Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Menikah Usia Dini Dengan Status Gizi Balita Usia 2 – 5 Tahun di Pos Kesehatan Desa Ledokombo
DOI:
https://doi.org/10.25047/harena.v6i2.7370Kata Kunci:
pengetahuan, sikap, pernikahan usia dini, status gizi balitaAbstrak
Masalah gizi pada balita masih menjadi masalah kesehatan yang serius, terutama di kalangan ibu yang menikah di usia muda, karena mereka umumnya memiliki keterbatasan dalam hal pengetahuan dan sikap terkait gizi anak. Situasi ini dapat memengaruhi status gizi balita, terutama berusia 2-5 tahun, yang sedang berada pada tahap pertumbuhan yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu yang menikah usia dini dengan status gizibalita usia 2-5 tahun di Pos Kesehatan Desa Ledokombo. Penelitian ini menggunakan metodekuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 167 ibu, dengan sampel 97 respondenyang diambil menggunakan teknik non-probability sampling dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai pengetahuan dan sikap, serta melalui pengukuran beratbadan anak-anak balita, dan kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitianmenunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan status gizi anak balita (p = 0,000) serta antara sikap ibu dan status gizi anak balita (p = 0,000), dengan kekuatan hubungankategori sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan antara pengetahuandan sikap ibu yang menikah pada usia dini dengan status gizi anak balita.
Referensi
1. Indanah, Faridah U, Sa'adah M, Sa'diyah SH, Aini SM, Apriliya R. Faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan. 2020;11(2):1-11.
2. Sekarayu SY, Nurwati N. Tingginya angka pernikahan dini di Indonesia dan dampaknya. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial. 2021;22(1):1–12.
3. Audia AAFN. Persentase perempuan menikah menurut usia (2023–2024) [Internet]. GoodStats Data; 2024 Nov 13 [cited 2026 Apr 22]. Available from: https://data.goodstats.id/statistic/hampir-50-perempuan-indonesia-menikah-di-usia-19-24-tahun-3X1H7
4. Arnita S, Rahmadhani DY, Sari MT. Hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan upaya pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi. 2020;9(1):7–14.
5. Sulhan NAA. Periodisasi perkembangan anak pada masa remaja: tinjauan psikologi. Behavior. 2024;1(1):9–36.
6. Duana D, et al. Dampak pernikahan usia dini terhadap status gizi ibu hamil dan risiko bayi berat badan lahir rendah. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak. 2022;14(2):85–93.
7. Muliana U, Prajitno S, Sukmajaya A, Rinayu NP. Hubungan pernikahan dini, pengetahuan ibu, dan pola pemberian makan dengan kejadian stunting di Desa Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Indonesian Journal of Health Research Innovation. 2025;2(1):1–9.
8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jakarta: Kemenkes RI; 2020.
9. Rahmawati S, Dewi ES. Korelasi status gizi dengan perkembangan anak usia toddler (1–3 tahun). Jurnal Kebidanan. 2021;13(2):235-242.
10. Soleha M, Zelharsandy VT. Pengaruh paritas di keluarga terhadap status gizi anak: literatur review. Jurnal Lentera Perawat. 2023;4(1):1–8.
11. Rosana M, Sudarman S, Syamsul M. Faktor yang berhubungan dengan status gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Panambungan Kota Makassar. Jurnal Promotif Preventif. 2022;5(1):36–44.
12. Sa’adah HD, Kurniasih E. Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi balita dengan status gizi balita di Desa Pangkur. Jurnal Cakra Medika. 2022;6(1):1–8.
13. Sintia F, Ekawaty F, Yusnilawati Y. Hubungan pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian MP-ASI dengan status gizi anak usia 6–24 bulan. Jurnal Ners. 2021;9(1):1–9.
14. Sari EM, Juffrie M, Nurdiati DS, Sitaresmi MN. Hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi dengan status gizi balita. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia. 2020;8(2):65–72.
15. Sari DP, Lestari Y. Pengaruh dukungan keluarga dan lingkungan sosial terhadap sikap ibu dalam pemeliharaan kesehatan anak. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2021;12(3):201–208.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rusdiarti Rusdiarti, Vella Putri Riyani, Dahlia Indah Amareta, Surya Dewi Puspita

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

