Perluasan Bentuk Feses Domba Ekor Tipis dan Domba Persilangan Texel pada Level Pemberian Pakan yang Berbeda
Keywords:
domba persilangan texel, domba ekor tipis, kecernaan bahan kering, perluasan feses, level pakanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ras domba dan level pemberian pakan terhadap konsumsi bahan kering, kecernaan bahan kering (KcBK), dan perluasan feses serta hubungan antara perluasan feses dengan KcBK. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2024 di Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, menggunakan 20 ekor domba jantan yang terdiri atas 10 ekor Domba Persilangan Texel (DPT) dan 10 ekor domba Ekor Tipis (DET) berumur 3,5–4 bulan. Perlakuan disusun dalam rancangan acak lengkap pola tersarang, dengan ras sebagai faktor utama dan level pakan (4% dan 5,5% bobot badan berdasarkan bahan kering) sebagai faktor tersarang di dalam ras. Parameter yang diamati meliputi konsumsi bahan kering, kecernaan bahan kering, dan perluasan feses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ras domba berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi bahan kering, kecernaan bahan kering, dan perluasan feses, di mana DPT memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan DET. Level pemberian pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi bahan kering, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering maupun perluasan feses. Analisis korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara perluasan feses dan kecernaan bahan kering tergolong sangat lemah dan tidak signifikan (P>0,05), baik pada DPT (r = 0,0591) maupun DET (r = 0,0196). Disimpulkan bahwa perbedaan ras memengaruhi konsumsi, kecernaan bahan kering, dan karakteristik fisik feses, yang mengindikasikan adanya perbedaan efisiensi mekanik pengunyahan antar ras. Namun demikian, perluasan feses belum dapat digunakan sebagai indikator kecernaan bahan kering pada domba dengan ras dan level pemberian pakan yang berbeda.
Downloads
References
[1] Badan Pusat Statistik, “Impor Daging 2018-2023.” Jakarta: Badan Pusat Statistik Indonesia, 2024.
[2] H. Maulana and E. Baliarti, “Thin-Tailed Sheep Productivity in Different Initial Body Weight with Feeding by Water Spinach Straw,” Biospecies, vol. 14, no. 2, pp. 31–36, 2021.
[3] L. Purnamasari, S. A. M. Basalamah, S. Rahayu, and S. Darwati, “RESPON FISIOLOGIS DOMBA EKOR TIPISDAN GARUT DENGAN PEMBERIAN PAKAN KONSENTRAT DAN LIMBAH TAUGE,” J. Ilmu Peternak. Terap., vol. 4, no. 1, pp. 27–33, 2020, [Online]. Available: https://publikasi.polije.ac.id/jipt/article/view/2344
[4] A. Fauzi, Mudawamahl, and N. Humaidah, “Induk Domba Garut Dan Domba Peranakan Texel Di Kthr Kelompok Tani Hutan Rakyat Indonesia, Malang,” J. Din. Rekasatwa, vol. 5, no. 3, pp. 365–375, 2022.
[5] M. Pramujo, S. Maylinda, V. M. A. Nurgiartiningsih, T. E. Susilorini, and A. A. Hamiyanti, “Perbandingan Karakteristik Morfometrik Domba Ekor Tipis, Cross Texel dan Dorper di Wilayah Tropis Indonesia,” TERNAK Trop. J. Trop. Anim. Prod., vol. 26, no. 1, pp. 52–59, 2025, doi: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.01.6.
[6] M. Luthfi, M. Delima, and A. M.Rur, “Pertambahan Berat Badan Domba Ekor Tipis Jantan Yang Diberikan Bungkil Inti Sawit Sebagai Substitusi Dedak Padi Dengan Pakan Basal Rumput Odot Kering dan Limbah Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus) Amoniasi,” J. Ilm. Mhs. Pertan., vol. 7, no. 1, pp. 308–317, 2022, [Online]. Available: doi:10.17969/jimfp.v7i1.19561
[7] J. Riyanto, S. D. Widyawati, and S. Sudibya, “Pengaruh perbedaan rasio menir kedelai proteksi dan tanpa proteksi terhadap konsumsi, kecernaan dan nilai nutrien pakan Domba Ekor Gemuk,” Livest. Anim. Res., vol. 18, no. 3, p. 240, 2020, doi: 10.20961/lar.v18i3.45995.
[8] S. W. Fessenden, T. J. Hackmann, D. . Ross, E. Block, A. Foskolos, and M. E. Van Amburgh, “Rumen digestion kinetics, microbial yield, and omasal flows of nonmicrobial, bacterial, and protozoal amino acids in lactating dairy cattle fed fermentation by-products or urea as a soluble nitrogen source,” J. Dairy Sci., vol. 102, no. 4, pp. 3036–3052, 2019, [Online]. Available: https://doi.org/10.3168/jds.2018-15448
[9] N. Ainunisa, M. B. Rapsanjani, A. R. Tarmidi, and I. Hernaman, “Proteksi Protein Ampas Tahu dengan Crude Palm Oil (CPO) terhadap Degradasi Mikroba Rumen,” J. Ilmu dan Teknol. Peternak. Trop., vol. 7, no. 2, p. 147, 2020, doi: 10.33772/jitro.v7i2.11459.
[10] D. A. Rizky, “Uji Forensik Feses untuk Menduga Kecernaan BK Pakan pada Kambing Kejobong,” 2020. doi: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/4040/.
[11] L. Waldi, W. Suryapratama, and M. Suhartati, “Pengaruh penggunaan bungkil kedelai dan bungkil kelapa terhadap sintesis protein mikroba rumen,” vol. 1, no. 1, 2017.
[12] A. Tilman, H. Hartadi, S. Prawirokusumo, S. Reksohadiprojo, and S. Lebdosoekojo, Ilmu Makanan Ternak Dasar. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 1998. [Online]. Available: https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=451922
[13] H. Hartadi, S. Reksohadiprojo, and A. Tilman, Tabel Komposisi Pakan untuk Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2005. [Online]. Available: https://www.feedipedia.org/node/22411
[14] P. J. Van Soest, Nutritional Ecology of the Ruminant. New York: Cornell University Press, 2018. [Online]. Available: https://books.google.co.id/books?id=-
[15] L. Hanun, A. Muktiani, and L. K. Nuswantara, “Kecernaan protein dan retensi nitrogen pada domba yang diberi silase pakan komplit berbahan eceng gondok,” J. Pengemb. Penyul. Pertan., vol. 15, no. 27, p. 45, 2018, doi: 10.36626/jppp.v15i27.25.
[16] G. Vivares, J. Dijkstra, and A. Bannink, “Modeling diurnal rumen metabolism dynamics in dairy cattle: An update to a mechanistic model representing eating behavior, rumen content, rumination, and acid-base balance,” J. Dairy Sci., vol. 108, no. 7, pp. 6934–6957, 2025, [Online]. Available: https://doi.org/10.3168/jds.2024-26121
[17] A. . Hristov et al., “Invited review: Nitrogen in ruminant nutrition: A review of measurement techniques,” J. Dairy Sci., vol. 102, no. 7, pp. 5811–5852, 2019, [Online]. Available: https://doi.org/10.3168/jds.2018-15829
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adi Rahman Satrio, Miftahul Luqman Basari, Ikha Vebry Rahmawati, Ari Prima, Endang Purbowati, Agung Purnomoadi, Retno Adiwinarti, Sutaryo Sutaryo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright Notice
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).



