Pengujian Mutu Produk Glukomanan

Glucomannan Product Quality Testing

Authors

  • Nayaka Putra Prasetya Utomo Politeknik Negeri Jember
  • Enny Scholichah Pusat Riset Teknologi Tepat Guna (PRRTG)-Badan Riset Inovasi Nasional
  • Titik Budiati Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.25047/jofe.v4i4.6105

Keywords:

Hidrokoloid, Glukomanan, Produk Pangan

Abstract

Glukomanan merupakan biomaterial yang memiliki sifat hidrokoloid yaitu memiliki kemampuan mengental dan membentuk gel yang tidak dapat kembali dalam bentuk semula (irreveble gel). Glukomanan yang beredar di pasaran diproduksi dengan berbagai metode sehingga menghasilkan karakteristik yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik glukomanan bedasarkan komposisi proksimat. Sampel produk glukomanan yang digunakan diperoleh dari market place dari 4 daerah di Indonesia yaitu Semarang-Jawa Tengah (GK1), Surabaya-Jawa Timur(GK2), Bandung-Jawa Barat (GK3) dan  Sleman-Yogyakarta (GK4). Berdasarkan hasil penelitian, 4 sampel  glukomanan tersebut memiliki komposisi proksimat yang berbeda-beda. Kadar glukomanan yang tertinggi diperoleh pada GK1 yaitu kadar air 10,71%, kadar abu 1,55%, kadar pati 0,7 %, kadar protein 0,89 %, kadar pati 0,79% dan kadar glukomanan 82,15% dan memenuhi standar Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) dan Professional Standard of the People’s Replubic, European Food Safety Authority. Adapun sampel GK2, GK3 dan GK4 belum memenuhi semua parameter mutu standar. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa perbedaan metode atau perlakuan ekstraksi dapat berpengaruh terhadap komposisi proksimat. Penelitian selanjutnya dibutuhkan untuk mengetahui karakteristik fisik, fungsional serta morfologi glukomanan.

References

Afifah, N., Sholichah, E., Indrianti, N., & Darmajana, D. A. (2018). Pengaruh kombinasi plasticizer terhadap karakteristik edible film dari karagenan dan lilin lebah. Jurnal Biopropal Industri, 9(1), 49–60.

A.O.A.C. 2015. Official Methods of Analysis of the Association of Official Analytical Chemistry International. A.O.A.C. Inc. Arlington.

Chua, M., Chan, K., Hocking, T. J., Williams, P. A., Perry, C. J., & Baldwin, T. C. (2012). Methodologies for the extraction and analysis of konjac glucomannan from corms of Amorphophallus konjac K. Koch. Carbohydrate Polymers, 87(3), 2202–2210. https://doi.org/10.1016/j.carbpol.2011.10.053

Devaraj, R. D., Reddy, C. K., & Xu, B. (2019). Health-promoting effects of konjac glucomannan and its practical applications: A critical review. International Journal of Biological Macromolecules, 126, 273–281. https://doi.org/10.1016/j.ijbiomac.2018.12.203

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. (2021). Tertarik Budidaya Porang, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang Berkunjung ke Sidrap.

FAO.(1996). Codex Alimentarius. Konjac flour. 4(1996), 2. Retrieved from http://www.fao.org/ag/agn/jecfa-additives/specs/Monograph1/additive-245-m1.pdf

Handayani, T., Aziz, Y. S., & Herlinasari, D. (2020). PEMBUATAN DAN UJI MUTU TEPUNG UMBI PORANG (Amorphophallus Oncophyllus Prain) DI KECAMATAN NGRAYUN. MEDFARM: Jurnal Farmasi Dan Kesehatan, 9(1), 13–21. https://doi.org/10.48191/medfarm.v9i1.27

Handayani, T. D., Harmayani, E., & Pranoto, Y. (2023). Karakteristik Glukomanan Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus) Dengan Berbagai Metode Ekstraksi Kimia. J. Sains Dan Teknologi Pangan, 8(3), 6360–6369.

Hu, Y., Tian, J., Zou, J., Yuan, X., Li, J., Liang, H., Li, B. (2019). Partial removal of acetyl groups in konjac glucomannan significantly improved the rheological properties and texture of konjac glucomannan and κ-carrageenan blends. International Journal of Biological Macromolecules, 123, 1165–1171. https://doi.org/10.1016/j.ijbiomac.2018.10.190

Lafarge, C., Cayot, N., Hory, C., Goncalves, L., Chassemont, C., & Le Bail, P. (2014). Effect of konjac glucomannan addition on aroma release in gels containing potato starch. Food Research International, 64, 412–419. https://doi.org/10.1016/j.foodres.2014.07.008

Mortensen, A., Aguilar, F., Crebelli, R., Di Domenico, A., Frutos, M. J., Galtier, P., Dusemund, B. (2017). Re‐evaluation of konjac gum (E 425 i) and konjac glucomannan (E 425 ii) as food additives. EFSA Journal, 15(6). https://doi.org/10.2903/j.efsa.2017.4864

Peiying, L. (2002). Professional Standard of the Konjac flour. Ministry of the People’s Republic of China.

Saputra, A. N., Ngatirah, & Hastuti, S. (2023). Pembuatan Pati dari Iles-Iles (Amorphophallus Muelleri) dengan Variasi Perbandingan Air , Umbi dan Waktu Pengendapan. Jurnal Mahasiswa Instiper (AGROFORETECH), 1(3), 1920–1928.

Zhang, Y. Q., Xie, B. J., & Gan, X. (2005). Advance in the applications of konjac glucomannan and its derivatives. Carbohydrate Polymers, 60(1), 27–31. https://doi.org/10.1016/j.carbpol.2004.11.003

Downloads

Published

2025-10-31

How to Cite

Nayaka Putra Prasetya Utomo, Enny Scholichah, & Titik Budiati. (2025). Pengujian Mutu Produk Glukomanan: Glucomannan Product Quality Testing. Journal of Food Engineering, 4(4), 237–246. https://doi.org/10.25047/jofe.v4i4.6105

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)