UJI FORMULASI Beauveria bassiana ISOLAT LOKAL SEBAGAI PENGENDALI HAYATI HAMA UTAMA KAPAS
DOI:
https://doi.org/10.25047/jii.v15i1.56Abstract
Pengembangan pengendali hayati (agens hayati) cendawan entomopatogen B. bassiana isolat lokal yang efektif dan efisien sebagai pengendali hama sangat penting untuk dapat meningkatkan produktivitas tanaman kapas dengan tetap memperhatikan kualitas lingkungan hidup yang aman. Sementara bentuk formulasi tepat juga perlu dipertimbangkan, sehingga dapat membantu dalam hal ketersediaan, perbanyakan massal, penyimpanan dan pengaplikasiannya. Penelitian yang dilaksanakan diharapkan dapat menghasilkan: (1) formulasi yang tepat untuk produksi massal cendawan entomopatogen B. bassiana isolat lokal dan (2) Publikasi di Jurnal Ilmiah Nasional Terakreditasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAL), selanjutnya data dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji DMRT 5%, dengan parameter pertumbuhan cendawan hasil formulasi dan adanya kontaminan (uji bahan dan produk), kerapatan spora cendawan hasil formulasi (uji viabilitas spora) dan persentase mortalitas serangga uji (uji efikasi di laboratorium). Hasil penelitian adalah formulasi isolat lokal Beauveria bassiana yang diproduksi adalah formulasi cair, pasta dan tepung. Hasil uji kualitas menunjukkan bahwa formulasi cair memberikan hasil terbaik dimana produk formulasi relatif lebih stabil, uji viabilitas tertinggi (kerapatan spora 109 spora/ml), uji efikasi relatif tinggi (56,67% dalam waktu 96 jam), serta waktu kematian (LT50) tercepat (89,72 jam).Downloads
References
Eyal, J., J.F. Walter, L. Osborne and Zdenek, L. 1994. Methode For Production and Use of Phatogenic Fungal Preparation For Pest Control. US. Patent No.5,360,607. Nov.1,1994
Gomes, K.A. dan A.A. Gomes. 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian (terjemahan oleh E. Sjamsudin dan J.S. Baharsjah). UI-Press. Jakarta.
Mukaromah, F. 2013. Formulasi Agens Pengandali Hayati (APH) Golongan Bakteri Menurut Ahli Bakteri. Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan. Surabaya Ditjenbun Deptan. http://ditjenbun.deptan.go.id/bbpptpsurabaya/. Diakses tanggal 7 Januari 2014).
Prijono, D. 1988. Pengujian Indektisida. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Instiut Pertanioan Bogor
Raharjo, K. 1998. Penggunaan Jamur Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana untuk Mengendalikan Beberapa Jenis Hama. Kumpulan Makalah Gelar Teknologi Spesifik Lokasi. Karawang, 5-9 Oktober 1998. hal 36-40.
Roberto, M.P. and W.R. Donald. 1990. Dray Mycelium Praparation of Entomophatogenic Fungi Metarhizium anisopliae and Beauveria bassiana. J. Invertebrate Phatology. 56,39-46. Academic Press,Inc.
Suwahyono, U. dan P. Wahyudi. 2008. Produksi dan Formulasi Bioinsektisida dari Propagul Aktif Jamur Beauveria bassiana. Jurnal Teknologi Lingkungan. Vol. 9. No. 1. Hal. 89-91. Jakarta.
Wahyudi, P. 2008. Enkapsulasi Propagul Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana Menggunakan Alginat dan Pati Jagung sebagai Produk Mikoinsektisida. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 6(2), 51-56.
Wardati, I., D.N. Erawati dan C. Triwidiarto. 2011. Patogenisitas Bakteri, Jamur dan Nematoda Entomopatogen terhadap Hama Utama Tanaman Kapas (Gossypium hirsutum). Laporan Penelitian Hibah Bersaing DP2M Dikti. (belum dipublikasikan).
Wardati dan D.N. Erawati (2013). Efektivitas Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana Isolat Lokal terhadap Hama Utama Tanaman Kapas (Gossypium hirsutum L.). Laporan Penelitian Hibah Bersaing DP2M Dikti (belum dipublikasikan).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).