Pengembangan Cookies Berbasis Tepung Umbi Garut dan Tepung Wortel Untuk Mendukung Diet Pada Penderita Gastritis
DOI:
https://doi.org/10.25047/harena.v6i3.7110Kata Kunci:
cookies, gastritis, tepung garut, tepung wortelAbstrak
Terapi diet untuk mencegah gastritis adalah dengan memanfaatkan produk pangan lokal dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam bentuk cookies yang dibuat dari tepung garut dan tepung wortel. Umbi garut bersifat mukoprotektor sebagai pelapisan mukosa lambung, sehingga dapat menjadi pelindung dari peradangan atau luka. Selain itu, wortel memiliki kandungan betakaroten yang berfungsi sebagai antioksidan dan efek antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik cookies berbahan tepung garut dan tepung wortel berdasarkan daya terima, intensitas warna, dan kadar air. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen yang terdiri dari tiga formulasi, yaitu F1 (90% tepung garut dan 10% tepung wortel), F2 (80% tepung garut dan 20% tepung wortel), dan F3 (70% tepung garut dan 30% tepung wortel). Data dianalisis secara statistik untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan menggunakan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap daya terima, intensitas warna, dan kadar air pada ketiga formulasi. Formulasi terbaik berdasarkan daya terima adalah F1 dan F2. Pada intensitas warna, F1 memiliki tingkat kecerahan tertinggi. Seluruh formulasi memenuhi standar kadar air yang ditetapkan, yaitu di bawah 5%. Cookies berpotensi dikembangkan sebagai alternatif pangan berbasis bahan lokal yang dapat dipertimbangkan dalam perencanaan diet pada penderita gastritis.
Referensi
1. Hartati, S. (2023). Edukasi Diet Gastritis Terhadap Masalah Defisit Nutrisi Pada Pasien Gastritis. Jurnal Pustaka Padi, 2(3), 84–88.
2. Jusuf, H., Adityaningrum, A., & Yunus, R. (2022). Determinan Kejadian Gastritis Pada Mahasiswa. Jambura Health and Sport Journal, 4(2), 108–118.
3. Norlita, W. (2023). Pola Makan Mahasiswa Yang Mengalami Gastritis. As-Shiha: Jurnal Kesehatan, 3(1), 1–15.
4. Maidartati, M., Ningrum, T. P., & Fauzia, P. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Gastritis Pada Remaja di Bandung. Jurnal Keperawatan Galuh, 3(1), 21–28.
5. Suwindri, S., Tiranda, Y., & Ningrum, W. A. C. (2021). Faktor Penyebab Kejadian Gastritis di Indonesia. JKM: Jurnal Keperawatan Merdeka, 1(2), 209–223.
6. Usman, M. A. R., Dimpudus, R. O. Y., Zulfatunnadiroh, L. A., Pratiwi, R. Y., Paneo, A. S., & Putra, C. A. R. (2021). The Relationship Between Diet Pattern and Gastritis Prevalence. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences, 17(2), 92–94.
7. Rosyida, I. A., Arisandra, M. L., Noviyanti, D. A., Aprilian, R., & Cahyono, C. B. (2024). Pemantauan Status Gizi Balita dan Pentingnya Pemberian PMT. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Bakti Kita, 5(1), 24–33.
8. Mulyana, L., & Farida, E. (2023). Optimasi Formula Flakes Umbi Garut sebagai Pangan Sarapan Berenergi Tinggi. AGRITECH, 43(1), 21–31.
9. Chen, Q. H., Wu, B. K., Pan, D., Sang, L. X., & Chang, B. (2021). Beta-Carotene and Its Protective Effect on Gastric Cancer. World Journal of Clinical Cases, 9(23), 6591.
10. Linangsari, T., Sandri, D., & Lestari, E. (2022). Evaluasi Sensori Snack Bar Talipuk dengan Penambahan Tepung Pisang Kepok Pada Panelis Anak-Anak dan Dewasa. Jurnal Agroindustri Halal, 8(2), 213–221.
11. Ilmannafian, A. G., Lestari, E., & Halimah, H. (2018). Pemanfaatan Tepung Garut sebagai Substitusi Tepung Terigu dalam Pembuatan Kue Bingka. Jurnal Teknologi Agro-Industri, 5(2), 141–151.
12. Cicilia, S. E., Tuju, T. D., & Ludong, M. M. (2021). Pengaruh Substitusi Tepung Wortel (Daucus carota L.) terhadap Kualitas Sensoris, Fisik, dan Kimia Chiffon Cake. Jurnal Teknologi Pertanian, 12(2), 73–79.
13. Nariah, H., Kisnawaty, S. W., & Purwani, E. (2024). Kadar Protein Dan Tingkat Kekerasan Pada Cookies Tepung Gaplek dan Tepung Tempe Sebagai Potensi Terapi Celiac Disease. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 8(2), 232–241.
14. Muliananda, P., Iswahyudi, I., & Sofyaningsih, M. (2024). Pengaruh Penambahan Puree Labu Kuning Terhadap Kadar Proksimat, Beta Karoten, dan Sifat Organoleptik Cookies Umbi Garut Bebas Gluten. Jurnal Gizi, 13(1), 42–58.
15. Arziyah, D., Yusmita, L., & Wijayanti, R. (2022). Analisis Mutu Organoleptik Sirup Kayu Manis dengan Modifikasi Perbandingan Konsentrasi Gula Aren dan Gula Pasir. Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Eksakta, 1(2), 105–109.
16. Suagiantari, N. L. P. R., Tamam, B., & Antarini, A. N. (2023). Pengaruh Penambahan Tepung Wortel Terhadap Daya Terima dan Kadar Beta Karoten Pada Kue Putu Ayu. Jurnal Ilmu Gizi, 12(4), 226–232.
17. Muchtadi. (2019). Pengantar Ilmu Gizi. Bandung: Alfabeta.
18. Nadila, H., & Sofyan, A. (2022). Pengaruh Penambahan Puree Wortel Terhadap Kadar Protein, Beta Karoten dan Daya Terima Cookies Kacang Hijau. Jurnal Kesehatan, 15(1), 51–59.
19. Merlino, M., Arena, E., Cincotta, F., Condurso, C., Brighina, S., Grasso, A., ... & Verzera, A. (2022). Fat Type and Baking Conditions for Cookies Recipe: A Sensomic Approach. International Journal of Food Science and Technology, 57(9), 5943-5953.
20. Mudasirah, M., Salfiana, S., & Inayah, A. N. (2024). Pengaruh Penambahan Tepung Wortel Pada Pasta Coklat Sebagai Isian Kue Baruasa Terhadap Kadar Air dan Uji Organoleptik. Journal of Food Security and Agroindustry, 2(3), 103–109.
21. Lestari, T. I., Nurhidajah, N., & Yusuf, M. (2018). Kadar Protein, Tekstur, dan Sifat Organoleptik Cookies Yang Disubstitusi Tepung Ganyong dan Tepung Kacang Kedelai. Jurnal Pangan dan Gizi, 8(1), 53–63.
22. Choi, H., Park, S. E., & Son, H. S. (2023). Color Image Expression Through CIE L*a*b* System in Foods. Journal of the Korean Society of Food Science and Nutrition, 52(2), 223–229.
23. Adelina, N. M., Giovani, S., Jameelah, M., Rosianajayanti, R., & Assagaf, S. F. Z. (2024). Karakteristik Sensori dan Fisikokimia Kukis dari Campuran Tepung Mocaf dan Tepung Kulit Buah Naga. Jurnal Mutu Pangan: Indonesian Journal of Food Quality, 11(2), 96–106.
24. Engelen, A. (2018). Analisis Kekerasan, Kadar Air, Warna dan Sifat Sensori Pada Pembuatan Keripik Daun Kelor. Journal of Agritech Science (JASc), 2(1), 10–10.
25. Qalbi, R., Giovani, S., Guo, Q., & Adelina, N. M. (2023). Effect of Drying Time on Physicochemical Characteristics of Dragon Fruit Peels Powder. Journal of Agri-Food Science and Technology, 4(2), 81–96.
26. Cicilia, S. E., Tuju, T. D., & Ludong, M. M. (2021). Pengaruh Substitusi Tepung Wortel (Daucus carota L.) terhadap Kualitas Sensoris, Fisik, dan Kimia Chiffon Cake. Jurnal Teknologi Pertanian, 12(2), 73–79.
27. Sari, E. Y., Prabowo, S., Candra, K. P., & Suprapto, H. (2024). Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Makaroni Substitusi Tepung Wortel. Journal of Tropical AgriFood, 6(2), 97–107.
28. Safitri, E., Anggo, A. D., & Rianingsih, L. (2023). Pengaruh Penambahan Tepung Ikan Nila Terhadap Kualitas dan Daya Terima Fish Flakes. Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan, 5(1), 52–61.
29. Suryani, I., Ardiningsih, P., & Wibowo, M. A. (2018). Formulasi Cookies Tersubstitusi Bekatul dan Ketan Putih serta Analisis Kandungan Gizinya. Jurnal Kimia Khatulistiwa, 7(4), 75–82.
30. Sandrasari, D. A., & Chusna, A. C. (2020). Karakteristik Crispy Cookies Kaya Serat Berbahan Dasar Rumput Laut. Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan, 2(2), 105–114.
31. Ummah, N., Damayanti, T. Y. F., & Nafies, D. A. A. (2025). Analisis Kandungan Protein dan Mutu Organoleptik Biskuit Substitusi Tepung Kacang Hijau dan Tepung Wortel. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 4(1), 15–23.
32. Ayustaningwarno, F., Rustanti, N., Afifah, D. N., & Anjani, G. (2021). Teori dan Aplikasi Teknologi Pangan. Semarang: Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Maulidya Zahra, Dewi Nabila Martianny, Sudrajah Warajati Kisnawaty, Muwakhidah Muwakhidah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

