Pengolahan Limbah Urine Sapi Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dengan Metode Fermentasi Aerasi untuk Mendukung Aktivitas Praktikum di Jurusan Peternakan Politeknik Negeri Jember

Authors

  • Wahyu Kartika Nursuci Politeknik Negeri Jember https://orcid.org/0000-0001-8572-9332
  • Bagus Djuni Ahadi Politeknik Negeri Jember
  • Teddy Setiawan Politeknik Negeri Jember
  • Angga Eka Pratama Politeknik Negeri Jember
  • Dini Ramadhani Politeknik Negeri Jember
  • Ratna Budi Wulandari Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.25047/plp.v5i1.6726

Keywords:

Pupuk Organik Cair, POC, Urine Sapi, Fermentasi, Metode Aerasi

Abstract

Urine sapi merupakan salah satu penyumbang limbah terbesar pada sektor peternakan. Hal ini tentu saja dapat menurunkan kualitas lingkungan sekitar jika limbah yang dihasilkan setiap hari tersebut tidak diolah. Politeknik Negeri Jember memiliki TEFA sapi perah yang juga memiliki hasil samping berupa urine sapi dalam jumlah besar setiap harinya, sehingga diperlukan adanya pengolahan urine sapi. Produk dari salah satu teknologi inovasi dalam pengolahan limbah urine adalah pupuk organik cair (POC). Urine sapi yang dicampur dengan bahan tertentu dapat dijadikan pupuk organik cair setelah melewati serangkaian proses fermentasi. Proses fermentasi aerasi dapat digunakan dalam pembuatan pupuk organik cair.  POC hasil fermentasi metode aerasi memiliki potensi nutrisi yang baik sebagai pupuk, tetapi dari sisi mikrobiologi masih belum aman digunakan, sehingga diperlukan optimalisasi proses fermentasi untuk menekan patogen tanpa mengorbankan kandungan hara.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Standardisasi Nasional. (2004). Air dan air limbah – Bagian 11: Cara uji derajat keasaman (pH) dengan menggunakan alat pH meter. In SNI 06-6989.11-2004.

Badan Standardisasi Nasional. (2018). Pupuk Organik Padat. In SNI 7763:2018.

Hendarto, D. R., & Banjarnahor, D. R. V. (2021). Pengaruh Metode Fermentasi dan Penambahan Urine Kelinci Terhadap Kualitas Pupuk Organik Cair. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 10(2), 139–146.

Huda, M. K., Latifah, & Prasetya, A. T. (2013). Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Urin Sapi dengan Aditif Molasses Metode Fermentasi. Indonesian Journal of Chemical Science, 2(3), 184–189.

Kementerian Pertanian. (2019). Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Tentang Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah. In Keputusan Menteri Pertanian Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Kementerian Pertanian. Mashudi, D., Imanudin, O., & Falahudin, A. (2023). Karakteristik Pupuk Organik Berbahan DasarLimbah Peternakan Sapi Potong di Kelompok Ternak Banteng Tani di Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu. Tropical Livestock Science Journal, 1(2), 57–66.

Septiani, N., Sufiani, H., Hazmi, H. Y., Martadinata, L. R., Santi, M. W. D., Irfani, J. T., Narapratama, L. Muh. Y., Marlinda, D., & Sridani, N. W. M. W. (2020). Pemanfaatan Produk Olahan Urine Sapi Menggunaakan Sistem Aerasi Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Warta Desa, 2(1), 89–94.

Vebriyanti, E., Arief, I. I., Salundik, & Dewi, P. (2022). Karakteristik Mikroorganisme, pH dan Unsur Hara Urin Sapi Perah di Daerah Bogor, Jawa Barat. Jurnal Agripet, 22(2), 133–140.

Widyabudiningsih, D., Troskialina, L., Fauziah, S., Shalihatunnisa, S., Riniati, R., Siti Djenar, N., Hulupi, M., Indrawati, L., Fauzan, A., & Abdilah, F. (2021). Pembuatan dan Pengujian Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Buah-buahan dengan Penambahan Bioaktivator EM4 dan Variasi Waktu Fermentasi. IJCA (Indonesian Journal of Chemical Analysis), 4(1), 30–39. https://doi.org/10.20885/ijca.vol4.iss1.art4

Downloads

Published

2026-01-14

How to Cite

Nursuci, W. K., Ahadi, B. D., Setiawan, T., Pratama, A. E., Ramadhani, D., & Wulandari, R. B. (2026). Pengolahan Limbah Urine Sapi Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dengan Metode Fermentasi Aerasi untuk Mendukung Aktivitas Praktikum di Jurusan Peternakan Politeknik Negeri Jember . Jurnal Pengembangan Potensi Laboratorium, 5(1), 51–57. https://doi.org/10.25047/plp.v5i1.6726

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.