD-10 Kasus Obstetri Triwulan III Pasien Rawat Inap Di RSU Premagana,” J. Manaj. Inf. Kesehat. Indones., vol. 10, no. 1, pp. 31–35, Mar. 2022, doi: 10.33560/jmiki.v10i1.370.
Y. Mahendradhata et al., The Republic of Indonesia Health System Review. World Health Organization (WHO), 2017.
B. Teklewold, G. Knfe, and F. Dandena, “Improving Completeness of Surgical Inpatient Medical Records in Saint Paul’s Hospital Millennium Medical College, Addis Ababa, Ethiopia,” Hosp. Top., vol. 101, no. 3, pp. 208–214, Jul. 2023, doi: 10.1080/00185868.2021.2005500.
P. Campanella et al., “The Impact of Electronic Health Records on Healthcare Quality: a Systematic Review and Meta-analysis,” Eur. J. Public Health, vol. 26, no. 1, pp. 60–64, Feb. 2016, doi: 10.1093/eurpub/ckv122.
K. J. O’Malley, K. F. Cook, M. D. Price, K. R. Wildes, J. F. Hurdle, and C. M. Ashton, “Measuring Diagnoses: ICD Code Accuracy,” Health Serv. Res., vol. 40, no. 5p2, pp. 1620–1639, Oct. 2005, doi: 10.1111/j.1475-6773.2005.00444.x.
S. Bowman, “Impact of Electronic Health Record Systems on Information Integrity: Quality and Safety Implications,” Perspect. Heal. Inf. Manag., vol. 10, no. 1c, pp. 1–19, 2013.
Y. F. Nanjo, B. H. Kartiko, and N. L. G. A. N. Yudha, “Analisis Pengaruh Ketidaketepatan Kode Diagnosis dan Kode Tindakan Pasien Rawat Inap Peserta Jaminan Kesehatan Nasional terhadap Tarif di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar,” J. Heal. Care Media, vol. 6, no. 2, pp. 86–94, 2022.
C. A. Eastwood et al., “Training and Experience of Coding with the World Health Organization’s International Classification of Diseases, Eleventh Revision,” Heal. Inf. Manag. J., vol. 52, no. 2, pp. 92–100, May 2023, doi: 10.1177/18333583211038633.
M. S. Brodnik, L. A. Rinehart-Thompson, and R. B. Reynolds, Fundamentals of Law for Health Informatics and Information Management, 4th Edition. AHIMA Press, 2017.
A. H. Faradila, R. A. Wijayanti, N. Nuraini, and R. D. C. Dewi, “Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Babadan Kabupaten Ponorogo,” J-REMI J. Rekam Med. dan Inf. Kesehat., vol. 4, no. 2, pp. 89–96, Mar. 2023, doi: 10.25047/j-remi.v4i2.3831.
L. Robinson, G. W. Marshall, and M. B. Stamps, “Sales force use of technology: antecedents to technology acceptance,” J. Bus. Res., vol. 58, no. 12, pp. 1623–1631, Dec. 2005, doi: 10.1016/j.jbusres.2004.07.010.
D. Ravi et al., “Deep Learning for Health Informatics,” IEEE J. Biomed. Heal. Informatics, vol. 21, no. 1, pp. 4–21, Jan. 2017, doi: 10.1109/JBHI.2016.2636665.
B. Shickel, P. J. Tighe, A. Bihorac, and P. Rashidi, “Deep EHR: A Survey of Recent Advances in Deep Learning Techniques for Electronic Health Record (EHR) Analysis,” IEEE J. Biomed. Heal. Informatics, vol. 22, no. 5, pp. 1589–1604, Sep. 2018, doi: 10.1109/JBHI.2017.2767063.
Y. Zhuang, L. R. Sheets, Y.-W. Chen, Z.-Y. Shae, J. J. P. Tsai, and C.-R. Shyu, “A Patient-Centric Health Information Exchange Framework Using Blockchain Technology,” IEEE J. Biomed. Heal. Informatics, vol. 24, no. 8, pp. 2169–2176, Aug. 2020, doi: 10.1109/JBHI.2020.2993072.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Annisa Wahyuni, Nurul Fitri Khumaira, Siska Siska

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



