Strategi Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani dalam meningkatkan Pendapatan Petani : Kasus di Gapoktan Barokah Desa Curahlele Kecamatan Balung Kabupaten Jember.
Keywords:
Kelembagaan, FFA, Kelompok taniAbstract
Penguatan Kelembagaan dapat dijadikan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kinerja kelompok tani sehingga diperlukan strategi penguatan kelembagaan kelompok tani dalam meningkatkan pendapatan petani di Gapoktan Desa Curahlele Kecamatan Balung Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor - faktor yang menjadi kekuatan pendorong dan penghambat dalam meningkatkan efektivitas kelembagaan petani di Desa Curahlele. Metode Penelitian yang digunakan adalah Field Force Analysis (FFA) untuk mengidentifikasi faktor - faktor yang menjadi kekuatan pendorong dan penghambat dalam meningkatkan efektivitas kelembagaan petani di Desa Curahlele. Data Primer diperoleh dari wawancara, pengisian kuisioner dan forum discusion grup (FGD), sedangkan data sekunder diperoleh dari kajian litelatur. Responden dari penelitian ini diambil secara Purposive Sampling berjumlah 32 orang. Hasil Penelitian menggunakan Field Force Analysis (FFA) menunjukkan bahwa faktor pendorong penguatan kelembaagan kelompok tani di Desa Curahlele adalah ketersediaan input seperti pupuk, benih, dan pestisida cukup terjamin dari instansi dengan skor nilai 1.17, sedangkan faktor penghambat penguatan kelembagaan kelompok tani di Desa Curahlele adalah keaktifan gapotan menurun sejak tidak adanya ketua yang memimpin dengan skor 1.06. saran dari penelitian ini adalah penguatan kelembagaan kelompok tani membutuhkan kerjasama yang baik dan pendampingan dengan para pelaku penguatan kelembagaan kelompok tani utamanya dari Gapoktan, Pemerintah Desa, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan serta dengan Petugas Penyulu Pertanian setempat.
Downloads
References
[1] Alfarizi, Z. A., Sari, R. P., & Indrawan, R. (2025). Peran Dinas Pertanian dalam Pengelolaan dan Pengembangan Tanaman Perkebunan di Kabupaten Jember. AKSILAR: Akselerasi Luaran Pengabdian Masyarakat, 2(2), 78-86
[2] Amam, A., Soejono, D., Zahrosa, D. B., & Maharani, A. D. (2021). Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bum Desa) Dengan Pendekatan Force Field Analysis. AdBispreneur: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan, 6(2), 139-149.
[3] Anantanyu, Sapja. 2011. Kelembagaan Petani: Peran dan strategi Pengembangan Kapasitasnya. SEPA Jurnal. Vol.7.
[4] Herminingsih, H. (2011). Penguatan peran lembaga kelompok tani dalam pengembangan usahatani kopi rakyat. JSEP, 5(1), 46-53.
[5] Holle, Y. (2022). Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Untuk Meningkatkan Posisi Tawar Petani. Jurnal Sosio Agri Papua, 11(1), 35-40.
[6] Irganov M. 2021. Pengaruh umur, tingkat pendidikan, dan lama bertani. Jurnal Litbang Jawa Tengah, Vol. 19 No.2 : hal 209 - 221.
[7] Lewin, Kurt, 1951, Field Theory of Social Science: Selected Theorical Papers, New York: Herper & Brothers.
[8] Santoso, P. B. & Darwanto. (2015). Strategi penguatan kelompok tani melalui penguatan
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Heriska Dwi Anggrainy, Muksin Muksin, Bagus Putu Yudhia Kurniawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright Notice
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).



