Pengembangan Formulasi Makanan Enteral Berbasis Pangan Lokal Tepung Tempe Dan Ekstrak Seledri Untuk Penyakit Colitis Ulcerative

Authors

  • Putri Eka Agustina UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
  • Nur Khofipah Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Sudrajah Warajati Kisnawaty Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.25047/harena.v6i2.7056

Keywords:

ekstrak seledri, formula enteral, kolitis ulceratif, tepung tempe

Abstract

Colitis ulseratif (CU) merupakan penyakit yang mempengaruhi usus besar akibat dari peradangan kronis pada lapisan usus. Pemberian Makanan enteral merupakan terapi diet lini pertama untuk pasien Colitis Ulceratif. Makanan enteral memiliki standar, syarat dan prinsip agar dapat diterima dengan baik oleh pasien sesuai dengan kebutuhan. Standar formula enteral dapat dilihat dari berbagai parameter yaitu viskositas, osmolaritas, daya alir, kadar air, dan organoleptic. Salah satu nutrisi yang diperlukan pada penyakit colitis ulcerative yaitu probiotik. Tempe mengandung senyawa aktif dan bakteri probiotik yang berfungsi menekan pertumbuhan bakteri pathogen serta memperbaiki mukosa usus. Selain terapi probiotik, penyakit colitis ulseratif juga dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung flavonoid. Flavonoid berperan sebagai antiradikal bebas dan antiinflamasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan formula enteral berbahan dasar tempe dan ekstrak seledri yang memiliki mutu fisik dan kimiawi sesuai standard untuk pasien colitis ulcerative. Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 variasi perlakuan penambahan tepung tempe yaitu F1 sebanyak 8gr, F2 sebanyak10gr, F3 sebanyak 9gr. Parameter yang diteliti meliputi kadar viskositas, osmolaritas, daya alir, kadar air dan organoleptic. Hasil data dianalisis menggunakan Microsoft excel dan Software SPSS. Nilai Viskositas paling rendah sebesar 28,6cP. Nilai osmolaritas paling rendah sebesar 935mOsmo/L. Nilai kadar daya alir paling rendah sebesar 1,6ml/detik. Nilai kadar air paling rendah sebesar 4,14%. Formula F3 menunjukkan karakteristik fisik dan tingkat penerimaan yang relatif lebih baik dibandingkan dengan formula yang lain, namun formula F3 masih perlu dilakukan perbaikan terutama pada parameter osmolaritas serta evaluasi kandungan gizi sebelum diaplikasikan pada pasien colitis ulcerative.

References

1. Rachmi, E. (2021). Patofisiologi Kolitis Yang Diinduksi Dextran Sodium Sulfat. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 20(1), 33–41. https://doi.org/10.30743/ibnusina.v20i1.57

2. Riskiyah, R. (2017). Peranan Zinc Pada Penanganan Kasus Penyakit Diare Yang Dialami Bayi Maupun Balita. Journal of Islamic Medicine, 1(1), 22–29. https://doi.org/10.18860/jim.v1i1.4119

3. Zahra, A. J., Happy, T. A., Soleha, T. U., Studi, P., Dokter, P., Kedokteran, F., Lampung, U., Histologi, B., Studi, P., Dokter, P., Kedokteran, F., Lampung, U., Mikrobiologi, B., Studi, P., Dokter, P., Kedokteran, F., & Lampung, U. (2024). Peran Flavonoid Sebagai Antiulser dan Antioksidan pada Ulkus Duodenum Effects of Flavonoids on Duodenal Ulcer : Analysis of Anti-Ulcer Action and Antioxidant Properties. 14(14), 2290–2296.

4. Wahyudin, H., & Permatasari, N. R. R. (2020). Pancasakti Science Education Journal. Pancasakti Science Education Journal, 5(9), 4–11.

5. Oskar, I., & Putra, A. E. E. (2019). Pengujian Viskositas Minyak Limbah Biji Jambu Mente Hasil Pirolisis. Rotasi, 21(3), 167.https://doi.org/10.14710/rotasi.21.3.167-172

6. Safira, N., Sutijati, E., & Luthfiyah, F. (2023). Formula Enteral Blenderized Berbahan Dasar Kacang Hijau dengan Penambahan Sari Apel dan Putih Telur sebagai Makanan Alternatif untuk Penderita Stroke. HARENA : Jurnal Gizi, 3(2), 79–84. https://doi.org/10.25047/harena.v3i2.3712.

7. Wahyuni, I. T., Taruna, I., & Sutarsi, S. (2015). Viskositas Puree Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) Pada Berbagai Suhu dan Konsentrasi. Berkala Ilmiah Pertanian, 1(1), 1–3.

8. Azhari, S. A., & Sulaeman, A. (2024). Tepung Susu Kambing, Tepung Kacang Kedelai, Gula Formula Enteral Bagi Pasien Penyakit Hati Kronis. Inovasi Bahan Lokal Dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(1), 22–30.

9. Rahmadanti, T. S., Candra, A., & Nissa, C. (2020). Pengembangan formula enteral hepatogomax untuk penyakit hati berbasis tepung kedelai dan tepung susu kambing. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 9(1), 1–10. https://doi.org/10.14710/jgi.9.1.1-10

10. Asndri Hartono AH. Terapi Gizi dan diet rumah sakit (9). In EGC; 2018 [cited 2025 Jan 16]. Available from: http://repo.upertis.ac.id/id/eprint/97

11. Jannah, M., & Kristianto, Y. (2025). PENGEMBANGAN FORMULA ENTERAL “KAHILA” BERBASIS KACANG HIJAU (Vigna radiata L) DAN LABU KUNING (Cucurbia moschata) UNTUK DIABETES MELITUS. JGMI :The Journal of Indonesian Community Nutrition, 14(1), 2025.

12. Mutias, A. R., Kristinawati, B., & Widayati, N. (2020). Penerapan Evidance Base Nursing Intermittent Feeding untuk Menurunkan Volume Residu Lambung Pasien Kritis. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 16(1), 46. https://doi.org/10.26630/jkep.v16i1.1869

13. Faidah, F. H., Moviana, Y., Isdiany, N., Surmita, & Hartini, P. W. (2019). Formulasi Makanan Enteral Berbasis Tepung Tempe. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung, 11(2), 67–74.

14. Gizi, J., & Dietetik, D. A. N. (2025). PENGEMBANGAN FORMULA ENTERAL GUDLEAI DIA PRO + BERPROTEIN TINGGI BERBASIS KACANG KEDELAI , UNTUK PASIEN DIABETES MELITUS. 4(1), 11–20.

15. Asmy, U., Asrianto, A., Hardianti, H., Astuti, D., Arnianti, A., & Mahyudin, M. (2025). Efektifitas Tindakan Keperawatan Dalam Pemberian Nutrisi Enteral Antara Metode Intermittent Feeding Terhadap Pasien Di Ruangan Icu Rumah Sakit Makassar Sulawesi Selatan. Journal on Education, 7(2), 10670–10675. https://doi.org/10.31004/joe.v7i2.8119.

16. Mutmainah, F., Dimas, R. A. M., & Amanto, S. (2013). Kajian karakteristik fisikokimia tepung sukun (Artocarpus communis) termodifikasi dengan variasi lama perendaman dan konsentrasi asam asetat. Jurnal Teknosains Pangan, 2(4), 46–53. www.ilmupangan.fp.uns.ac.id.

17. Swandyani Puti Mustika, Agus Santoso, & Yohanes Kristianto. (2016). Nutrisia, Volume 15 Nomor 2, September 2013, halaman 76- 8182Pengembangan Tepung Labu Kuning, Tepung Ikan Gabus, dan Konsentrat Protein Kecambah Kedelai sebagai Bahan Penyusun Formula Enteral bagi Penderita Gagal Ginjal Kronik(Analisis Mutu Fisik, Kandunga. Jurnal Nutrisia, 18(2), 82–92.

18. Fitriani, S., Sutjiati, E., & Dwipajati. (2022). Modifikasi Organoleptik Formula Enteral dengan Putih Telur Ayam dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) bagi Pasien Diabetes Mellitus. HARENA : Jurnal Gizi, 3(1), 20–28. https://doi.org/10.25047/harena.v3i1.2991.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Agustina, P. E., Khofipah, N., & Kisnawaty, S. W. (2026). Pengembangan Formulasi Makanan Enteral Berbasis Pangan Lokal Tepung Tempe Dan Ekstrak Seledri Untuk Penyakit Colitis Ulcerative . HARENA : Jurnal Gizi, 6(2), 77–85. https://doi.org/10.25047/harena.v6i2.7056

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.