Strategi Pengembangan Kawasan Agribisnis Ikan Gurami Di Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember
Keywords:
agribisnis ikan gurami, pengembangan kawasan, SWOT, QSPM, strategi prioritasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kawasan agribisnis ikan gurami, mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi, merumuskan alternatif strategi serta menentukan strategi prioritas dalam pengembangan kawasan agribisnis ikan gurami di Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif, yang dilakukan pada bulan Juni-September 2025, dengan menggunakan teknik analisis Statistical Descriptive Analysis, SWOT dan QSPM. Hasil Statistical Descriptive Analysis menunjukkan bahwa kawasan termasuk kategori berkembang dan memiliki potensi yang baik, namun perlu adanya peningkatan terutama pada dari aspek rantai pasok, literasi keuangan dan kapasitas manajerial, serta pendampingan teknis dari pemerintah. Hasil identifikasi faktor internal menunjukkan bahwa kekuatan utama pada sumberdaya air yang memadai dan kelemahan utama pada akses teknologi, sedangkan hasil identifikasi faktor eksternal menunjukkan bahwa peluang utama pada ketersediaan sumber pakan non-komersial dan ancaman terbesar pada harga pakan yang terus mengalami kenaikan. Hasil analisis matriks IE menunjukkan bahwa posisi usaha kawasan pada strategi menjaga dan mempertahankan, dengan cara penetrasi pasar dan pengembangan produk. Hasil analisis SWOT menghasilkan formulasi 9 strategi alternatif. Hasil analisis QSPM menunjukkan bahwa strategi prioritas pengembangan kawasan agribisnsi ikan gurami di Kecamatan Umbulsari yakni optimalisasi lahan, air dan pengalaman budidaya melalui pembiayaan dan kemitraan.
Downloads
References
[1] Kementerian Kelautan dan Perikanan, “Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia no. 47 Tahun 2021 tentang Kampung Perikanan Budidaya,” Kementeri. Kelaut. dan Perikan., 2021.
[2] J. H. Davis and R. A. Goldberg, A Concept of Agribusiness. Boston, MA: Division of Research, Graduate School of Business Administration, Harvard University, 1957.
[3] M. Boehlje, “Structural Changes in the Agricultural Industries: How Do We Measure, Analyze and Understand Them?,” Am. J. Agric. Econ., vol. 81, no. 5, pp. 1028–1041, 1999, doi: 10.2307/1244080.
[4] M. L. Cook and F. R. Chaddad, “Agri-food System Performance and Governance: A Framework for Analysis,” in Vertical Coordination in the Agrifood System: Proceedings of the 3rd International Conference on Chain Management in Agribusiness and the Food Industry, Wageningen, The Netherlands.
[5] B. Saragih, Agribisnis: Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian. Bogor: IPB Press, 2001.
[6] A. Daryanto, Peningkatan Daya Saing Industri Peternakan. Jakarta: Permata Wacana Lestari, 2007.
[7] T. Widodo, Perencanaan Pembangunan: Aplikasi Komputer (Era Otonomi Daerah). Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2006.
[8] Khairuman and K. Amri, Pembenihan dan Pembesaran Gurami Secara Intensif. Jakarta: Agromedia Pustaka, 2008.
[9] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2023.
[10] F. Rangkuti, Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis Cara Perhitungan Bobot, Rating, dan OCAI. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2016.
[11] F. R. David and F. R. David, Strategic Management: A Competitive Advantage Approach, Concepts and Cases. Harlow, England: Pearson Education Limited, 2017.
[12] S. Santoso, Menguasai Statistik dengan SPSS 25. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2018.
[13] J. D. Hunger and T. L. Wheelen, Strategic Management and Business Policy: Globalization, Innovation, and Sustainability. Harlow: Pearson Education Limited, 2015.
[14] M. G. H. Kordi, Budidaya Ikan Gurami. Yogyakarta: Lily Publisher, 2010.
[15] M. A. Rimmer, S. McBride, and K. C. Williams, Advances in Grouper Aquaculture. Canberra: Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR), 2013.
[16] Kementerian Kelautan dan Perikanan, “Permen KP Nomor 55 Tahun 2020 Tentang tata Cara, Persyaratan, dan Penetapan Kawasan Budidaya Perikanan,” 2020.
[17] Soekartawi, Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian: Teori dan Aplikasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2005.
[18] E. Nugroho, Subandiyono, and Pinandoyo, Teknologi Pembenihan dan Pembesaran Ikan Gurami Secara Intensif. Sukabumi: Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi, 2018.
[19] B. Arifin, Ekonomi Pertanian: Teori dan Aplikasi untuk Pembangunan Pertanian Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2013.
[20] P. Kotler and K. L. Keller, Marketing Management.
[21] B. Saragih, Agribisnis: Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian. Bogor: IPB Press, 2010.
[22] Subandiyono, S. Hastuti, and Pinandoyo, Inovasi Teknologi Pakan Ikan Air Tawar di Indonesia. Sukabumi: Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi, 2017.
[23] H. Effendi and H. Effendi, Telaah Kualitas Air: Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius, 2017.
[24] Saptana and P. U. Hadi, Penguatan Sistem Agribisnis dan Kemitraan dalam Pengembangan Komoditas Perikanan Air Tawar. Bogor: Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), 2019.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Abdilah Mudzakir, Tanti Kuastiari, Nanang Dwi Wahyono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright Notice
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).



