Optimasi Jarak Tanam dan Pemupukan NPK Terhadap Peningkatan Produksi Tanaman Edamame (Glycine max L. Merrill.)
Keywords:
edamame, jarak tanam, NPK, polong, pupukAbstract
Edamame (Glycine max L. Merill.) merupakan tanaman potensial untuk dikembangkan. Kebutuhan edamame terus meningkat sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimasi jarak tanam dan pemupukan NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman edamame. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF), dengan 2 faktor terdiri dari jarak tanam dan pemupukan NPK. Perlakuan jarak tanam terdapat 3 taraf yaitu 30 cm x 20 cm, 25 cm x 15 cm dan 20 cm x 10 cm x 40 cm. Perlakuan pemupukan NPK terdapat 3 taraf yaitu 300 kg/ha, 350 kg/ha dan 400 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 20 cm x 15 cm berbeda nyata pada tinggi tanaman, jumlah bintil akar, berat tajuk, berat akar, jumlah polong, berat polong per tanaman. Perlakuan jarak tanam 20 x 15 cm dengan pemupukan NPK 300 kg/ha dapat meningkatkan berat polong sebesar 25.67%.
Downloads
References
[1] A. Rahayu, S. Setyono, and N. Yulianti, “Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai Edamame (Glycine Max (L.) Merr.) Pada Berbagai Dosis Zeolit Dan Jhttps://doi.org/10.30997/jp.v4i2.544enis Pupuk Nitrogen,” J. Pertan., 2013.
[2] M. R. Setiawati, E. T. Sofyan, A. Nurbaity, P. Suryatmana, and G. P. Marihot, “Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati, Vermikompos Dan Pupuk Anorganik Terhadap Kandungan N, Populasi Azotobacter sp. Dan Hasil Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merill) Pada Inceptisols Jatinangor.,” Agrologia, vol. 6, no. 1, 2018.
[3] B. Ichwan, “Respon Kedelai Edamame terhadap berbagai Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Kotoran Ayam,” J. Mediia Pertan., vol. 6, no. (2), pp. 98– 103, 2021, doi: 10.33087/jagro.v6i2.122.
[4] A. W. Irwan, A. Wahyudin, and T. Sunarto, “Respons kedelai akibat jarak tanam dan konsentrasi giberelin pada tanah inceptisol Jatinangor,” Kultivasi, vol. 18, no. 2, pp. 924–932, 2019. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v18i2.22232.
[5] A. Fajrin, S. Suryawati, and Sucipto, “Respon Tanaman Kedelai Sayur Edamame terhadap Perbedaan Jenis Pupuk dan Ukuran Jarak Tanam,” J. Agrovigor, vol. 8, no. 2, pp. 57–62, 2015.
[6] U. D. Anggraini, I. Islan, and S. Syafrinal, “Respon Tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merril) Terhadap Tinggi Muka Air Tanah Dan Pemberian Dosis Pupuk Majemuk Di Media Gambut.” Riau University.
[7] E. Rosi, A., Roviq, M., dan Nihayati, “Pengaruh Dosis Pupuk NPK pada Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Kedelai (Glycine max (L.) Merr.).,” J. Produksi Tanam., vol. 6, no. 10, pp. 2445–2452, 2018.
[8] B. H. Sasongko, S. R., Utami, S. N. H., dan Purwanto, “Pengaruh NPK dan mikoriza terhadap pertumbuhan, serapan p kedelai dan kimia tanah di lahan gambut, pelalawan, riau. dalam: ilmu bumi dan lingkungan.,” Semin. dan Kongr. Int. Masy. Ilmu Tanah Indones. Jur. Ilmu Tanah Fak. Pertan. Univ. Gadjah Mada., vol. IOP, 1, no. 10, 2019.
[9] J. H. Purba, I. P. Parmila, and K. K. Sari, “Pengaruh pupuk kandang sapi dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max L. Merrill) varietas edamame,” Agro Bali Agric. J., vol. 1, no. 2, pp. 69–81, 2018.
[10] M. S. Mubarok and D. O. Dewi, “Pengaruh Berbagai Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai Di Kalimantan Barat,” J. Pertan. Agros, vol. 21, no. 2, pp. 145–151, 2019.
[11] N. E. Mustamu, “Pengaruh Jarak Tanam Dan Pemberian Pupuk Kandang Lembu Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Kedelai (Glycine Max (L) Merril),” J. Agroplasma, vol. 1, no. 2, 2014, doi: https://doi.org/10.36987/agr.v1i2.126.
[12] E. Taiz, L., & Zeiger, “Plant Physiology.,” Calif. Benjamin/Cummings Publ. Company, inc., 1991.
[13] M. K. Salli and Y. Lewar, “Kajian Intersepsi Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau ( Phaseolus Radiata L .) Varietas Lokal Sabu Pada Jarak Tanam Dan Pupuk Cair Yang Berbeda,” vol. 26, no. 1, pp. 1512–1521, 2015, doi: http://dx.doi.org/10.35726/jp.v26i1.
[14] N. Mayani, J. Jumini, and D. A. Maulidan, “Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill) Pada Berbagai Dosis Pupuk Vermikompos dan Jarak Tanam,” J. Agrium, vol. 18, no. 2, 2021.https://doi.org/10.29103/agrium.v18i2.5325.
[15] Novriani, “Peranan Rhizobium dalam Meningkatkan Ketersediaan Nitrogen bagi Tanaman Kedelai Oleh: Novriani ,” AgronobiS, vol. 3, no. 5, pp. 35–42, 2011.
[16] L. Nono and S. Ceunfin, “Pengaruh Jarak Tanam dan Takaran Pupuk Kandang Babi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.),” Savana Cendana, vol. 4, no. 01, pp. 3–8, 2019. https://doi.org/10.32938/sc.v4i02.178.
[17] H. Hermanto, “Respon Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max (L) Merrill) terhadap Perlakuan Pengolahan Tanah dan Jarak Tanam di Lahan Sawah Irigasi Teknis: Growth Response of Soybean (Glycine max (L) Merrill) to the Treatment of Soil Treatment and Planting Distance i,” J-Plantasimbiosa, vol. 4, no. 1, pp. 50–63, 2022.
[18] R. Kalasari, R. I. S. Aminah, B. Palmasari, and Y. Aprike, “Pengaruh Jarak Tanam Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merill),” Klorofil J. Penelit. Ilmu-Ilmu Pertan., vol. 16, no. 2, pp. 71–77, 2021. https://doi.org/10.32502/jk.v16i2.4104.
[19] F. Nurbaiti et al., “Vitalitas Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max. L merril) Terhadap Perlakuan Jarak Tanam Dan Pemberian Tanah Bekas Kedelai,” Agrotechbiz J. Ilm. Pertan., vol. 18, no. 2, p. 2, 2021.
[20] E. A. El-Far, G. R. El-Nagar, S. R. Salib, and M. A. B. Kalafalla, “Response of some soybean genotypes to planting date and plant density,” Assiut J. Agric. Sci, vol. 47, no. 5, pp. 1–11, 2016.
[21] Jumiatun, W. Sugiantoro, A. Galushasti, T. B. Irawan, and D. P. Arisandi, “Optimalisasi Pertumbuhan dan Hasil Pada Tanaman Kedelai Edamame ( Glycin max ( L ) Merill ) Melalui Pengaturan Populasi Tanaman,” Agrosains J. Penelit. Agron., vol. 27, no. 1, pp. 7–10, 2025. DOI:http://dx.doi.org/10.20961/agsjpa.v27i1.77417.
[22] I. Nazaruddin, M., & Irmayanti, “Tingkat pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai pada berbagai jarak tanam dan konsentrasi giberelin.,” J. Agrium, vol. 17, no. 1, 2020, doi: https://doi.org/10.29103/agrium.v17i1.2356.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jumiatun Jumiatun, Dewi Puspa Arisandi, Mahindra Dewi Nuraisyah, Satria Indra Kusuma, Dety Oktavia Sulistiono, Hani Ristanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright Notice
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).



