Kajian Perkembangan Varietas Benih Semangka Terdaftar di Indonesia

Authors

  • Sumarlina Sumarlina Politeknik Negeri Jember
  • Tia Sofiani Napitupulu Politeknik Negeri Jember
  • Uni Baroroh Husnudin Universitas Jambi

Keywords:

seed registration, plant breeding, seed production, watermelon

Abstract

Semangka merupakan salah satu komoditas buah unggulan strategis nasional di Indonesia, sehingga pengembangan produksi semangka melalui diversitas varietas baru terus dilakukan. Oleh karena itu, pemerintah mencanangkan program “one variety, one region”, dengan pendaftaran benih varietas baru sebagai salah satu langkah perlindungan hukum yang penting didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan varietas benih semangka terdaftar di pusat data  Direktorat Perbenihan Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Penelitian dilakukan melalui studi literatur untuk varietas terdaftar pada periode 2014 hingga 2024. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan fokus pada perkembangan jumlah varietas benih semangka dalam negeri dan introduksi, tipe produsen, musim tanam, dan wilayah adaptasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendaftaran varietas benih semangka selama periode satu dekade terakhir cukup fluktuatif, tetapi cenderung meningkat pada tiga tahun terakhir (pasca pandemic).   Selain itu, varietas benih semangka dalam negeri lebih banyak dikembangkan dibandingkan dengan semanka introduksi. Produsen pendaftar varietas benih semangka dapat berbentuk PT, CV, maupun perorangan; dengan PT merupakan produsen terbanyak. Varietas Semangka yang terdaftar selama periode 2014 hingga 2024 sebagian besar memiliki musim tanam hujan dan kemarau (43%) dan wilayah adaptasi pada dataran rendah (95%).

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] BPS, Statistik Hortikultura 2023. Jakarta: Badan Pusat Statistik, 2024.

[2] H. Sujadmiko, B. S. Daryono, H. Hanini, and S. Supriyadi, “Pengembangan Benih Unggul Semangka Citra Jingga Melalui Teknik Kastrasi dan Polinasi di Desa Depokrejo, Purworejo, Jawa Tengah,” J. Pengabdi. Kpd. Masy. (Indonesian J. Community Engag., vol. 6, no. 2, pp. 129–135, 2021.

[3] S. Wijesinghe, L. J. Evans, L. Kirkland, and R. Rader, “A Global Review of Watermelon Pollination Biology and Ecology: The Increasing Importance of Seedless Cultivars,” Sci. Hortic. (Amsterdam)., vol. 271, p. 109493, 2020.

[4] T. S. Napitupulu, S. Sumarlina, and U. B. Husnudin, “Analisis Bibliometrik Tren Kajian Preferensi Konsumen Komoditas Buah Segar di Indonesia,” Mimb. Agribisnis J. Pemikir. Masy. Ilm. Berwawasan Agribisnis, vol. 10, no. 2, pp. 2797–2807, 2024.

[5] D. A. R. Wati and Y. A. Rochman, “Pemanfaatan Potensi Desa melalui Tanaman Buah Dalam Pot,” Asian Journak Innov. Entrep., vol. 03, no. 03, pp. 230–237, 2018.

[6] D. G. A. Bayuaji et al., “Pelatihan Pengembangan Produk Olahan Berbahan Dasar Semangka Berbasis Ekonomi Kreatif Di Desa Gapura, Lombok Tengah,” J. Pengabdi. Magister Pendidik. IPA, vol. 7, no. 3, pp. 767–773, 2024.

[7] S. Haryati, “Karakterisrik Sensori Fisikokimia Permen Semangka Dengan Berbagai Konsentrasi Karagenan,” J. Pengemb. Rekayasa dan Teknol., vol. 4, no. 1, pp. 68–81, 2020.

[8] A. Wahyudi, M. F. Sari, and Y. Hendrianto, “Karakteristik Morfologi 12 Galur Murni Semangka (Citrullus lanatus) Generasi F5,” J. Agrotek Trop., vol. 12, no. 1, pp. 12–20, 2023.

[9] A. L. Sahidah et al., “Identifikasi dan Evaluasi Karakter Fenotipik dan Agronomik 12 Galur Semangka,” J-Plantasimbiosa, vol. 1, no. 2, pp. 1–14, 2019.

[10] D. H. Kementan, Rencana Strategis Direktorat Buah dan Florikultura Tahun 2020-2024. Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, 2022.

[11] M. Makful, K. Kuswandi, S. Sahlan, and M. Andini, “Evaluasi Keragaan Beberapa Hibrida Semangka Koleksi Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika,” J. Budid. Pertan., vol. 15, no. 2, pp. 101–105, 2019.

[12] P. Helmayanti, A. Wahyudi, and N. Nazirwan, “Karakterisasi Lima Galur Semangka Mini Generasi Ketiga (F3) dengan Tipe Warna Kulit Buah Gelap,” J-Plantasimbiosa, vol. 2, no. 1, 2020.

[13] A. Amzeri, K. Badami, G. Pawana, A. Syah, and ..., “Phenotypic and Genetic Diversity of Watermelon (Citrullus lanatus) in East Java, Indonesia.,” … : Journal of Biological …. academia.edu, 2021. [Online]. Available: https://www.academia.edu/download/101121118/5308.pdf

[14] Direktorat Statistik Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Statistik Perusahaan Hortikultura dan Usaha Hortikultura Lainnya. Jakarta: Badan Pusat Statistik Indonesia, 2023.

[15] S. Indrawati, S. W. Harwanto, and A. Suryaman, “Pentingnya Legalitas Usaha Sebagai Pelindungan Hukum Bagi Perusahaan,” Eksaminasi J. Huk., vol. 3, no. 1, pp. 1–8, 2024.

[16] N. A. R. Sudirman, “Manfaat Badan Hukum (Perseroan Perorangan) Terhadap Aset, Pajak Dan Pembiayaan UMKM,” JBT (JURNAL BISNIS dan Teknol., vol. 9, no. 1, 2022.

[17] D. Z. Zafarovich, K. G. Uktamovna, Y. M. Sanjarovna, and E. L. Baxtiyorovna, “Watermelon Cultivation Technology,” Model. Methods Increasing Effic. Innov. Res., vol. 4, no. 38, pp. 195–201, 2024.

[18] A. O. Hamad, K. H. Kai, A. Kijazi, S. A. Khamis, A. H. Abdalla, and A. Ali, “The Influence of Climate Variability on the Watermelon Production in Zanzibar,” Atmos. Clim. Sci., vol. 13, no. 1, pp. 44–61, 2023.

[19] O. Ahluwalia, P. C. Singh, and R. Bhatia, “A Review on Drought Stress in Plants: Implications, mitigation and the role of plant growth promoting rhizobacteria,” Resour. Environ. Sustain., vol. 5, p. 100032, 2021.

[20] U. G. Fadipe OA, “Growth and Development of Watermelon in Response to Seasonal Variation of Rainfall,” J. Climatol. Weather Forecast., vol. 02, no. 02, 2014, doi: 10.4172/2332-2594.1000117.

[21] C. Majuju and M. Fatih, “Distribution Patterns of Cultivated Watermelon Forms in Zimbabwe Using DIVA-GIS,” Int. J. Biodivers. Conserv., vol. 3, no. 9, pp. 474–481, 2011.

[22] Direktorat Jenderal Hortikultura, Buku Pedoman Budidaya Semangka C. vulgaris. Bogor: Kementerian Pertanian, 2022.

[23] M. S. Imanudin, M. E. Armanto, and Bakri, “Determination of Planting Time of Watermelon Under a Shallow Groundwater Table in Tidal Lowland Agriculture Areas of South Sumatra, Indonesia,” Irrig. Drain., vol. 68, no. 3, pp. 488–495, 2019.

[24] R. D. Aryani, I. F. Basuki, I. Budisantoso, and A. Widyastuti, “Pengaruh Ketinggian Tempat terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanam Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.),” Agriprima J. Appl. Agric. Sci., vol. 6, no. 2, pp. 202–211, 2022.

[25] Y. Hilman, R. Rosliani, and E. R. Palupi, “Pengaruh Ketinggian Tempat Terhadap Pembungaan, Produksi, dan Mutu Benih Botani Bawang Merah,” J. Hortik., vol. 24, no. 2, pp. 154–161, 2014.

[26] R. H. H. Katuuk, S. A. Wanget, and P. Tumewu, “Pengaruh Perbedaan Ketinggian Tempat Terhadap Kandungan Metabolit Sekunder pada Gulma Babadotan (Ageratum conyzoides L.),” in Cocos, 2019.

Downloads

Published

2025-12-09

How to Cite

Sumarlina, S., Napitupulu, T. S., & Husnudin, U. B. (2025). Kajian Perkembangan Varietas Benih Semangka Terdaftar di Indonesia. Jurnal Ilmiah Inovasi, 25(3), 197–203. Retrieved from https://publikasi.polije.ac.id/jii/article/view/5857

Issue

Section

Article

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.