Pemanfaatan Limbah Isi Rumen Domba sebagai Mikro Organisme Lokal (MOL) untuk Memenuhi Kebutuhan Bahan Praktikum di Laboratorium Teknologi Pakan
DOI:
https://doi.org/10.25047/plp.v2i1.3667Keywords:
Fermentasi, Mikro Organisme Lokal, MOL, Rumen DombaAbstract
Industri peternakan menghasilkan limbah hasil kegiatan produksi setiap harinya. Salah satu dari limbah tersebut yaitu isi rumen domba. Limbah yang tidak dikelola dapat menyebabkan penurunan kualitas lingkungan di sekitar industri peternakan tersebut. Rumen domba banyak mengandung mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan, salah satunya sebagai sumber bakteri pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL). MOL digunakan sebagai bahan praktikum yang dilaksanakan pada beberapa mata kuliah di Jurusan Peternakan, Politeknik Negeri Jember. Tujuan penelitian ini untuk dapat menunjang kegiatan praktikum serta dapat menjadi produk yang dapat diproduksi dalam skala terbatas oleh Laboratorium Teknologi Pakan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan proses fermentasi anaerob pada suhu ruang sampai 21 hari. Sampel MOL rumen domba diambil setiap hari ke- 7, 14 dan 21 untuk diamati sifat fisik serta total bakteri, total bakteri asam laktat dan total bakteri selulolitik. Metode yang digunakan adalah deskriptif untuk sifat fisik dan metode perhitungan cawan untuk menghitung total bakteri, total bakteri asam laktat dan total bakteri selulolitik. Hasil penelitian menunjukkan perubahan warna menjadi coklat tua, bau yang dihasilkan menjadi bau aroma tape dan terjadi penurunan pH. Pada perhitungan total bakteri terlihat adanya kenaikan total bakteri pada fermentasi hari ke-14 dan penurunan pada hari ke-21, total bakteri asam laktat hari ke- 7 dan 14 hari mengalami sedikit kenaikan dan terjadi penurunan pada hari ke- 21, total bakteri selulolitik terjadi kenaikan pada hari ke 14 dan mengalami penurunan pada hari ke-21. Penelitian ini menyimpulkan MOL rumen domba dengan fermentasi 14 hari merupakan lama fermentasi yang paling ideal untuk memenuhi kebutuhan bahan praktikum di Laboratorium Teknologi Pakan.
Downloads
References
. Aprianthina, I. D. A. Y. (2022, July 26). Mikro Organisme Lokal (MOL) Nasi Basi. Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. https://distanpangan.baliprov.go.id/mikro-organisme-lokal-mol-nasi-basi/
. Astriani, M., & Mukharomah, E. (2017). Penggunaan Strategi Inkuiri dalam Pembelajaran Isolasi Bakteri Asal MOL dan Penerapannya sebagai Pupuk Hayati. Florea : Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya, 4(1), 17. https://doi.org/10.25273/florea.v4i1.1058
. Fardiaz, S. (1992). Mikrobiologi Pangan I. Gramedia Pustaka Utama.
. Ganesha, I. G. H., & Wibawa, I. M. S. (2016). Probiotik. Universitas Udayana.
. Hill, C., Guarner, F., Reid, G., Gibson, G. R., Merenstein, D. J., Pot, B., Morelli, L., Canani, R. B., Flint, H. J., Salminen, S., Calder, P. C., & Sanders, M. E. (2014). Expert consensus document: The international scientific association for probiotics and prebiotics consensus statement on the scope and appropriate use of the term probiotic. Nature Reviews Gastroenterology and Hepatology, 11(8), 506–514. https://doi.org/10.1038/nrgastro.2014.66
. Hudha, M. I. (2020). Pemanfaatan Limbah Isi Rumen Sapi sebagai Mikroorganisme Lokal. Atmosphere, 1(1), 30–36. https://doi.org/10.36040/atmosphere.v1i1.2958
. Murtiyaningsih, H., & Hazmi, M. (2017). Isolasi dan Uji Aktivitas Enzim Selulase pada Bakteri Selulolitik Asal Tanah Sampah. Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 15(2), 293–308.
. Panjaitan, F. J., Lele, O. K., Taopan, R. A., & Kurniawan, Y. (2020). Aplikasi Beberapa Jenis dan Dosis Mikroorganisme Lokal Limbah Tomat dan Sayuran dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum Annum L.). Agrotekma: Jurnal Agroteknologi Dan Ilmu Pertanian, 5(1), 72–81.
. Parlinah, L., & Hidayat, O. (2017). Mikroorganisme Lokal dalam Pengomposan pada Mutu Lobak Var. Greenbow yang Dipanen Berbeda. Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian, 4(1), 40. https://doi.org/10.35138/paspalum.v4i1.22
. Septiani, A. H., Kusrahayu, & Legowo, A. M. (2013). Pengaruh Penambahan Susu Skim pada Proses Pembuatan Frozen Yogurt yang Berbahan Dasar Whey terhadap Total Asam, pH dan Jumlah Bakteri Asam Laktat. Animal Agriculture Journal, 2(1), 225–231.
. Soccol, C. R., Porto De Souza Vandenberghe, L., Spier, M. R., Bianchi, A., Medeiros, P., Yamaguishi, C. T., De, J., Lindner, D., Pandey, A., & Thomaz-Soccol, V. (2010). The Potential of Probiotics: A Review. Biotechnol, 48(4), 413–434.
. Suhastyo, A. A., Anas, I., Santosa, D. A., & Lestari, Y. (2013). Studi mikrobiologi dan sifat kimia Mikroorganisme Lokal (MOL) yang digunakan pada budidaya padi metode SRI ( System of Rice Intensification). Sainteks, 10(2), 29–39.
. Sutanto, R. (2002). Pertanian Organik: Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Penerbit Kanisius.
. Wulandari, S., Agus, A., Soejono, M., Cahyanto, M. N., Pangan, J. T., Pertanian, H., & Pertanian, T. (2014). Nilai Cerna dan Biodegradasi Theobromin Pod Kakao dengan Perlakuan Fermentasi Menggunakan Inokulum Multi Mikrobia. AGRITECH, 34(2). https://doi.org/https://doi.org/10.22146/agritech.9506
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Wahyu Kartika Nursuci, Bagus Djuni Ahadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Semua orang diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Berdasarkan ketentuan berikut:
- Attribution — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.