PENAMBAHAN KROMIUM ORGANIK PADA PAKAN YANG DIBATASI TERHADAP PERFORMA PRODUKSI PUYUH (Coturnix coturnix japonica) PADA FASE PRE-LAYER (Addition of Organic Chromium in Restricted Feed on Quail (Coturnix coturnix japonica) Production Performance on Pre-Layer Phase)

Ujang Suryadi, Budi Prasetyo, Jefri Bagus Santoso

Abstrak

INTISARI

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan kromium organik pada pakan yang dibatasai terhadap performa produksi puyuh fase pre-layer. Rancangan percobaan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua belas perlakuan, tiga ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari lima ekor puyuh. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam kemudian diuji lanjut dengan Beda Nyata Terkecil (BNT). Perlakuan dimulai dari umur 15 hari sampai 70 hari dan penerapannya adalah P0R1 (pakan adlibitum, energi metabolisme (EM) 2.900 kkal/kg, protein 22%.), P0R2 (pakan adlibitum, EM 2.800 kkal/kg, protein 23%.), P1R1 (pembatasan pakan 10% dari adlibitum, EM 2.900 kkal/kg, protein 22%.), P1R2 (pembatasan pakan 10% dari adlibitum, EM 2.800 kkal/kg, protein 23%.), P2R1 (pembatasan pakan 20% dari adlibitum, EM 2.900 kkal/kg, protein 22%.), P2R2 (pembatasan pakan 20% dari adlibitum, EM 2.800 kkal/kg, protein 23%.), P0R1Cr (pakan adlibitum, EM 2.900 kkal/kg, protein 22% ditambah kromium 2 ppm), P0R2Cr (pakan adlibitum, EM 2.800 kkal/kg, protein 23% ditambah kromium 2 ppm), P1R1Cr (Pembatasan pakan 10% dari adlibitum, EM 2.900 kkal/kg, protein 22% ditambah kromium 2 ppm), P1R2Cr (Pembatasan pakan 10% dari adlibitum, EM 2.800 kkal/kg, protein 23% ditambah kromium 2 ppm), P2R1Cr (pembatasan pakan 20% dari adlibitum, EM 2.900 kkal/kg, protein 22% ditambah kromium 2 ppm) dan P2R2Cr (pembatasan pakan 20% dari adlibitum, EM 2.800 kkal/kg, protein 23% ditambah kromium 2 ppm). Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan kromium organik pada pakan yang di batasi berpengaruh sangat signifikan (P<0,01) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Kromium organik dapat diberikan 2 ppm pada pakan yang dibatasi 10% dari adlibitum EM 2.900 kkal/kg, protein 22%.

 

Kata kunci: Kromium Organik, Pembatasan Pakan, Puyuh

 

 

ABSTRACT

The aim of this research was to know the effect of organic chromium on feed which was limited to quail phase pre-layer production performance. The experimental design of the study was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of twelve treatments, three replicates, and each replication consisted of five quails. Data were analyzed by variance analysis then tested continued with the Least Significance Different (LSD). The treatments were P0R1 (adlibitum feed, energy metabolism (EM) 2,900 kcal/kg, protein 22%), P0R2 (adlibitum feed, EM 2,800 kcal/kg, 23% protein), P1R1 (restriction feed 10% of adlibitum, EM 2,900 kcal/kg, 22% protein), P1R2 (restriction feed 10% of adlibitum, EM 2,800 kcal/kg, 23%.protein), P2R1 (restriction feed 20% of adlibitum, EM 2,900 kcal/kg, 22%protein), P2R2 (restriction feed 20% of adlibitum, EM 2,800 kcal/kg, 23% protein), P0R1Cr (adlibitum feed, EM 2,900 kcal/kg, 22% protein with adding 2 ppm chromium), P0R2Cr (adlibitum feed, EM 2,800 kcal/kg, 23% with adding protein 2 ppm chromium), P1R1Cr (restriction feed 10% of adlibitum, EM 2,900 kcal/kg, 22% protein with adding 2 ppm chromium), P1R2Cr (restriction feed 10% from adlibitum, EM 2,800 kcal/kg, 23% protein with adding 2 ppm chromium), P2R1Cr (20% restriction feed of adlibitum, EM 2,900 kcal/kg, 22% protein with adding 2 ppm chromium) and P2R2Cr (restriction feed 20% from adlibitum, EM 2,800 kcal/kg, 23% protein with adding 2 ppm chromium). Parameters observed included feed intake, body weight gain, and feed conversion. The results showed that the addition of organic chromium to the limiting feed had a significant effect (P<0.01) on feed consumption, body weight gain, and feed conversion. Organic chromium might give 2 ppm on feed that was limited to 10% of EM 2,900 kcal/kg adlibitum, 22% protein.

 

Keywords: Organic Chromium, Feeding restriction, Laying quail

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Abidin, Z. 2002. Meningkatkan Produktivitas Puyuh si Kecil yang Penuh Potensi. (Penyunting Mulyono). Edisi ke 1. PT. Agro Media Pustaka. Jakarta.

Amanata, I.A. 2013. Chromium In Livestock Nutrition: A Review. Global Advanced Research Journal of Agricultural Science. 2(12): 289-306.

Ayuningtyas, G. 2017. Produktivitas Entok Betina Dengan Pemberian Pakan Terbatas Selama Periode Pertumbuhan. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Fahrudin, A., W. Tanwiriah, dan H. Indrijani. 2016. Konsumsi ransum, petambahan bobot badan dan konversi ransum ayam lokal di Jimmy’s Farm Cipanas Kabupaten Cianjur. Hasil Penelitian. Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Kabupaten Cianjur. (Belum Diterbitkan).

Ferket, P.R. and A.G. Germat. 2016. Factor that affect feed intake of meat birds: a review. International Journal of Poultry Science. 5(10): 905-911.

Hertamawati, R.T. 2006. Produksi telur puyuh (Coturnix coturnix japonica) dengan pemberian pakan secara terbatas pada saat pertumbuhan sampai dewasa kelamin. Journal of Indonesian Tropical Animal Agriculture. (31)3.

Kurnia, F., M. Suhardiman, L. Stephani, dan T. Purwadaria. 2012. Peranan nano-mineral sebagai bahan imbuhan pakan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi ternak. Wartazoa. 22(4): 187-193.

Kusuma, H.A., A. Mukhtar dan R. Dewanti. 2016. Pengaruh pembatasan pemberian pakan (restricted feeding) terhadap performan ayam broiler jantan. Sains Peternakan. 14(1): 43-51.

Manurung, E.J. 2011. Performa ayam broiler pada frekuensi dan waktu pemberian pakan yang berbeda. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Muharlien. Achmanu, dan A. Kurniawan. 2010. Efek lama waktu pembatasan pemberian pakan terhadap performans ayam pedaging finisher. Jurnal Ternak Tropika. 11(2): 88-94.

Ohh, S.J. and J. Y. Lee. 2005. Dietary Chromium-methionine Chelate Supplementation and Animal Performance . Journal Animal Science. 18(6): 898-907.

Rifqi, A. 2008. Pengaruh pemberian feed addditive “RI.1” dan jenis pakan yang berbeda terhadap penampilan ayam broiler. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Santoso, U. 1999. Aplikasi teknologi pembatasan pakan pada industri broiler. Poultry Indonesia. Jakarta.

Sturkie, P.D. 1976. Avian Physiology. 3th ed. Springer-Verlag. New York.

Sudrajat, D., Kardaya, D., Dihansih, E. dan Puteri, S.F.S. 2014. Performa produksi telur burung puyuh yang diberi ransum mengandung kromium organik. Indonesian Journal of Animal and Veterinary Sciences. 19(4): 257-262.

Suryadi, U., U. Santoro, dan U.H. Tanuwira. 2011. Strategi Eliminasi Stres Trasnportasi Pada Sapi Potong Menggunakan Kromium Organik. UNPAD PRESS. Bandung.

Susanto, A. 2006. Pengaruh Pemberian Kromium Organik Terhadap Kinerja Pertumbuhan Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma marcopomum). Tesis. Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Widyastuti, W., S.M. Mardiati, dan T.R. Saraswati. 2014. Pertumbuhan puyuh (Coturnix coturnix japonica) setelah pemberian tepung kunyit (Curcuma longa L.) pada pakan. Buletin Anatomi dan Fisiologi. 17(2): 12-20.

Yildiz, A., O. S. Parlat, and O. Yazgan. 2004. The effects of chromium supplementation on production traits and some serum parameters of laying quail. Revue de Medecine Veterinaire. 155(12): 642-646.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.