Respon Fisiologis Domba Akibat Pemberian Pakan Dengan Imbangan RDP (Rumen Degradable Protein) dan NFC (Non Fibrous Carbohydrate) yang Berbeda

Authors

  • Etty Nuri Hendrarti Hendrarti Animal Husbandry Department, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Magelang, Central Java https://orcid.org/0009-0005-0727-8958
  • Joelal Achmadi Faculty of Animal and Agricultural Science, Universitas Doponegoro, Semarang,Central Java
  • Agung Purnomoadi Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Universitas Diponegoro, Semarang Central Java
  • Saraceen Erla Pratama Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Universitas Diponegoro, Semarang, Central Java
  • Mukh Arifin Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Universitas Diponegoro, Semarang Central Java https://orcid.org/0009-0004-6455-304X
  • Retno Adiwinarti

Keywords:

Rumen Degradable Protein, Non Fibrous Carbohydrate, respon fisiologis

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh rasio Rumen Degradated Protein (RDP) dan Non Fibrous Carbohydrate (NFC) pada pakan terhadap respon fisiologis domba. Sebanyak 20 domba ekor tipis jantan, berumur 5-6 bulan dengan bobot badan 17,18 ± 1,26 kg (CV=7,34%) dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan pakan yang berbeda imbangan RDP dan NFC dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan meliputi T1 (pakan komplit dengan rasio RDP/NFC = 0,32), T2 (pakan komplit dengan rasio RDP/NFC = 0,29), T3 (pakan komplit dengan rasio RDP/NFC = 0,26), dan T4 (pakan komplit dengan rasio RDP/NFC = 0,23). Data suhu rektal, denyut jantung, dan laju respirasi diambil 3 kali, pada minggu ke 1, 4 dan 7. Data tersebut dianalisis menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju respirasi ternak domba, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap suhu rektal dan denyut jantung domba. Rata-rata suhu rektal dan denyut jantung sebesar 39,21℃ dan 74,67 kali per menit, sedangkan laju respirasi pada T2 tercatat sebesar 54,17 kali tiap menit, lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan perlakuan lain. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perbedaan rasio RDP dan NFC dalam pakan pada besaran 0,23 sampai dengan 0,32 masih dapat ditoleransi oleh DET melalui mekanisme termoregulasi

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1]. Oktavia, R., A. Kistian dan R. Hera. 2023. Tingkat pengetahuan peternak tentang produktivitas ternak dan ektoparasit pada ternak kerbau (Bubalus bubalis). Bionatural. 10 (2): 118–126.

[2]. Chisoro, P Jaja, I F Assan, N. 2023. Incorporation of local novel feed resources in livestock feed for sustainable food security and circular economy in Africa . Frontiers in Sustainability.4

[3]. Makkar., M. Blummel dan K. Becker. 1995. Formation of complexes between polyvinyl pyyrolidones or polyethylene glycols and tannins t their implication in gas production and true digestibility in in-vitro techniques. J. Nutrition. 73:897-913.

[4]. Phipps, R. H. dan D. I. Givens. 2000. Recent developments in ruminant nutrition and feed efficiency. J of Anim. Sci. 71(3): 561 ̶ 569.

[5]. Yang, J. Y., J. Seo, H. J. Kim, S. Seo and J. K. Ha. 2010. Nutrient synchrony: Is it a suitable strategy to improve nitrogen utilization and animal performace?. Asian-Aust. J. Anim. Sci. 23: 972-979

[6]. Ginting, S. P. 2005. Sinkronisasi degradasi protein dan energi dalam rumen untuk memaksimalkan produksi protein mikroba. J. Wartazoa. 15 (1): 1 ̶ 10.

[7]. Westwood, C.T., Lean, I.J., Garvin, J.K., Wynn, P.C., 2000. Effect of genetic merit and varying dietary prowangtein degradability on lactating dairy cows. J. Dairy Sci. 83: 2926–2940.

[8]. Pitta,D.W., N. Indugu,L. Baker, B. Vecchiarelli, and G. Attwood. 2017. Symposium review: Understanding diet–microbe interactions to enhance productivity of dairy cows. J. Dairy Sci. 101:7661–7679

[9]. Purnamasari, L., S. Rahayu, dan M. Baihaqi. 2018. Respon fisiologis dan palatabilitas domba ekor tipis terhadap limbah tauge dan kangkung kering sebagai pakan pengganti rumput. J of Livest. Sci. and Prod. 2 (1): 56 ̶ 63.

[10]. de Lima, L. R., de Souza, J. B. F., Duarte, L. M., Mendes, M. S. P., Barbosa Filho, J. A. D., Gadelha, C. R. F., & Pimentel, P. G. (2019). Thermophysiological indicators of lambs during pre-slaughter handling. Biological Rhythm Research, 50(4), 553–563. https://doi.org/10.1080/09291016.2018.1474846

[11]. Sutardi, T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi. Departemen Ilmu Makanan Ternak, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

[12]. Tilley, J.M. and Terry, R.A. (1963). A two-stage technique for in vitro digestion of forage crops. Journal of the British Grassland Society. 18(2):104-111.

[13]. Detmann, E., S.C and V. Filho. 2010. On the estimation of non-fibrous carbohydrates in feeds and diets. Arq. Bras. Med. Vet. Zootec.62(4): 980-984

[14]. Vieira, R., H. Louvandini, J. Barcellos, C. F. Martins dan C. McManus. 2023. Path and logistic analysis for heat tolerance in adapted breeds of cattle in Brazil. Livest. Sci. 25 (8): 1 ̶ 9.

[15]. Schmidt-Nielsen, K. 1997. Animal Physiology: Adaptation and Environment. 5th Ed., Cambridge University Press, Inggris.

[16]. Yousef, M. K. 1985. Stress Physiology in Livestock. CRC Press Inc., Florida

[17]. Hina, C.Y., Simarmata, Y.T.R. dan M.M. Laut. 2019. Gambaran fisiologis domba di Desa Oesao Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. J. Veteriner Nusantara. 2 (2): 153 ̶ 160

[18]. Whaley, L. 2024. Animal Physiology: Adaptations and Responses. Academic Press, New York.

[19]. Mushawwir, A., N. Suwarno dan A. A. Yulianti. 2019. Thermoregulasi domba ekor gemuk yang dipelihara pada ketinggian tempat (altitude) yang berbeda. J. Ilmu dan Industri Peternakan. 5 (2): 77 ̶ 86.

[20]. Ewing, S. A., D. C. Lay dan E. V. Borell. 1999. Farm Animal Well Being. Stress

Physiology, Animal Behavior and Environmental Design. Prentice Hall

Inc., New Jersey.

[21]. Roland, L., M. Drillich, D. Klein-Jöbstl dan M. Iwersen. 2016. Invited review: influence of climatic conditions on the development, performance, and health of calves. J. Dairy Sci. 99 (4): 2438 ̶ 2452.

[22]. Koluman, N dan I. Daskiran. 2011. Effects of ventilation of the sheep house on heat stress, growth and thyroid hormones of lambs. J. Trop Anim. Health Produc. 43 (6): 1123 ̶ 1127.

[23]. Suherman D., B. P. Purwanto, W. Manalu dan I. G. Permana. 2013. Model penentuan suhu kritis pada sapi perah berdasarkan kemampuan produksi dan manajemen pakan. J. Sain Peternakan Indonesia. 8 (2): 121 ̶ 124.

[24]. Smith, J.B. dan S. Mangkoewidjojo. 1988. Pemeliharaan Pembiakan dan Penggunaan Hewan Percobaan di Daerah Tropis. UI-Press, Jakarta.

[25]. Syaikhullah, G., M. Adhyatma dan H. Khasanah. 2020. Respon fisiologis domba ekor tipis terhadap waktu pemberian pakan yang berbeda. J. Sains dan Teknologi Peternakan. 2 (1): 33 ̶ 39.

[26]. Sientje, D.R. 2003. Stres Panas pada Sapi Perah Laktasi. IPB Press, Bogor.

[27]. Isnaeni, W. 2006. Fisiologi Hewan. PT. Kanisius, Yogyakarta.

[28]. Atik., S. dan A. Esfandiari. 2020. Respon fisiologi domba garut dan domba jonggol jantan dewasa terhadap pemberian pakan limbah tauge pada sore hari. J. Trop. Anim. Res. 1 (1): 29 ̶ 42.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Hendrarti, E. N. H., Joelal Achmadi, Agung Purnomoadi, Saraceen Erla Pratama, Mukh Arifin, & Retno Adiwinarti. (2025). Respon Fisiologis Domba Akibat Pemberian Pakan Dengan Imbangan RDP (Rumen Degradable Protein) dan NFC (Non Fibrous Carbohydrate) yang Berbeda. Jurnal Ilmiah Inovasi, 25(3), 310–317. Retrieved from https://publikasi.polije.ac.id/jii/article/view/6610

Issue

Section

Article

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.