Analisis Nilai Tambah Pengolahan Bunga Melati menjadi Produk Teh Siap Minum di Kabupaten Banyuwangi
Value-Added Analysis of Jasmine Flower Processing into Ready-to-Drink Tea Products in Banyuwangi Regency
DOI:
https://doi.org/10.25047/jofe.v5i2.7009Keywords:
bunga melati, nilai tambah, teh melati siap minumAbstract
Bunga melati merupakan komoditas hortikultura yang memiliki potensi ekonomi tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas dalam bentuk segar dengan nilai tambah yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah pengolahan bunga melati menjadi teh melati siap minum sebagai upaya peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal di Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus, sedangkan analisis nilai tambah dilakukan menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan bunga melati menghasilkan nilai tambah sebesar Rp135.000/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 54%, yang tergolong tinggi. Selain itu, usaha ini menghasilkan keuntungan sebesar Rp85.000/kg dengan tingkat keuntungan mencapai 63%, serta memiliki kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Dengan demikian, pengolahan bunga melati menjadi teh siap minum menunjukkan adanya nilai tambah dari pengolahan bunga melati yang yang dapat mendukung peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal.
References
Agustina, R., & Prasetyo, B. (2020). Analisis pengembangan agroindustri berbasis komoditas lokal dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Jurnal Agribisnis Indonesia, 8(2), 123–132.
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik hortikultura Indonesia 2023. Jakarta, Indonesia: Badan Pusat Statistik.
Endiyani, E. (2023). Analisis nilai tambah pada produk tahu, tempe dan susu kedelai menggunakan metode Hayami. Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi, 24(2), 197–206.
Hariono, B. (2024). The analysis of added value and business development in agroindustry sector. Jurnal Terapan Polije. Vol 1 (3), 111-119
Hayami, Y., Kawagoe, T., Morooka, Y., & Siregar, M. (1987). Agricultural marketing and processing in upland Java: A perspective from a Sunda village. Bogor, Indonesia: CGPRT Centre.
Ningsih, A. R. (2026). Analysis of added value brownies product using the Hayami method. Journal of Engineering Science and Technology Management. Vol 6 (1). 271-280.
Padapi, A. (2023). Analysis of added value of cayenne pepper using Hayami method. Anjoro: International Journal of Agriculture and Business, 4(2), 82–91.
Sari, D. P., Wibowo, A., & Lestari, N. (2021). Tren konsumsi minuman fungsional berbasis bahan alami di Indonesia. Jurnal Teknologi Pangan, 15(1), 45–53.
Syukur, R. (2025). Investigating value chain-based model using Hayami method in agroindustry. Jurnal Lemhannas RI. Vol 13 (1). 133-149.
Widiawati, D., & Renaldi, E. (2024). Analisis nilai tambah agribisnis kopi arabika dengan metode Hayami. Mimbar Agribisnis, 10(2), 2827–2836.
Widodo, R. A. R., Nurhadi, E., & Setiawan, R. F. (2024). Analisis Nilai Tambah Minuman Infused Water pada Usaha KWT Kirani di Kampung Mint Blitar Kota Blitar. Journal of Food System and Agribusiness (JoFSA), 8(2), 175-180
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Karina Meidayanti, Shella Arum, Adhima Adhamatika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






