Ketidaktepatan Kode Diagnosis Kasus Bedah RSU ‘Aisyiyah berdasarkan ICD-10
DOI:
https://doi.org/10.25047/j-remi.v5i4.5080Kata Kunci:
keakuratan kode, rumah sakit, rekam medis, ICD 10, BedahAbstrak
Tingginya ketidaktepatan kode dapat berpengaruh pada klaim biaya pengobatan, peningkatan beban kerja petugas RM dan perekapan data epidemiologi penyakit yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketidaktepatan kode diagnosis bedah rawat inap berdasarkan ICD-10. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah semua rekam medis bedah rawat inap di RSU Aisyiyah Padang tahun 2023, dengan jumlah sampel sebanyak 84 berkas menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif univariat untuk mengetahui frekuensi distribusi dan persentase ketepatan kode diagnosis berdasarkan ICD-10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26,19% kode diagnosis tidak tepat, sementara 73,81% tepat. Ketidaktepatan kode dikelompokkan atas 3 kategori yaitu salah kode, kesalahan karakter ke-4 dan kesalahan karakter ke-3. Neoplasma merupakan kelompok dengan persentase tertinggi pada kategori salah kode. Kesalahan umumnya disebabkan oleh kurangnya ketelitian koder dan perbedaan terminologi diagnosis dokter dengan ICD-10. Solusi untuk mengurangi kesalahan ini diantaranya peningkatan pengetahuan, komunikasi yang baik dengan dokter, dan kepatuhan terhadap pedoman pengkodean.
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022.
AAPC, “What Is ICD-10?,” 2020. https://www.aapc.com/resources/what-is-icd-10 (accessed Feb. 15, 2024).
W. Maryati, I. O. Rahayuningrum, and N. P. Sari, “Dampak Beban Kerja Coder yang Tinggi Terhadap Ketidakakuratan Kode Diagnosis,” J. Manaj. Inf. Kesehat. Indones., vol. 8, no. 1, pp. 44–49, Mar. 2020, doi: 10.33560/jmiki.v8i1.252.
AAPC, “What is medical coding?,” 2018. https://www.aapc.com/resources/what-is-medical-coding (accessed Feb. 15, 2024).
R. Rahayu, L. Indawati, L. Widjaja, and N. A. Rumana, “Tinjauan Ketepatan Kode Diagnosis Pada Kasus Bedah Pasien Rawat Inap di RSKD Duren Sawit,” Cerdika J. Ilm. Indones., vol. 2, no. 11, pp. 917–925, 2022, doi: https://doi.org/10.59141/cerdika.v2i11.455.
W. Kurnianingsih, “Hubungan Pengetahuan Coder dengan Keakuratan Kode Diagnosis Pasien Rawat Jalan BPJS berdasarkan ICD – 10 Di Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo,” J. Manaj. Inf. dan Adm. Kesehat., vol. 3, no. 1, pp. 18–24, Jun. 2020, doi: 10.32585/jmiak.v3i01.680.
E. S. D. Hastuti and M. Ali, “Faktor-faktor yang Berpengaruh pada Akurasi Kode diagnosis di Puskesmas Rawat Jalan Kota Malang,” J. Kedokt. Brawijaya, vol. 30, no. 3, pp. 228–234, Feb. 2019, doi: 10.21776/ub.jkb.2019.030.03.12.
V. Y. Budiyani, A. S. Wariyanti, and S. Wahyuningsih, “Literature Review Faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Petugas Koding Diagnosis Berdasarkan Unsur 5M,” Indones. J. Heal. Inf. Manag., vol. 1, no. 1, pp. 14–20, Jun. 2021, doi: 10.54877/ijhim.v1i1.3.
C. A. Putri and M. Hidayati, “Analisis Kebutuhan Sumber Daya Manusia Petugas Rekam Medis Dengan Menggunakan Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan(Abk-Kes),” J. Manaj. Kesehat. Yayasan RS.Dr. Soetomo, vol. 7, no. 2, pp. 257–266, Oct. 2021, doi: 10.29241/jmk.v7i2.637.
Y. T. Utami, L. Widyaningrum, and S. Santi, “Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Dan Tindakan Kasus Obstetri Pasien Rawat Inap Di Rsud Waras Wiris Boyolali,” Infokes J. Ilm. Rekam Medis dan Inform. Kesehat., vol. 14, no. 1, pp. 14–21, Feb. 2024, doi: 10.47701/infokes.v14i1.3773.
R. Rosita and N. Wiqoyah, “Hubungan Ketepatan Penulisan Terminologi Medis Diagnosis Utama Dengan Keakuratan Kode Kasus Penyakit Dalam Pasien Rawat Inap,” Indones. J. Med. Sci., vol. 5, no. 1, pp. 38–42, 2018, [Online]. Available: http://ejournal.poltekkesbhaktimulia.ac.id/index.php/ijms/article/view/130
S. Lulumanin, L. Widyaningrum, and S. W. Nugraheni, “Studi Literatur Keakuratan Kode Diagnosis Neoplasma Berdasarkan ICD-10,” in Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (SIKesNas), Universitas Duta Bangsa Surakarta, 2021, pp. 270–278. doi: https://doi.org/10.47701/sikenas.v0i0.1261.
National Cancer Institute, “ICD-10-CM Chapter 2: Neoplasms (C00-D49),” 2018. https://training.seer.cancer.gov/icd10cm/neoplasm/ (accessed Jun. 28, 2024).
D. M. Agustine and R. D. Pratiwi, “Hubungan Ketepatan Terminologi Medis dengan Keakuratan Kode Diagnosis Rawat Jalan oleh Petugas Kesehatan di Puskesmas Bambanglipuro Bantul,” J. Kesehat. Vokasional, vol. 2, no. 1, pp. 113–121, Nov. 2017, doi: 10.22146/jkesvo.30315.
N. W. A. Suryani, M. Sudiari, P. I. Farmani, and P. A. Laksmini, “Hubungan Ketepatan Terminologi Medis Diagnosis Utama dengan Keakuratan Koding Diagnosis Pasien BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum X Denpasar,” J. Manaj. Inf. Kesehat. Indones., vol. 10, no. 2, pp. 113–122, Oct. 2022, doi: 10.33560/jmiki.v10i2.369.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Nurul Fitri Khumaira, Annisa Wahyuni, Siska Siska

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



